PENGGUNAAN MASKER KESEHATAN DENGAN BENAR

Menghirup udara yang tercemar dapat membahayakan kesehatan, padahal kita tidak bisa memastikan apakah udara di lingkungan tersebut aman. Menggunakan masker kesehatan adalah salah satu upaya untuk mencegah menghirup udara yang tercemar baik oleh debu, gas beracun maupun udara tercemar kuman. Sayangnya, banyak orang yang masih keliru saat memakai masker ini. Masker kesehatan sering disebut juga sebagai masker hidung atau kalau di rumah sakit disebut masker bedah. Masker ini mampu mencegah kita menyebarkan tetesan air liur atau ingus yang banyak mengandung kuman. Masker wajah juga dapat melindungi kita dari percikan cairan tubuh orang lain ketika batuk dan bersin.
Orang yang perlu menggunakan masker jenis ini, antara lain:
1. Setiap orang yang berisiko tinggi terpapar debu jalanan, termasuk juga saat berkendara dengan transportasi umum.
2. Orang yang sedang mengalami sakit infeksi saluran nafas(flu, pneumonia, bronkitis, TBC, dan lainnya).
3. Orang yang merawat pasien infeksi saluran nafas.
4. Pembesuk dan petugas bagi pasien yang dirawat dengan penyakit saluran nafas yang menular melalui udara dan percikan ludah (flu, TBC Paru).
5. Pekerja yang menangani persiapan makanan.
Cara memakai masker meski kelihatannya mudah, namun tidak boleh sembarangan. Cara memakai yang keliru bisa sangat meningkatkan risiko kemungkinan terjadinya masalah. Berikut panduan cara memakai masker kesehatan atau masker bedah yang benar:
1. Pastikan bahwa ukuran masker pas dengan wajah Anda, tidak kebesaran atau kekecilan.
2. Selalu cuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer, sebelum menyentuh masker dan memasangnya.
3. Cari sisi luar masker. Jika masker Anda memiliki dua warna berbeda (umumnya hijau dan putih), sisi luar masker adalah yang berwarna hijau. Maka, sisi putihlah yang menempel langsung dengan kulit Anda sementara lapisan hijau menghadap ke luar.
4. Tentukan sisi atas masker, biasanya ditandai dengan adanya garis kawat hidung.

5. Untuk masker yang menggunakan tali: posisikan kawat hidung di atas hidung dengan jari, lalu ikat kedua sisi tali di bagian atas pada kepala mendekati ubun-ubun. Setelah masker sudah bisa menggantung, tarik masker ke bawah untuk bisa menutup mulut hingga dagu. Ikat tali bagian bawahnya di tengkuk atau belakang leher Anda.
6. Untuk masker karet: anda hanya perlu mengaitkan tali karet di belakang telinga. Jika karet terlalu kendor, karet disimpul agar posisi masker lebih rapat.
7. Setelah masker menempel aman di wajah, cubit bagian kawatnya untuk mengikuti lekuk hidung anda agar masker lebih tertutup rapat.
8. Panjangkan lipatan-lipatan masker kebawah untuk menutup semua bagian yang harus ditutup yakni hidung, mulut, hingga dagu.
9. Setelah masker terpasang dengan benar, hindari menyentuh masker apalagi sebelum mencuci tangan.
Masker yang sudah digunakan hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa masker ini hanya efektif digunakan selama 3-4 jam pemakaian atau maksimal 1 hari.
Bagaimana cara melepaskan masker medis dengan tepat?
1. Sama halnya dengan menggunakan masker, sebelum melepaskan masker seharusnya cuci tangan lebih dahulu.
2. Saat melepas masker, hindari menyentuh bagian depan masker karena bagian itulah yang dipenuhi oleh kuman yang menempel dari luar. Hanya sentuh bagian tali atau karet pengaitnya.
3. Untuk melepaskan masker karet, pegang kedua karet yang menempel di telinga, lepaskan dari telinga dan buang ke tempat sampah.
4. Untuk melepas masker tali, pertama buka tali bagian bawahnya, selanjutnya lepaskan tali bagian atas.
5. Langsung buang ke tempat sampah tanpa menyentuh bagian depan masker.
6. Setelah melepas masker dan membuangnya di tempat sampah, sebiaknya cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.
7. Jika masker sudah rusak atau terlihat kotor, segera ganti masker tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar