Posts tagged politik
Skandal Seks Anggota Dewan, Memalukan
0Seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial PW mendatangi kantor DPRD Pemalang untuk menuntut salah seorang anggota dewan berinisial STW yang menggunakan jasanya tapi tidak mau membayar. Karena anggota dewan sedang melakukan rapat paripurna akhirnya PW rela menunggu agar bisa bertemu dengan STW. PW mengaku STW sudah menggunakan jasanya tapi tidak mau membayar, STW meminta agar PW tidak berhubungan dengan laki-laki lain, bahkan dijanjikan akan dinikahi. Karena PW tidak lagi menjajakan dirinya maka dia kehabisan uang untuk menghidupi anak semata wayangnya.
Potret wakil rakyat yang menurut saya sudah sangat memalukan. Lihat saja, dengan PD nya anggota dewan tersebut no comment ketika ditanyai wartawan. Padahal menurut pengakuan si PSK anggota dewan tersebut selain sudah menggunakan jasanya. Semakin amburadul saja wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi panas itu. Wakil rakyat yang seharusnya membeikan contoh yang baik kepada rakyatnya malah membuat rakyatnya geram atas tindakan mereka.
Saya juga tak bisa berkata-kata lagi. Kasus-kasus yang berseliweran di negara ini sudah seperti angin yang hanya lewat tanpa ada rasa. Kasus-kasus seperti itu akhirnya hanya menjadi tontonan belaka di layar televisi karena sudah biasa. Saya juga sudah tidak kaget lagi mendengar anggota dewan yang korupsi sampai milyaran rupiah. Kalau ditanya bagaimana megatasinya, ya mereka tu diganti saja dengan mahasiswa yang mendemo mereka. mungkin itu akan terjadi sepuluh tahun yang akan datang. Semoga karena mereka itu bukannya yang mendemo wakil rakyat juga sepuluh tahun yang lalu.
Penting melakukan transaksi di awal
5Penting sekali melakukan semua transaksi diawal, karena transaksi adalah kesepakatan yang akan dilakukan oleh orang yang memberikan jasa kepada pengguna. Jangan sampai ada hal kecil saja yang terlewat ketika melakukan sebuah transaksi, karena hal itu akan membuat kita kecewa karena pelayanannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Karena ketika pelayanannya sudah selesai kita baru tersadar ada hal yang terlewatkan. Seperti ketika kita membaca di nota pembelian “barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar/dikembalikan”. Kalimat yang sangat ekstrim menurut saya sebenarnya jika saya bertindak sebagai konsumen.
Ketika sudah selesai mengantar barang-barang teman saya ke tujuan. Pemilik mobil pick up langsung pamit pulang, padahal menurut perkiraan teman saya adalah mobil tersebut akan mengantar teman saya tersebut kembali ke kost-kost an yang awal. Perasaan kecewa yang akhirnya dirasakan oleh teman saya tersebut karena harus pulang dengan menggunakan bus umum. Tapi akhirnya dia juga sadar kalau transaksi yang dilakukan sebelumnya adalah jasa angkutnya hanya bertugas mengantar ke tempat tujuan saja.
Pelajaran dari pengalaman menarik tersebut adalah kita harus jeli terhadap apa saja yang akan kita lakukan. Termasuk ketika kita melakukan transaksi dengan orang lain. Jangan sampai kita merasa dirugikan atau merugikan orang lain. Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain atau pengalaman yang kita alami sendiri.
Taat pada peraturan, bukan takut pak polisi
2Sepulang mengantar teman saya yang sedang pindah pindah kost, ada pengalaman menarik yang saya alami ketika saya mengendarai sepeda motornya. Sekitar pukul 16.30 saya lewat jalan di tengah kota yang ramai, karena mungkin jam-jam itu adalah jam sibuk karena para pekerja sedang pulang dari pekerjaannya. Pengalaman menarik tersebut adalah ketika saya berhenti di lampu lalu lintas (bangjo) karena yang menyala adalah lampu yang berwarna merah dan di lampu tersebut jelas ada tanda yang kalau diartikan adalah “Lurus, berhenti”. Tapi setelah saya berhenti, ternyata ada dua sepeda motor di belakang saya yang jalan terus dengan santai. Langsung saya membatin, sebenarnya saya benar atau salah ketika saya berhenti.
Saya memang orang pertama yang berhenti ketika melihat lampu merah menyala dan kebetulan ditempat tersebut tidak ada pos polisi lalu lintas yang biasanya ada di sekitar perempatan atau pertigaan. Jadi ketika kendaraan di belakang saya jalan terus saya hanya membatin saja mereka itu lihat atau engga kalau lampu yang menyala adalah merah. Tapi setelah dua sepeda motor itu lewat, kendaraan yang lain juga berhenti. Akhirnya saya menyimpulkan bahwa apa yang saya lakukan adalah benar.
Saya sendiri pernah mengalami kejadian malang ketika saya tidak memperhatikan tanda ketika dijalan. Karena kesalahan tersebut akhirnya saya ditilang pak polisi. Saya tidak pernah menyesali hal tersebut, karena saya dengan sadar sudah melanggar jadi wajar kalau saya harus mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah saya perbuat. Yang paling membuat saya masih ingat selalu adalah rasa malu ketika dilihat oleh pengguna jalan lain karena kesalahan tersebut. Malu sekali, tapi ternyata masih banyak pengguna jalan yang belum memiliki rasa malu. Semoga kita semua sadar.
Demi keselamatan sebagai pengguna jalan atau sebagai manusia biasa. Jangan sampai kita hanya takut ketika ada polisi yang menjaga saja karena tilang. Tapi sudah saatnya kita menaati peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, karena kita disuruh untuk taat kepada pemimpin. Selain itu, sebenarnya kita semua hanya dianjurkan untuk lebih menyadarkan diri kita saja, karena teratur itu akan terasa lebih baik.
Gayus, benar-benar Menjadikan Hotel (prodeo)
4Perjalanan Gayus Tambunan ke Bali untuk menonton pertandingan tenis tingkat internasional menjadi alasan semakin hilangnya tingkat kepercayaan saya sebagai masyarakat Indonesia kepada institusi yang seharusnya memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Hanya karena disogok dengan fulus saja mereka sudah terlena dan melupakan tugasnya. Akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa mereka itu sudah tidak layak dijadikan pengaman, karena kisah Gayus bukan kasus satu-satunya saja. Banyak kisah-kisah lain yang bahkan lebih buruk.
Hotel prodeo yang seharusnya dijadikan tempat untuk mendidik orang-orang yang tidak bermoral agar bertobat. Malah dijadikan hotel sebenarnya bagi orang yang berduit, karena dengan duit mereka bisa melakukan apa saja termasuk menjadikan penjara menjadi hotel. Dengan bekerjasama dengan petugas, kegiatan sehari-hari mereka masih bisa dikerjakan, seperti penjual narkoba yang masih melakukan transaksi dengan lancar. Kisah Gayus juga menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa ternyata hotel prodeo itu sudah tidak berfungsi secara semestinya.
Penjara yang dihiasi dengan tembok yang tebal dan pagar berduri yang tinggi tidak menghalangi Gayus yang lumayan gemuk untuk melenggangkan diri plesiran ke Bali. Hanya penyamaran yang sebenarnya tidak profesional menurut saya, karena foto hasil tangkapan fotografer Kompas menunjukkan bahwa gayus hanya menggunakan wig sebagai alat untuk mengelabuhi orang. Padahal setahu saya di luar negeri penyamar itu sudah menggunakan plastik. Berarti Gayus kurang profesional ternyata ya? Atau dia tidak pernha nonton film……
Pembenahan institusi yang seharusnya dilakukan. Pembenhan itu tidak hanya dengan memecat orang-orang yang melakukan kesalahan, tapi dengan memberi didikan dari proses perekrutan sampai akhirnya bertugas hingga akhir masa tugasnya. Karena jika proses perekrutan saja sudah diwarnai dengan kecurangan, itu berarti mereka sudah dididik untuk melakukan kecurangan. Jika semua proses dilakukan pembenahan, bisa dimungkinkan institusi tersebut akan menjadi lebih baik dari sekarang.
Siapa Mau beli batik gayus?


Komentar anda