PEGUNUNGAN BUKIT BARISAN SUMATRA

  Wisata   1 Desember 2012

Pegunungan Bukit Barisan adalah jajaran gunung yang membentang dari ujung  utara Aceh sampai ujung selatan Lampung pulauSumatra,  memiliki panjang lebih kurang 1650 km. Rangkaian pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi Gunung Krinci yang berlokasi diJambi, berketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Bukit Barisan terletak dekat pertemuan antara pelat tektonik Eurasia dan Australia

 

Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki beberapa gunung api aktif, dikenal sebagai Cincin Api Pasifik dalam konteks vulkanologi dunia. Di kalangan geolog, sisi-sisi benua yang menghadap ke Samudra Pasifik memang dikenal akan untaian gunung berapi aktifnya — mulai dari Chile di selatan Amerika, Kolumbia, San Salvador, Meksiko, Amerika Serikat, Kanada, Alaska, berputar ke arah Benua Asia ke Jepang, Kepulauan Mariana, Filipina, Kepulauan Indonesia, hingga ke Selandia Baru. Secara geografis, Kepulauan Indonesia pun menjadi titik bertemunya dua rangkaian pegunungan utama: Rangkaian Pegunungan Sirkum Pasifik dan Maditerania. Pegunungan Bukit Barisan sendiri adalah bagian dari Rangkaian Maditerania yang dimulai dari Pegunungan Pirenina di Spanyol-Prancis, Pegunungan Alpen di Eropa Barat, Pegungan Kaukasus di Eropa Timur, Pegunungan Zagros di utara Irak-Iran, Pegunungan Himalaya, menerus melewati utara Myanmar, menyeberang di Laut Andaman, hingga menyentuh Sumatra di utara Aceh.

Lantas, proses geologis apa yang menyebabkan terbentuknya Pegunungan Bukit Barisan yang menyebabkan potongan timur-barat Pulau Sumatra menjadi seolah-olah tidak seimbang? Jawabannya terletak pada sutau peristiwa maha dahsyat di masa lampau, ketika Lempeng India-Australia bergerak dan menunjam di bagian bawah Lempeng Eurasia. Ketika kontak dua lempeng raksasa ini terjadi di Sumatra, keduanya membentuk sudut yang berakibat kecepatan penunjaman menjadi berkurang (Verstappen, 2000). Hal itulah yang mungkin menyebabkan gunung api di Sumatra tidak sebanyak Pulau Jawa yang interaksi lempeng-lempengnya berarah tegak lurus.

Interaksi antara kedua lempeng itu emlahirkan sebuah robekan pada permukaan bumi Sumatra yang terletak di antara Pegunungan Bukit Barisan, dikenal se bagai dextral transcurrent fault system, atau Sesar Besar Sumatra. Sesaran ini mematah dalam zona yang rumit, berawal dari pulau-pulau di ujung utara Sumatra di Aceh, membentuk lembah-lembah memanjang di daratan, dan di antaranya membentuk deretan danau-danau besar di sepanjang jalur yang dilintasinya, hingga ke ujung selatannya di Teluk Semangko, Lampung.

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE