Posts tagged miskin
Sekolah Masih Mahal
4Judul Sekolah Masih Mahal memang sengaja saya berikan pada posting blog ini. Mengapa saya menjadikan Sekolah Masih Mahal ini menjadi judul tulisan saya, karena hari ini saya mendapatkan sms balasan dari kakak saya yang di kampung bahwa berita tentang aksi bunuh diri yang dilakukan oleh salah seorang siswa MA di desa saya masuk pada Surat Kabar Harian di Propinsi. Sungguh tragis memang, siswa MA ini melakukan aksi bunuh diri karena belum bisa melunasi biaya SPP sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Semester. Padahal neneknya sudah berjanji akan melunasi sore hari setelah mendapat bayaran dari hasil buruh taninya sebesar Rp. 210.000. Uang 210.000 itu sangat besar untuk ukuran masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian buruh tani.
Aksi bunuh diri yang dilakukan oleh siswi MA yang masih satu desa dengan saya ini sungguh merupakan palajaran berharga bagi kita semua. Orang-orang di desa saya yang memang masih banyak yang hidup miskin harus menanggung banyak biaya anaknya yang sekolah, padahal untuk makan sehari-hari saja sudah susah. Bayangkan saja, hidup di desa yang seharusnya punya sawah untuk mata pencaharian atau untuk makan saja bisa kurang. Apalagi bagi mereka yang tidak punya sawah dan terpaksa harus bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak pasti. Ini adalah ujian dan kita memang harus pandai untuk bersabar dalam menghadapi semua ini.
Saya sendiri tidak tahu apakah pihak sekolah tidak memberikan keringanan kepada siswi ini sehingga dia sampai tertekan batinnya dan melakukan aksi bunuh diri. Padahal seharusnya pihak sekolah juga harus memberikan perhatian khusus kepada orang-orang yang memang tidak bisa membayar dengan memberikan keringanan biaya. Di lain pihak, saya berpikir mengapa anak seusia SMA ternyata masih labil seperti ini. Seharusnya siswi ini bisa berpikir jauh dan tidak melakukan aksi nekat hanya gara-gara belum bisa membayar SPP. Memang sangat membingungkan.
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.
Jadikan Kekuranganmu Untuk Maju
22Seseorang yang mengalami gangguan pendengaran di usia 10 th. Dimana Pendengaranku mengalami gangguan dengar sebesar 93 dB (Decibel) di kanan-kiri (masuk kategori sangat berat). Perlu di ketahui batas ambang dengar manusia Normal adalah sebesar 0-25 dB. Jadi hanya suara-suara keraslah yang masih bisa kudengar.
Untuk komunikasi mesti dibantu dengan Alat Bantu Dengar (ABD)/Hearing Aid. Walaupun pendengaranku terganggu, namun aku sama dengan kalian yang “Normal”. Aku masih bisa mendengar dengan Alat Bantu Dengar dan tentunya aku punya hati untuk merasakan.
Aku bersyukur masih memiliki mata yang baik untuk membantu dalam mendengar.
Salam..
-Nita-
Mengingat Zaman SD
35Semangat pagii….
Saya sangat menyadari bahwa sepertinya ingatan saya ini kurang bagus. Ini terbukti ketika saya menggarap soal Ujian misalnya, banyak mata pelajaran yang sudah saya hapalkan hilang begitu saja ketika saya menghadapi lembar soal. Begitu juga dengan banyak kenangan masa lalu, seperti nama teman SD, MTs, maupun SMA. Banyak dari mereka yang saya hanya mengenal dari wajahnya saja dan lupa siapa namanya. Akhirnya ketika bertemu dengan mereka saya hanya tersenyum manis saja. he he (more…)
Meniti Karir jangan Lupa Menikah
45“GAGAL DALAM MEMBUAT RENCANA SAMA DENGAN MERENCANAKAN GAGAL”
Aku melangkahkan kaki menuju Gedung AR Fahruddin A Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk mengikuti Bedah Novel Cinta Suci Zahrana bersama Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam. Panitia meminta kepada para peserta yang sudah mendaftar untuk datang tepat waktu, sehingga aku berangkat sebelum pukul delapan. (more…)
Belajar Bersabar
31Saya sudah stand by di depan netbook dari tadi pagi, tapi ternyata ide untuk menulis tak juga kunjung datang ke otak saya. Saya sampai bingung mau menulis apa. Setelah saya cek, ternyata tulisan terakhir saya tertanggal 8 Mei, itu artinya saya sudah vakum sejak sekitar seminggu yang lalu. Aku jadi malu karena ternyata sampai ada yang berkunjung ke blog dan mengomentari tulisanku sampai berkali-kali. seperti mas Iam, kalau tidak salah dia mengomentari tulisan ku yang KPJLG itu sampai lima kali. Jadi malu saya karena sudah mengecewakan pengunjung blog saya ini. Akhirnya saya hanya bisa mohon maaf kepada pengunjung blog saya karena sudah vakum hampir seminggu tak ada kabar. (Sudah kayak terkenal aja ya… he he he, narsis dikit g apa-apa). (more…)


Komentar anda