Proposal BAB I dan BAB III

EVALUASI IMPLEMENTASI BUNDLES CARE  PENCEGAHAN INFEKSI DAREAH OPERASI PADA TAHAP PRAOPERASI DI RSUD Dr.SOEDIRMAN KEBUMEN

Latar Belakang

Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Angka fatalitas kasus berkisar antara 2,3% hingga 14,4% tergantung pada jenis infeksi. Infeksi Daerah Operasi (IDO) atau Surgical Site Infection (SSI) merupakan salah satu jenis HAIs yang menjadi indikator mutu rumah sakit. . IDO juga berdampak memperpanjang masa rawat inap (LOS) dan peningkatan biaya di rumah sakit.

The European Centre for Disease Prevention and Control(ECDC) pada tahun 2014 melaporkan tingginya kejadian SSI. Di Rumah Sakit Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta pada bulan Sepetember tahun 2014 terjadi peningkatan kejadian Infeksi Daerah Operasi secara signifikan dari 0,16%-0,33% menjadi 2,32% melebihi standar yang ditetapkan 2%. Di RSUD dr.Soedirman Kebumen pada tahun 2018 dari sejumlah 5012 tindakan operasi dilaporkan mengalami infeksi 11 pasien (0,23%). Pada triwulan I tahun 2019 ada 8 pasien mengalami Infeksi Daerah Operasi (0,6%) atau mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2018.

Spanish Society of Preventive Medicine, Public Health and Hygiene  (SEMPSPH) mengembangkan sekumpulan intervensi untuk mencegah terjadinya IDO. Sekumpulan intervensi itu disebut dengan Bundles. Bundles ini meliputi pencukuran rambut tubuh dengan clippers, mandi dengan clorhexidine, antibiotik profilaksis, antisepsis kulit pra operasi dengan clorhexidine 2% dan  alkohol, menjaga suhu tubuh di atas 36ºC selama prosedur, dan mempertahankan tingkat glikemik intra dan pasca operasi di bawah 200 mg / dL. Pada implementasinya Bundles dapat menurunkan IDO sampai 4,9%.

Rumusan Masalah

Dari berbagai studi merekomendasikan implementasi bundles care untuk menurunkan insiden  Infeksi Daerah Operasi (IDO). Implementasinya di RSUD dr.Soedirman Kebumen belum maksimal.

Tujuan

Mengetahui gambaran implementasi bundles Infeksi Daerah Operasi (IDO) dan mengetahui persepsi serta dukungan dari manajemen dan staf untuk implementasi  bundles Infeksi Daerah Operasi (IDO)  di RSUD dr.Soedirman Kebumen

Manfaat Klinis

Menjadi salah satu referensi praktik pencegahan Infeksi Daerah Operasi (IDO) di RSUD dr.Soedirman Kebumen.

Manfaat Kebijakan

Menjadi salah satu acuan untuk menyusun program peningkatan kepatuhan terhadap bundles pencegahan Infeksi Daerah Operasi (IDO) di RSUD dr.Soedirman Kebumen.

Jenis dan Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan jenis penelitian gabungan antara kuantitatif dan kualitatif (Mix Methode) dengan desain studi kasus, deskripsi analitik dan pendekatan retrospektif. Metode kuantitatif dilakukan pada variabel kepatuhan implementasi bundles pencegahan IDO sedangkan metode kualitatif dilakukan pada variabel dukungan terhadap implementasi bundles pencegahan IDO.

Subyek dan Obyek Penelitian

Adapun subjek dalam penelitian ini, untuk penelitian kuantitaf adalah semua pasien yang dirawat di ruang Teratai (ruang perawatan bedah) RSUD dr.Soedirman Kebumen yang dilakukan tindakan operasi Bedah Umum. Sedangkan subyek untuk penelitian kulitatif adalah Manajemen rumah sakit, Dokter spesialis bedah, Perawat di IBS dan ruang Teratai.

Populasi, Sampel dan Sampling

Populasi penelitian kuantitatif pada penelitian ini adalah pasien bedah umum yang dirawat di ruang Teratai RSUD dr.Soedirman Kebumen yang menjalani tindakan operasi pada tahun 2018. Pengambilan data kuantitatif pada penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan melakukan telaah terhadap rekam medis  pasien menggunakan tools.

Sedangkan informan pada penelitian kualitatif ini adalah Manajemen rumah sakit, Dokter spesialis bedah, Perawat di IBS dan ruang Teratai. Pengambilan data kualitatif dilakukan setelah mendapatkan data kuantitatif dengan cara melakukan wawancara terstruktur kepada manjemen dan staf.

Penentuan jumlah sampel kuantitatif dengan menggunakan rumus Slovin. Sedangkan untuk pemilihan informan pada penelitian kualitatif menggunakan tehnik random purposive sampling yaitu pada tokoh/pejabat yang memiliki pengaruh terhadap pemberlakuan regualasi di ruang perawatan bedah dan IBS.

Variabel PenelitianVariabel dalam penelitian kuantitatif ini adalah          :

  1. Bundle pencegahan IDO tahap praoperasi, yaitu : Mandi dengan chlorhexidine 2%, Menjaga kadar glukosa darah dan suhu badan normal, Pencukuran daerah operasi dengan cliper, Pemberian antibiotik profilaksis
  1. Implementasi bundle IDO tahap praoperasi.

Sedangkan variabel pada penelitian kualitatif ini adalah dukungan manajemen dan staf terhadap implementasi bundle IDO.

Instrumen Penelitian kuantitatif menggunakan tools checklist untuk mengetahui intervensi dalam bundle IDO praoperasi. Instrumen penelitian kualitatif menggunakan daftar pertanyaan terbuka dilakukan dengan wawancara mendalam untuk mengetahui persepsi dan dukungan terhadap implementasi bundle IDO.

Uji Validitas dan ReabilitasUji validitas pada penelitian kuantitatif yang digunakan adalah teknik Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability.

Analisa DataLangkah analisis data pada penelitian kuantitatif adalah: Editing, Coding, Tabulasi Data, dan Pembahasan atau Diskusi Hasil Penelitian. Pada penelitian kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data dan  penarikan kesimpulan.

Etika Penelitian: Beneficence, Menghargai Martabat Manusia, medapatkan keadilan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar