RSS
 

Pembelajaran Based Learning (PBL)

03 Des
  1. A.    Pengertian Pembelajaran Based Learning (PBL)

PBL dipopulerkan di McMaster University Canada pada tahun 1970-an. Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Kamdi, 2007: 77). PBL atau pembelajaran berbasis masalah sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.

PBL memiliki karakteristik seperti (Tan, 2003; Wee & Kek, 2002) : pembelajaran dimulai dengan pemberian “masalah”, biasanya masalah memiliki konteks dengan dunia nyata, pemelajar secara berkelompok  aktif merumuskan masalah dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan mereka, mempelajari dan mencari materi sendiri terkait dengan masalah, dan melaporkan solusi dari masalah. Sementara guru lebih banyak memfasilitasi, ketimbang memberikan kuliah, guru merancang skenario masalah, memberikan clue-indikasi-indikasi tentang bacaan tambahan, arahan dan saran yang diperlukan saat pemelajar menjalankan proses. Meskipun bukanlah pendekatan yang sama sekali baru, penerapan metode PBL mengalami kemajuan pesat di banyak perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu dinegara-negara maju (Tan, 2003). Yang mendapatkan fokus penekanan dalam proses terhadap PBL , seperti kata Peterson (2004), bukan saja pada saat pembelajaran itu terjadi, tetapi juga nantinya dimasa datang, yakni kecakapan-kecakapan yang diperoleh akibat proses itu. Apa yang diketahui pemelajar kurang begitu penting dibandingkan bagaimana ia mengetahuinya.

PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Dalam model PBL, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih sehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalah tetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatian tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan ketrampilan menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis.

Bila pembelajaran yang dimulai dengan suatu masalah apalagi kalau masalah tersebut bersifat kontekstual, maka dapat terjadi ketidakseimbangan kognitif pada diri siswa. Keadaan ini dapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacam-macam pertanyaan di sekitar masalah seperti “apa yang dimaksud dengan….”, “mengapa bisa terjadi…”, “bagaimana mengetahuinya…” dan seterusnya. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telah muncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik siswa untuk belajar akan tumbuh. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa mempunyai inisiatif untuk belajar secara mandiri. Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada bagaimana dia membelajarkan dirinya.

  1. B.     Menfasilitasi proses berpikir

Seperti yang telah disebutkan diatas, salah satu tujuan dan memanfaat sesi PBL adalah mencoba membuat proses berpikir  pemelajar lebih baik.  Pendidik harus mampu menciptakan suasana dialog antara dirinya dengan kelompok pemelajar. Saat menfasilitasi pendidik harus memediasi dengan penuh selidik, bertanya, untuk memfasilitasi konsep kunci atauprinsip maupun teori.

 

  1. C.    PBL dan Masalah dalam Pembelajaran
    1. 1.      Perbedaan PBL vs Metode Lain
Metode belajar Deskripsi
Ceramah Informasi dipresentasikan dan di diskusikan oleh pendidik dan pemelajar
Kasus atau studi Pembahasan kasus biasanya dilakukan di akhir perkuliahan dan selalu disertai dengan pembahasan dikelas tentang materi (dari sumber-sumbernya) atau konsep terkait dengan kasus. Berbagai materi terkait dan pertanyaan diberikan pada pemelajar
PBL Informasi tertulis yang berupa masalah diberikan sebelum kelas dimulai. Fokusnya adalah bagaimana pemelajar mengidentifikasikan isu pembelajaran sendiri untuk memecahkan masalah. Materi dan konsep yang relevan ditemukan oleh pemelajar sendiri.

 

 

 

  1. 2.      7 Langkah Proses PBL
  2. Mengklarifikasi istilah dan konsep yang belum jelas.

i.      Memastikan setiap anggota memahami berbagai istilah dan konsep yang ada dalam masalah.

  1. Merumuskan masalah

i.      Fenomena yang ada dalam masalah menuntut penjelasan hubungan-hubungan apa yag terjadi di antara fenomena itu.

  1. Menganalisis masalah

i.      Anggota mengeluarkan pengetahuan terkait apa yang sudah dimiliki anggota tentang masalah.

  1. Menata gagasan Anda secara sistematis menganalisisnya dengan dalam

i.      Bagian yang dianalisis dilihat keterkaitannya satu sama lain, dikelompokkan. Analisis adalah upaya memilah-milah sesuatu menjadi bagian-bagian yang membentuknya.

  1. Memformulasikan tujuan pembelajaran

i.      Kelompok dapat merumuskan tujuan pembelaan karena kelompok sudah tahu pengetahuan mana yang masih kurang, dan mana yang masih belum jelas. Tujuan pembelajaran akan dikaitkan dengan analisis yang dibuat.

  1. Mencari informasi tambahan dari sumber yang lain (di luar diskusi kelompok)

i.      setiap anggota harus mampu belajar sendiri dengan efektif untuk tahapan ini, agar mendapatkan informasi yang relevan.

  1. Mensintesa (menggabungkan) dan menguji informasi baru, dan membuat lapoan untuk dosen/kelas

Di tahap ini, ketrampilan yang dibutuhkan adalah bagaimana meringkas, mendiskusikan dan meninjau ulang hasil diskusi untuk nantinya disajikan dalam bentuk paper atau makalah. Di sinilah kemampuan menulis dan mempresentasikan sangat dibutuhkan dan sekaligus dikembangkan.

 

                        

 3.      Manfaat PBL

  • Menjadi lebih ingat dan meningkat pemahamannya atas materi ajar.
  • Meningkatkan focus pada pengetahuan yang relevan.
  • Mendorong untuk berfikir
  • Membangun kerja tim, kepemimpinan, dan ketrampilan social.
  • Membangun kecakapan belajar (life-long learning skills)
  • Memotivasi pemelajar. 

 D.    Penilaian Proses PBL

1. Penilaian bukan hal yang terpisah dari pembelajaran

Aspek penilaian adalah salah satu proses penting dalam setiap pembelajaran. Maka, seharusnya angka penilaian yang kita berikan pada pemelajar bisa menggambarkan secara utuh bagaimana kinerja belajarnya.

2.Penilaian saat pertemuan pertama

Penilaian yang dilakukan di sini, dilakukan bersamaan dengan aktifitas memfasilitasi. Kita memastikan keaktifan peserta dengan mengamati mereka satu persatu.

3.Penilaian saat pertemuan kedua

Penilaian pada pertemuan kedua dapat dilakukan pada pertemuan ketiga dengan memanfaatkan laporan tugas individu atau subkelompok.

4.Penilaian pertemuan ketiga

A.Laporan tertulis

Laporan tertulis PBL tetap dianjurkan untuk menjadi satu aspek penilaian dengan asumsi bahwa bagaimanapun kecakapan menulis penting bagi peserta.

B.Presentasi

Presentasi kelompok dapat dijadikan ajang berlatih komunikasi bagi pemelajar.

Kesimpulan

PBL sebaiknya digunakan dalam pembelajaran karena dengan PBL akan terjadi pembelajaran yang bermakna, Siswa yang belajar memecahkan suatu masalah akan membuat mereka menerapkan pengetahuan yang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukannya.  Artinya belajar tersebut ada pada konteks aplikasi konsep. Belajar dapat semakin bermakna dan dapat diperluas ketika siswa berhadapan dengan situasi dimana konsep tersebut diterapkan.  Selain itu melalui PBL ini siswa dapat mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara berkesinambungan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yang mereka lakukan sesuai dengan aplikasi suatu konsep atau teori yang mereka temukan selama pembelajaran berlangsung. PBL juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.

 
1 Comment

Posted in pendidikan

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

 

 
  1. Avatar of wahyu budi nugroho

    wahyu budi nugroho

    3 Desember 2012 at 05.54

    mantabbb batu bara,,,, tapi bedanya PBL dengan model pembelajaran lain apa????

     
 
Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE