Meminimalkan Kerugian karena Penyakit dan Hama

Tindakan tindakan perlindungan tanaman dapat dibagi dalam kategori-kategori utama sebagai beikut:

  1. Tindakan sanitasi, misalnya memanfaatkan bibit yang sehat, benih yang bersih dan alat-alat yang bersih membersihkan sumber infeksi
  2. Penanaman ganda, misalnya dengan budidaya ganda, rotasi, tanaman perangkap, tanaman umpan, pohon naungan
  3. Praktek budidaya, misalnya dengan pemupukan kandang, pemulsaan, pengolahan, pengairan, jadwal penaburan benih, jarak tanam
  4. Tindakan mekanis, misalnya pencabutan atau pemetikan, pengolahan tanah dengan mencangkul atau membajak, perangkap mekanis
  5. Tindakan biologis, misalnya introduksi atau pelestarian musuh alami, seperti burung, serangga, mikroba, tumbuhan
  6. Eksploitasi ketahanan inang
  7. Tindakan kimiawi baik yang dari tumbuhan maupun yang buatan
  8. Praktek penyimpanan(Sutanto,2002).

Untuk meningkatkan perlindungan tanaman diperlukan kerja sama antara petani dan ilmuwan. Petani bisa melakukan ujicobanya sendiri, namun mereka seringkali membutuhkan informasi dan pengetahuan tambahan tentang efek dan bahaya pestisida yang berasal dari tanaman, pengaruh musuh alami, atau identifikasi kerusakan akibat hama. Selain itu bioteknologi dan rekaya genetika dalam pengendalian hayati digunakan untuk mengembangkan pestisida mikrobia di masa mendatang. Langkah nyata yang dapat dilihat adalah mengembangkan strain patogen secara komersial. Pemindahan plasma kode-toksin antara isolasi Bt dan pemindahannya serta alternatif organisme diketahui menghasilkan bakteri transgenik yang mencerminkan gen Bt toksin. Bakteri jenis ini kemungkinan mampu bertahan dalam jangka panjang di permukaan daun tanah. Jenis tanaman transegnik yang mengandung gen Bt toksin kemungkinan mempunyai peluang untuk mengembangkan strategi produksi tanaman.

Beberapa gatra bioteknologi yang cukup penting untuk diperhatikan adalah produksi dan stabilitasnya, inang, virulensi, ketahanan dan registrasi. Menggunakan kultur sel serangga merupakan alternatif yang cukup menjanjikan untuk menghasilkan gen asing. Saat ini sangat dimungkinkan untuk melaksanakan karakterisasi dan mengubah gen pada aras molekuler dan tehnik DNA rekombinasi untuk tujuan rekayasa dan memindahkan gen secara silang.

Peran dan kebijakan-kebijakan pemerintah pun berpengaruh pada keberlanjutan dunia pertanian, karena menyangkut kendala mutu yang merupakan prasyarat untuk menunjang keberhasilan biopestisida. Kemungkinan besar yang menurunkan kualitas prosuk dari suatu perusahaan adalah: kontaminasi, penyimpanan yang buruk, ketidakmurnian, strain tidak efisien, formulasi yang kurang tepat. Hal tersebut di atas kemungkinan akan berpengaruh pada efisiensi biopestisida dan konsumen tidak memperoleh manfaat dari penggunaan biopestisida. Dengan demikian standar biopestisida sangat diperlukan untuk meyakinan kualitasnya. Meskipun demikian, kendali mutu yang disusun harus mudah diadopsi dan di cek. Pelaksaaan ini mungkin dapat diaplikasikan dalam jangka waktu yang lama karena membutuhkan proses-proses serta tahapan untuk dapat membuat kerangka kebijakan dan menerapkan nya sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat .

Skip to toolbar