Tanya jawab seputar Sistem Tenaga listrik

SOAL LATIHAN :

Jelaskan dengan skema dan penjelasan singkat, apa yang dimaksud dengan sistem    tenaga listik ?

Jelaskan fungsi jaringan distribusi pada suatu sistem tenaga listrik ?

Saluran transmisi biasanya menggunkan level tegangan dengan sistem yang lain,       mengapa demikian ?

Sistem interkoneksi di indonesia hanya dilakukan di daerah pulau jawa, sedang di    daerah lain tidak dibuat demikian, jelaskan ?

Atas pertimbangan beban industri atau rumah sakit yang cukup   besar berlangganan PLN dengan tegangan menengah 20 kV bukan 220 volt ?

JAWABAN :

Dilihat dari susunan kalimatnya, yaitu:

Sistem adalah semua unsur yang bekerja secara teratur dan saling berhubungan       sehingga menghasilkan sesuatu. Jadi yang dimaksud dengan sistem tenaga listrik     adalah beberapa unsur perangkat yang terdiri dari pembangkitan, penyaluran,     distribusi dan pengguna, yang saling berhubungan sehingga menghasilkan sebuah                  energi atau tenaga listrik.

Distribusi adalah penyaluaran dan pembagian ke beberapa tempat. Sehingga distribusi tenaga listrik adalah penyaluran dan pembagian tenaga listrik melalui suatu jaringan dan perlengkapannya kepada pelanggan/pengguna.

Karena masing-masing jenis pembangkit tenaga listrik mempunyai prinsip kerja yang berbeda-beda, sesuai dengan penggerak mulanya/sumbernya. Dalam pembangunan pembangkit tenaga listrik, secara umum ada beberapa pertimbangan dan tahapan yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Analisa mengenai dampak lingkungan.
  2. Memperhitungkan ketersediaan sumber daya penggerak.
  3. Tersedianya lahan seserta sarana dan prasarana.
  4. Pertimbangan dari segi pemakaian pembangkit tenaga listrik
  5. Biaya pembangunannya harus ekonomis dan diupayakan memakan waktu sesingkat      mungkin. Sehingga bisa kontinyu.
  6. Pertimbangan dari segi kemudahan dalam pengoperasian, keamanan, mudah dalam        pemeliharaan dan umur operasional.
  7. Harus dipertimbangkan kemungkinan bertambahnya beban.
  8. Berbagai pertimbangan sosial.

Untuk pembangkit yang berkapasitas lebih besar biasanya menggunakan     level tegangan yang lebih tinggi. Hal ini dilakukan agar kuat arus yang mengalir tidak terlalu besar, karena untuk daya yang tertentu, besar arus yang mengalir         berbanding terbalik dengan tegangannya. Level tegangan pada pembangkit jarang             menggunakan level tegangan yang lebih tinggi, karena semakin tinggi level             tegangan generator, maka diperlukan banyaknya lilitan pada generator harus lebih          banyak lagi. Dengan lilitan yang lebih banyak mengakibatkan generator menjadi      lebih besar dan lebih berat sehingga dinilai lebih tidak efisien.

Karena di daerah lain seperti Sulawesi, pemakaian listrik belum begitu besar seperti di pulau jawa. Dan sumber atau pembangkit listrikpun belum begitu banyak dibangun sehingga masih dipertimbangkan untuk menggunakan sistem interkoneksi.

Apabila menggunakan tegangan 220 Volt, maka arus yang dihasilkan akan semakin besar dibanding menggunakan tegangan 20.000 Volt, sehingga penghantar atau kabel yang digunakan harus besar. Secara teknis jelas merugikan bagi PLN, sehingga PLN member tegangan yang besar untuk memperkecil arus.

 

 

2 Responses to “Tanya jawab seputar Sistem Tenaga listrik”

  1. It’s not my first time to pay a visit this web page, i am browsing this web page dailly and get fastidious information from here all the time.

Leave a Reply