RSS
 

Archive for the ‘Puisi’ Category

Pagi

15 Sep

Sebuah Awal dari Hari

Dan Awal terbangun dari Mimpi

Membiiarkan sang Mentari

Menyinari Indahnya Bumi

 

Tanpa Ada yang mampu

Menghalangi cahaya Mentari

Ayam-Ayampun mulai

Berkokok dan Pergi kesana-kemari

 

Tak sedikit yang Masih

Tertidur karena Lelah

Akan aktivitas Kemarin

Atau Hanya memang Sang Pendengkur

 

 

 
No Comments

Posted in Puisi

 

Pagi 10-9-2012

10 Sep

Cerah pagi Di yogyakarta

Bawa semangat para Maba

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Dalam Menghadapai Hari Pertama

Masuk Kuliah secara

Resmi dan mendapati adanya

Perbedaan antara masa

Kuliah dengan Masa-masa SMA

 

Semangat Pagi Para Maba

Jangan Pernah Kalian Lupa

Untuk apa kalian Ke Yogyakarta

Dan Juga ingat pesan Orang Tua

Atau para saudara

Yang  jauh disana.

 

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Selalu siap dan Siaga

Membantu kalian dalam meraih

Mimpi dan Cita-cita

Dan Selalu menanti Akan Hadirnya

Karya-Karya Yang akan Kalian

Ciptakan atau gapai.

 

In The End

I Just Wanna Say

Welcome In Muhammadiyah University Of Yogyakarta

 
 

Dalam kesunyian Malam

13 Jan

Di kesunyian malam
hanya suara lagu takkaruan
yang menjadi teman dalam kelam

 

hingar… berdebum di liang telingaku..
tingkahi ceracah kicau gagak yang tak kunjung berhenti meski aQ berteriak melengking

Lengkingan Teriakanku…
tak pernah merasuk dikalbumu
Walau sudah aku coba sepenuh jiwaku…
tuk buatmu… pahami akan hadirmu…di dalam relung hati terdalamku

tuk buatmu… mengerti akan jejakmu..
yang ta pernah lekang meski angin dan dorongan ombak riak menyapu..

 

Menyapu tuk semakin dalam…
iaquinta_amu: dalam akan merasuk dikalbu
hatiku yang takkan pernah tergelam
oleh Gombalan dan rayuanmu…

 

 

IN Memoriam “Ustadzku”

09 Jan

Dikau adalah guru terbaik

Yang pernah ada dalam kehidupanku

Yang tak pernah pilih kasih terhadap muridmu

 

Dikau yang sudah berkali kali

Pergi ke Tanah Suci

Untuk menunaikan Ibadah Haji

Namun engkau tak pernah di panggil Pak Haji

 

Terakhir kali aku berjumpa

Dengan engkau Ustadz ku

Bersama dengan empat temanku

Untuk berkunjung melihat keadaanmu

 

Tak pernah terpikir dalam benakku

Bahwa itu akan menjadi pertemuan terakhirku

Dengan engkau wahai Ustadz ku

 

Sesosok Ustadz yang kan ada di benak kami

Para murid-murid engkau di PERSIS ini

Dengan berbagai macam Mapel yang engkau punyai

Dengan penuh hati tanpa kenal letih di dalam diri

 

Dan kini engkau hanya tinggal kenangan

Dan sejarah bagi kami murid Pesantren

Yang pernah engkau beri Bimbingan

Dengan penuh kasih sayang dan pengertian

 

 

 

 
 

Hari Jumat Malam Tadi

08 Jan
:: Ustadz Ali AbbasHari Jumat malam tadi
Seruas takdir kembali lagi
Tak mampu terhadang diri
Dunia bergema lafadz innalillahiHari Jumat malam tadi
Tercabut ilmu Ustadz sejati
Kembali tersungkur di sisi Ilahi
Lemah tanpa daya menyerah diri

Hari Jumat malam tadi
Dunia tumpah membanjir lagi
Menangisi sosok Ustadz sejati
Air mata tak mampu terhenti

Hari Jumat malam tadi
Berharap dunia jadi saksi
Tercabutnya hamba dari jagad ini
Hilang satu sejuta mampu terganti