Memanfaatkan Keterpaduan dan Sinergi Sumber Daya Genetik

Perpaduan antara tanaman dan hewan dalam suatu usaha tani bnukan hanya suatu koleksi acak sumber daya genetik. Tiap spesies harus sesuai dengan lingkungan biofisik dan sosioekonomi usaha tani tersebut dan harus menunjukkan fungsi produksi, reproduktif, protektif dan sosial, atau suatu kombinasi dari semua itu. Spesies dan varietas dipilih untuk memenuhi kebutuhan subsistem dan sering juga untuk dijual, diantara tujuan-tujuan lain yang mungkin ada dalam rumah tangga petani. Pilihan terhadap tanaman dan ternak akan tergantung pada apa yang bisa diproduksi pada suatu rumah tangga dan apa yang bisa diperoleh dipasar, dengan mempertimbangkan kuantitas, kualitas, dan harga produk padar serta pelayanan dan kendala suplainya.
Kesesuaian lahan, permintaan pasar, ketersediaan sumberdaya dan input – input mungkin mengharuskan petani untuk mengutamakan tanaman atau hewan tertentu, yakni untuk membatasi keanekargaman. Menciptakan peluang pasar bagi produk sejumlah jenis tanaman, pohon dan hewan yang lebih beragam akan memberikan lebih banyak peluang kepada petani untuk mendapatkan keuntungan dari budidaya sistem penanaman ganda yang terpadu.
Memelihara ternak untuk menjamin subsistensi khusunya pada daerah yang berisiko tinggi, misalnya pada daerah kering. Ternak berfungsi sebagai penyangga. Beragamnya pemeliharaan ternak memperluas strategi penurunan risiko budidaya tanaman ganda hingga akan meningkatkan stabilitas ekonomi sistem usaha tani. Penyebaran risiko dengan praktek budidaya ternak dan tanaman bisa mengakibatkan produktivitas lebih rendah dalam tiap sektor daripada usaha dengan satu sektor tunggal, tetapi produksi total persatuan luas bahan bisa meningkat karena hasil dari tanaman dan ternak bisa diperoleh dari lahan yang sama.

Skip to toolbar