Posts tagged kenangan

Pantai Kuwaru

Jalan-jalan ke Pantai Kuwaru

24

Agenda akhir minggu yang saya lakukan bersama dengan teman-teman selorong asrama minggu kemaren berkunjung ke salah satu rumah mereka yang kebetulan tidak jauh dari pantai Kuwaru. Saya bersama M. Fajrus Shoddiq, Rudiyanto, Ibnu Hasan, Akmal Maulizar, dan Mansur Hidayat pergi ke Kuwaru menggunakan sepeda motor.  Niat untuk jalan-jalan ini sebenarnya sudah kami agendakan pada awal semester yang lalu, tapi ternyata baru bisa berjalan setelah Ujian Mid Semester Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berlangsung. Pantai Kuwaru terletak di Dusun Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Memang bagi wisatawan pantai ini belum begitu familiar, tapi menurut saya lebih bagus dibanding Pantai parangtritis.

Perjalanan penuh makna ini  kami mulai dari asrama sekitar pukul 16.30 WIB, rintik-rintik hujan hampir saja membuat saya menggagalkan agenda ini, karena buat apa jauh-jauh hujan-hujanan ke pantai. Tapi kami nekat menggunakan sepeda motor ke pantai. Alhamdulillah sampai di tengah perjalanan rintik hujan mulai menghilang dan sampai di pantai ternyata cerah. Setelah kami memarkir motor, kami langsung menuju ke pantai untuk menikmati pemandangan. Wow, ternyata tidak ada tiket masuk.. Sip sip sip… Di sepanjang pantai terdapat banyak sekali pohon cemara dan akasia, jadi suasana di pantai ini terlihat indah dan sejuk. Sayang sekali memang pantainya sekarang terlihat curam tidak seperti dulu waktu saya kesana. Kami memesan makanan sebelum jalan-jalan.

Setelah puas jalan-jalan karena memang juga sudah maghrib, kami menuju mushola untuk mendirikan sholat jamaah di musholla. Mushollanya sekarang juga sepertinya terlihat lebih besar, mungkin memang sudah direnovasi. Setelah itu, kami menuju warung makan yang tadi kami pesan makanan. Ikan Hiu martil ternyata yang dipesan oleh teman-teman saya, wow.. saya baru tahu ternyata ikan hiu itu tulangnya lunak. Akhirnya kami menyantap hidangan hiu martil bakar itu dengan lahap. dan… habis…

Menuju rumah salah satu teman saya yang ternyata merupakan Pondok Pesantren Ar Rahmah, kami ketinggalan sholat jamaah isya karena sudah selesai. Bapaknya temanku ini sedang memberikan kultum kepada santri-santri yang ada disana saat kami tiba. Akhirnya kami sholat jamaah sendiri dengan diimami oleh tuan rumah. Setelah itu kami nonton bareng pertandingan antara Manchester City vs saya lupa. Tidur deh…

Bangun pada subuh hari kami melaksanakan sholat berjamaah dengan semua santri. Kemudian kami jalan-jalan lagi ke jembatan terpanjang di Yogyakarta dan  mencari sarapan. Kami menuju sebuah warung nasi uduk yang menurut saya sangat rame. Wah saya baru tahu, ternyata nasi uduk itu nasi gurih ya. Tapi saya pagi itu tidak memesan nasi uduk, bubur ayam menjadi pilihan karena lebih pas kayaknya buat dimakan pagi-pagi.

Dan akhirnya kami pulang… he he he

Saya hanya bisa berdoa semoga dengan agenda seperti ini jalinan silaturahim antara teman-teman di lorong kami menjadi semakin baik. Bahkan bisa menjadi yang terbaik. Karena agenda seperti ini sangat penting disamping program resmi yang diberikan oleh pihak Unires. Semangat selalu untuk semua teman-temanku, semoga kita semua menjadi yang terbaik di kehidupan kita, jangan pernah melupakan agenda seperti ini. Mungkin sekarang kita belum bisa mengambil manfaatnya, tapi suatu saat nanti saya yakin kenangan manis ini akan selalu terkenang.

Jadikan Kekuranganmu Untuk Maju

22

Yusnita Febri

Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran di usia 10 th. Dimana Pendengaranku mengalami gangguan dengar sebesar 93 dB (Decibel) di kanan-kiri (masuk kategori sangat berat). Perlu di ketahui batas ambang dengar manusia Normal adalah sebesar 0-25 dB. Jadi hanya suara-suara keraslah yang masih bisa kudengar.

Untuk komunikasi mesti dibantu dengan Alat Bantu Dengar (ABD)/Hearing Aid. Walaupun pendengaranku terganggu, namun aku sama dengan kalian yang “Normal”. Aku masih bisa mendengar dengan Alat Bantu Dengar dan tentunya aku punya hati untuk merasakan.

Aku bersyukur masih memiliki mata yang baik untuk membantu dalam mendengar.

Salam..
-Nita-

(more…)

manusia

Pantai Gunung Kidul

12

Assalamu’alaikum……

Mohon maaf sekali karena beberapa hari ini saya off dari kegiatan blogging sampai-sampai ada PR dari mas Asop dan Adekfi belum saya kerjakan. Mungkin akan saya kerjakan setelah ini, g apa-apa kan?

Oh ya… saya juga dapat award dari Mbak Asri tapi belum tak ambil juga,…. maaf (more…)

Mengukir Kenangan Indah

40

Suara deburan ombak dipagi hari memberikan suasana berbeda pada diriku yang sedang berjalan menyusuri pantai di Samudra Hindia ini. Rembulan yang tadi malam gerhana masih terlihat purnama dan semakin tenggelam tergantikan sinar mentari yang muncul dari balik karang di sebelah timur sana. Seorang bapak menggali-gali pasir sisa aliran ombak mencari sesuatu, setelah aku bertanya ternyata sedang mencari undur-undur, ah… lupakan saja apa hewan itu. Diatas sana aku lihat awan berwarna kuning kemerah-merahan terpancar sinar mentari yang baru muncul dari sarangnya. Aku melangkah sambil memandang ke samudra luas tanpa batas, hanya terlihat sebuah garis horisontal antara laut dan langit, (more…)

Go to Top