Manfaat Kimchi untuk Kesehatan Tubuh

February 6, 2021

Seperti diketahui, kimchi merupakan sajian tradisional Korea yang terbuat dari sayuran hasil fermentasi. Biasanya, kimchi terdiri dari kubis yang dibumbui dengan gula, garam, bawang bombay, bawang putih, jahe, dan cabai. Selain kubis, kimchi juga bisa dibuat dari sayuran lain, antara lain lobak, seledri, wortel, mentimun, terong, bayam, daun bawang, bit, dan rebung.

Menurut jurnal yang diterbitkan di National Library of Medicine, hidangan kimchi tidak hanya memiliki rasa yang enak, tetapi juga menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini beberapa manfaat kimchi bagi kesehatan.

Mengandung probiotik

Fermentasi dalam kimchi menggunakan bakteri Lactobacillus untuk memecah gula menjadi asam laktat, yang memberi kimchi rasa asam yang khas. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan tahun 2015, bakteri ini diketahui memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, di antaranya mengobati kondisi seperti demam dan diare jenis tertentu.

Selain itu, proses fermentasi juga menciptakan lingkungan yang memungkinkan bakteri ramah lainnya tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Ini termasuk probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang menawarkan manfaat kesehatan, seperti memberikan perlindungan dari atau memperbaiki beberapa kondisi, termasuk jenis kanker tertentu, flu, sembelit, kesehatan jantung, dan kesehatan saluran pencernaan.

Dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh

Ada sebuah penelitian yang sudah membuktikan bahwa kimchi ini merupakan makanan yang bisa memperkuat daya tahan tubuh kita. Makanan ini bisa menurunkan kadar TNF alpha.

Karena kadar TNF alpha sering meningkat selama infeksi dan penyakit, penurunan mengindikasikan bahwa sistem kekebalan bekerja secara efisien. Studi 2018 lainnya yang mengisolasi Lactobacillus plantarum dalam tabung juga menunjukkan bahwa bakteri ini memiliki efek meningkatkan kekebalan.

Dapat mengurangi peradangan

Tidak hanya membantu memperkuat sistem kekebalan, probiotik dan senyawa aktif dalam kimchi dan makanan fermentasi lainnya juga dapat membantu melawan peradangan. Sebuah penelitian menunjukkan Dengan mengkonsumsi ekstrak kimchi setiap hari selama satu minggu akan menurunkan enzim yang bisa menyebabkan peradangan.

Sementara itu, penelitian tabung reaksi tahun 2015 menegaskan bahwa HDMPPA, salah satu senyawa utama dalam kimchi, menunjukkan sifat anti-inflamasi dengan memblokir dan menekan pelepasan senyawa inflamasi.

Bisa memperlambat penuaan

Ternyata, hidangan kimchi dianggap bisa memperlambat proses penuaan. Hal ini dibuktikan dalam penelitian berjudul Efek anti-penuaan dan mekanisme kimchi selama fermentasi di bawah sistem seluler penuaan dini akibat stres, mencatat bahwa dalam penelitian tabung reaksi, sel manusia yang diobati dengan kimchi menunjukkan peningkatan viabilitas, yang mengukur kesehatan sel dalam cara umum. seluruh. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk merekomendasikan kimchi sebagai perawatan anti penuaan.

Dapat membantu menurunkan berat badan

Kimchi segar dan fermentasi memiliki kalori rendah, sehingga dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dibuktikan dalam studi tahun 2011 yang dilakukan selama empat minggu yang melibatkan 22 orang kelebihan berat badan yang menemukan bahwa mengonsumsi kimchi segar atau yang difermentasi dapat membantu menurunkan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan lemak tubuh. Selain itu, kimchi yang difermentasi khusus juga dapat membantu mengontrol kadar gula darah.

Dapat mendukung kesehatan jantung

Manfaat kimchi selanjutnya adalah dapat menunjang kesehatan jantung. Berdasarkan studi tahun 2013 yang dilakukan selama seminggu yang melibatkan 100 orang, ditemukan bahwa mengonsumsi 0,5-7,5 ons (15-210 gram) kimchi setiap hari dapat secara signifikan menurunkan gula darah, kolesterol total, dan kadar kolesterol LDL (jahat). kesemuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar