“Tradisi” Membuang Sampah Sembarang

Ilustrasi oleh Medcom.id

 

Membuang sampah sembarang sudah seperti menjadi tradisi di Indonesia. Masih banyak orang yang tidak memiliki kesadaran atas sampah yang dibuangnya secara sembarangannya itu. Padahal, itu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Jika melihat sungai-sungai ada saja sampah yang tersangkut di pinggiran atau bahkan ikut mengalir sehingga bisa menyumbat saluran air. Tetapi, terkadang pemerintah pun kurang menyediakan tempat sampah yang cukup di tempat-tempat umum yang mana saya sendiri merasakan hal tersebut ketika berada mengunjungi tempat wisata.

Yang menjadi perhatian utama saya adalah permukiman warga di pinggir sungai. Masih sering saya jumpai sungai menjadi tempat pembuangan sampah yang berakhir dengan penumpukan sampah dan menjadikan daerah tersebut menjadi kumuh. Selain menyebabkan banjir, penyakit turut ikut berdatangan, seperti cacingan dan demam berdarah. Ini hanyalah beberapa contoh penyakitnya saja. Salah satu contohnya berada di DKI Jakarta, pemerintah pernah berupaya memindahnya warga di pemukiman kumuh tersebut untuk menempati sebuah rumah susun (rusun) dan pemerintah akan membersihkan kawasan sungai yang tercemar tersebut. Tetapi, tidak membutuhkan waktu yang lama, warga tersebut kembali ke tempat tinggal sebelumnya, yang mana mungkin itulah rumah bagi mereka.

Tidak hanya mencemari sungai. Laut pun akan terkena imbasnya karena air yang membawa sampah dari sungai akan mengalir ke laut. Hal ini mengancam biota laut dan tentu akan mengancam sumber makanan manusia. Hal yang terlihat sepele hanya dengan mungkin selembar plastik per orang, dan bagaimana jika dilakukan oleh 200 juta lebih rakyat Indonesia setiap hari? Maka dari itu, kita semua perlu memiliki kesadaran atas masalah ini. Dalam menjaga lingkungan, mulailah dari diri sendiri dengan melakukan hal-hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya. Ajak orang terdekat untuk membuang sampah pada tempatnya. Perlahan kita bisa memperbaiki kebiasaan buruk dan membangun lkingkungan bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *