RSS
 

Archive for the ‘Motivasi’ Category

Dialah IbuQw

21 Nov

Maafkan aku karena telah mencintai perempuan lain saiiang

Namun aku juga tak mau kehilangan kamu.

Seorang perempuan yang selalu mendoakanku

Seorang perempuan yang selalu menyayangiku

Seorang perempuan yang selalu ada untukku

Walau terkadang aku tak ada untuknya

 

Maafkan aku saiiang…

Seorang perempuan yang takkan pernah kulupa

Seorang perempuan yang takkan pernah bisa tergantikan

di dalam kehidupanku.

Bahkan oleh dirimu sekalipun.

 

Maafkan aku saiiang…

Seorang perempuan yang jauh dariku

Namun selalu dekat dengan Hatiku.

Seorang perempuan yang mengerti tentang aku.

 

Maafkan aku saiiang…

Seorang perempuan yang juga

Kuingin selalu bersamanya

Layaknya keinginanku tuk bersamamu

Walau kutahu, bersamamu

Tak tahu  seumur hidupku

Ataukah hanya sementara saja

Namun bersamanya, seumur hidupku

atau seumur hidupnya.

 

Maafkan aku saiiang..

Perempuan itu yang takkan bisa ku ganti

Air Matanya dengan uang.

Perempuan itu yang Takkan bisa kuganti

Pengorbanannya dengan dengan semua yang kumiliki.

Dialah IbuQw…

 

Perempuan yang lebih ku cintai

Daripada dirimu saiiang…

Kuharap kamu bisa mengerti

 

By: Arlank Ponja Rowie

 

 

Kisah Empat Lilin

28 Oct

Ada empat lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai. Namun manusia tak mampu menjagaku; maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah, dan sedikit demi sedikit lilin itu padam.

 

Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman. Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, tak ada gunanya aku tetap menyala!” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

 

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta. Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”  Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

 

Tanpa terduga, seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu.

 

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

“Jangan takut, janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya. Karena aku adalah HARAPAN.”

 

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya…

 

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita…. Dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, dan Cinta dengan HARAPAN-nya. Don’t give up! Life must go on :)

 

By: Nuzulul Laily

 

JOANNE KATHLEEN ROWLING

28 Oct

sejak kecil, Rowling memang sudah memiliki kegemaran menulis. bahkan di usia 6 tahun, ia sudah mengarang sebuah cerita berjudul Rabbit. ia juga memiliki kegemaran tanpa malu-malu menunjukan karyanya kepada teman-teman dan orangtuanya. kebiasaan ini terus dipelihara hingga ia dewasa. daya imajinasi yang tinggi itu pula yang kemudian melambungkan namanya di dunia.

akan tetapi, dalam kehidupan nyata, Rowling seperti tak henti disera masalah. keadaan yang miskin, yang bahkan membuat ia masuk dalam kategori pihak yang berhak memperoleh santunan orang miskin dari pemerintah Inggris, itu masih ia alami ketika Rowling menulis seri Harry Potter yang pertama. ditambah dengan perceraian yang ia alami, kondisi yang serba sulit itu justru semakin memacu dirinya untuk segera menulis dan menuntaskan kisah penyihir cilik bernama Harry Potter yang idenya ia dapat saat sedang berada dalam sebuah kereta api. tahun 1995, dengan susah payah, karena tak memiliki uang untuk memfotocopy naskahnya, Rowling terpaksa menyalin naskahnya itu dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual.

naskah yang akhirnya selesai dengan perjuangan susah payah itu tidak lantas langsung diterima dan meledak di pasaran. berbagai penolakan dari pihak penerbit harus ia alami terlebih dahulu. diantaranya, adalah karena semula ia mengirim naskah dengan memakai nama aslinya, Joanne Rowling. pandangan meremehkan penulis wanita yang masih kuat membelenggu para penerbit dan kalangan perbukuan menyebabkan ia menyiasati dengan menyamarkan namanya menjadi JK Rowling. memakai dua huruf konsonan dengan harapan ia akan sama sukses dengan penulis cerita anak favoritnya CS Lewis.

akhirnya keberhasilan pun tiba. Harry Potter luar biasa meledak dipasaran. semua itu tentu saja adalah hasil dari sikap pantang menyerah dan kerja keras yang luar biasa. tak ada kesuksesan yang dibayar dengan harga murah.