Posts tagged kamar

Dongeng Sebelum Tidur

Selamat pagi sahabat semua, bagaimana kabarnya? semoga baik-baik saja ya, pagi ini Choirul huda pengen dongen, kita rileks sejenak. wah pagi-pagi kok dongeng ya.. g apa-apa.. yuk disimak

Ada seorang janda memiliki dua orang anak. Saat malam menjelang, mereka beranjak untuk tidur. Tapi kedua orang anak ini tidak bisa tenang karena mereka masih tetap bercanda, akhirnya si ibu menenangkan mereka. Tetapi, kedua anak ini masih tetap tidak mau tenang dan meminta sang ibu untuk mendongengkan sesuatu agar mereka bisa tidur dengan lelap. Dengan hati yang lembut akhirnya si ibu memberikan dongeng pengantar tidur kepada kedua anak tersebut. (more…)

Nikah Muda, G salah?

Perjalanan kuliahnya terpaksa berhenti karena dia harus menikah dengan kekasih yang dicintainya. Awal cinta mereka bersemi ketika mereka kuliah di kampus yang sama. Sayang, kesalahan yang fatal dalam membina cinta dan kuliah menjadikan mereka terpaksa menikah dan meninggalkan dunia kampus. Sekarang mereka sudah memiliki dua buah hati, terkadang masih menggantungkan kedua orang tua mereka, dan parahnya suaminya tidak bekerja. Akhirnya kondisi istrinya kurus sampai aku sendiri tak tega melihat kehidupan rumah tangga mereka. (more…)

Skandal Seks Anggota Dewan, Memalukan

Seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial PW mendatangi kantor DPRD Pemalang untuk menuntut salah seorang anggota dewan berinisial STW yang menggunakan jasanya tapi tidak mau membayar. Karena anggota dewan sedang melakukan rapat paripurna akhirnya PW rela menunggu agar bisa bertemu dengan STW. PW mengaku STW sudah menggunakan jasanya tapi tidak mau membayar, STW meminta agar PW tidak berhubungan dengan laki-laki lain, bahkan dijanjikan akan dinikahi. Karena PW tidak lagi menjajakan dirinya maka dia kehabisan uang untuk menghidupi anak semata wayangnya.

Potret wakil rakyat yang menurut saya sudah sangat memalukan. Lihat saja, dengan PD nya anggota dewan tersebut no comment ketika ditanyai wartawan. Padahal menurut pengakuan si PSK anggota dewan tersebut selain sudah menggunakan jasanya. Semakin amburadul saja wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi panas itu. Wakil rakyat yang seharusnya membeikan contoh yang baik kepada rakyatnya malah membuat rakyatnya geram atas tindakan mereka.

Saya juga tak bisa berkata-kata lagi. Kasus-kasus yang berseliweran di negara ini sudah seperti angin yang hanya lewat tanpa ada rasa. Kasus-kasus seperti itu akhirnya hanya menjadi tontonan belaka di layar televisi karena sudah biasa. Saya juga sudah tidak kaget lagi mendengar anggota dewan yang korupsi sampai milyaran rupiah. Kalau ditanya bagaimana megatasinya, ya mereka tu diganti saja dengan mahasiswa yang mendemo mereka. mungkin itu akan terjadi sepuluh tahun yang akan datang. Semoga karena mereka itu bukannya yang mendemo wakil rakyat juga sepuluh tahun yang lalu.

Saat Seks Tak dimaknai secara benar

Pernah suatu pagi teman saya menemukan kondom bekas di pinggir jalan ketika kami sedang menyapu halaman masjid. Menjijikkan memang, karena kami terpaksa harus memungutnya dan memindahkannya ke tempat sampah. Tapi oleh teman saya tersebut malah di cek, mungkin dia penasaran terhadap apa yang ditemukannya. Ternyata kondom bekas tersebut hanya dibungkus dengan kemasannya, karena teman saya mengira hanya kemasan saja maka akhirnya dibuka dan kami jadi tahu bahwa ada kondom bekas didalamnya.

Kami akhirnya saling bertanya-tanya siapa yang paling mungkin melakukan hal yang tidak beradab tersebut walaupun akhirnya kami tidak menemukan jawabannya. Karena memang jalan tersebut adalah jalan yang sangat ramai dilewati oleh berbagai macam kendaraan. Tapi yang paling penting bukan hanya sekedar menemukan kondom bekas tersebut, tapi moralitas. Menurut saya orang yang membuang kondom bekas di pinggir jalan raya jelas tidak memiliki moral. Karena menurut saya orang yang melakukan itu bukanlah pasangan yang sah, ditambah lagi dengan membuang kondom bekasnya dipinggir jalan raya.

Mungkin ada benarnya ketika Iip Wijayanto pernah meberikan hasil penelitiannya yang mencengangkan bahwa sembilan puluh sekian persen mahasiswa yang kost di Yogyakarta sudah tidak perawan lagi. Memang banyak yang meragukan hasil penelitian tersebut karena sampel yang dipakai adalah tidak menyeluruh di kota Yogyakarta, jadi tidak bisa digeneralisir. Tapi ketika saya menemukan kndom bekas tersebut, saya jadi berpikir bahwa mungkin saja penelitian Iip tersebut ada benarnya.

Pendidikan agama yang benar akan membuat seseorang lebih berhati-hati dalam bertindak. Karena setiap orang akan bertanggung jawab terhadap ap ayang dilakukannya. Pendidikan seks yang benar seharusnya ditanamkan agar seks tidak disalahartikan. Jika mereka berpendapat bahwa itu adalah pembuktian cinta, maka menurut saya hal tersebut adalah perusakan terhadap makna cinta.

Islami, cermin seluruh unsur

Orang yang berjenggot, mengenakan pakaian gamis dan congklang, bertingkah laku dengan sopan santun dan ramah bisa dikatakan sebagai orang yang bersikap Islami. Atau ketika kita akrab dengan sebutan ikhwan, akhwat, akhi, atau ukhti, hal tersebut juga sering kita dengar dengan sebutan yang Islami. Atau ketika kita tidak melakukan pacaran, Islami juga. Masih banyak contoh-contoh lain dari sikap dan gaya seseorang bisa dikatakan Islami. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah Islami itu hanya terbatas pada sikap dan tingkah laku seseorang? Ternyata jawabannya adalah TIDAK… karena Islami itu tercermin dari berbagai hal sampai hal yang sekecil apapun.

Sebagai mahasiswa yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), saya yakin kita semua sudah pernah masuk ke gedung AR Fahruddin A atau B. Selain sebagai ruang rektorat, gedung tersebut juga merupakan gedung yang pertama kita lewati jika kita masuk ke kampus melalui gebang utama. Jika kita tidak pernah kesana berarti SUNGGUH TERLALU (kalau kata bang Rhoma) karena seminimal-minimalnya adalah ketika kita melakukan registrasi di awal semester kita melakukannya di Gedung AR Fahruddin B karena letak Banknya disana. Jadi, ketika kita mengaku sebagai mahasiswa UMY sudah pasti kita harus tahu dimana letak gedung tersebut.

Setelah kita tahu gedung tersebut yang begitu megah dan merupakan lokasi penting dan pusat kegiatan di kampus, ternyata ada kekurangan yang sangat urgen dibalik kemegahannya itu. Kata dosen saya, kamar mandi yang berada di gedung tersebut ternyata kurang Islami. Karena seharusnya gedung yang semegah AR Fahruddin seharusnya juga dilengkapi dengan kamar mandi yang layak dikatakan Islami. Setelah saya pikir-pikir, ternyata benar juga apa yang dikatakan dosen saya ini. Karena suasana kamar mandi di gedung tersebut adalah ruangan yang sempit dan ember sebagai tempat penampungan air yang berada lebih rendah dari WC. Hal ini bisa saja membuat najis ketika air yang ada di ember terkena cipratan ketika ada seseorang sedang buang air. (Saya tak pernah tahu bagaimana kamar mandi dari toilet putri).

Sudah saatnya kita semua memaknai Islami secara benar. Tidak hanya dari orang saja yang kita nilai secara Islami, tapi ternyata bangunan dan hal-hal lain juga bisa kita katakan Islami atau tidak. Karena semua hal mempunyai makna sendiri-sendiri. Sikap yang mencerminkan sisi dalam dan fisik yang menampakkan sisi luar sudah saatnya kita rehab agar lebih baik.

Go to Top
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE