Pemberdayaan Generasi Muda di Sektor Pertanian

imagesvvvv

PEMBERDAYAAN GENERASI MUDA DISEKTOR PERTANIAN

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional. Sektor ini merupakan sektor yang kurang mendapatkan perhatian secara serius dari pemerintah dalam pembangunan bangsa. Meski demikian sektor ini merupakan sektor yang banyak menampung tenaga kerja dan sebagian besar penduduk Indonesia bergantung di sector ini. Namun pembangunan pertanian Indonesia hingga saat ini masih belum dapat menunjukkan hasil yang maksimal jika dilihat dari tingkat kesejahteraan petani dan kontribusinya pada pendapatan nasional.

Sektor pertanian mempunyai peran yang strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tahun 2010 sektor pertanian mampu menyerap 40.491.257 (38,35%) tenaga kerja nasional dan sebanyak 14.081.620 (34,78%) orang yang merupakan Generasi Muda Pertanian atau tenaga kerja kelompok umur 15-34 tahun. Potensi tenaga kerja pada kelompok umur yang tergolong muda ini juga dikategorikan sebagai Generasi Muda Pertanian yang memiliki kedudukan strategis untuk dikembangkan kapasitasnya.

Kondisi Pertanian di Indonesia menghadapi masalah alih generasi . dimana terdapat kecenderungan bahwa generasi muda pertanian yaitu pemuda-pemuda tani cenderung tidak tertarik untuk bekerja di sektor pertanian. Melihat kondisi seperti ini perlu disosialisasikan akan peran pemuda tani dalam menggerakkan pembangunan agribisnis sehingga terjadi transformasi budaya dari pertanian yang tradisional menjadi pertanian modern yang berorientasi agribisnis.

Beberapa permasalahan umum yang menyebabkan generasi muda pertanian cenderung tidak tertarik bekerja pada sektor pertanian, antara lain :
1) citra sektor pertanian dan profesi petani yang kurang menjamin masa depan,
2) sikap mental priayi yang lebih menyukai pekerjaan menjadi pegawai atau karyawan,
3) kurang berkembangnya jiwa kewirausahaan,
4) kurang membudayanya sikap disiplin dan etos kerja keras.

Oleh karena itu permasalahan alih generasi ini perlu diatasi sehingga pembangunan pertanian dapat terlaksana dan berkelanjutan.
Generasi muda pertanian atau yang sering disebut pemuda tani , merupakan mayoritas penduduk perdesaan.Umumnya mereka memiliki latar belakang pendidikan yang relatif tinggi dibandingkan dengan orang tuanya, sehingga memiliki sikap mental yang lebih terbuka terhadap pembaharuan dibandingkan dengan orang tuanya. Sesuai usianya yang masih relatif muda, pemuda tani memiliki sifat-sifat yang dinamis, terbuka, spontan dan berani.

Sekalipun pembangunan pertanian yang dilaksanakan dengan berbagai cara positif untuk peningkatan derajat kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan, namun karena dampaknya bagi peningkatan taraf hidup para petani sendiri masih jauh dari memuaskan, menyebabkan minat generasi muda, terutama yang berpendidikan, untuk berkiprah di sektor pertanian tampak tidak menggembirakan.

Menyadari bahwa tersedianya sumber daya manusia pertanian dengan jumlah yang cukup, penyebaran yang merata serta mutu yang tinggi adalah penting bagi keberlanjutan, keberhasilan dan mordernisasi pembangunan pertanian di Indonesia, maka upaya untuk meningkatkan pemberdayaan generasi muda, terutama yang berpendidikan, di sektor pertanian harus dapat dilakukan, salah satunya dengan cara: profesi pertanian dapat menjamin masa depan dan bagaimana mengembangkan jiwa kewirausahaan pemuda tani yang mempunyai sikap disiplin dan kerja keras.

Pengembangan jiwa kewirausahaan pemuda tani
Jiwa kewirausahaan ( entrepreneurship) merupakan modal dasar kemampuan pemuda tani untuk mandiri dalam mengembangkan usahataninya Mengingat kewirausahaan merupakan suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat suatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi) untuk mencapai kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.
Jiwa kewirausahaan agribisnis pemuda tani perlu ditumbuhkembangkan untuk menjadi petani masa depan yang professional,kreatif, inovatif dan berwawasan global, serta mampu memainkan peran strategis, sebagai :
1) petani atau pelaku usaha agribisnis yang maju dan modern,
2) pemimpin petani masa depan,
3) pelopor dan penggerak pembangunan pertanian perdesaan, dan 4) penyuluh pertanian swadaya.

Azrul Azwar

Disampaikan pada Rapat Koordinasi Program Reorientasi Pendidikan Pertanian, BP-SDM Pertanian, Bogor 26 Maret 2008

Skip to toolbar