Mengelola arus radiasi sinar matahari , air, dan udara

Tumbuhan dan hewan yang berbeda memiliki kebutuhan akan cahaya, suhu, air, dan kelembaban yang berbeda pula. Kondisi pertumbuhan tanaman dan ternak sangat ditentukan oleh kondisi iklim. Kondisi ini bisa tidak selalu optimal bagi petumbuhan, bisa menyebabkan kerusakan pada tanaman, ternak atau tanah, dan bisa mencakup faktor risiko besar. Kondisi iklim di suatu usaha tani terutama ditentukan oleh aliran radiasi sinar matahari, air, dan udara.

Petani bisa memanfaatkan aliran-aliran ini secara optimal dengan memilih tanaman dan ternak yang cocok dengan kondisi iklim tertentu. Atau mereka bisa mempengaruhi susunan dan struktur tajuk tumbuhan serta lapisan penutup pada tanah guna memanipulasi aliran radiasi, air, dan udara untuk menciptakan iklim mikro yang mendukung pertumbuhan tanaman dan hewan tertentu, praktek ini disebut pengelolaan iklim mikro.

Bentuk lahan atau susunan tumbuhan dapat dipilih sedemikian rupa sehingga aliran air dengan sengaja diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan air bagi pertumbuhan tanaman. Praktek ini disebut pengelolaan air.

Aliran radiasi sinar matahari, air, dan udara dapat juga menyebabkan erosi tanah yang hebat. Bagi petani, erosi tanah berarti penurunan baik produksi mapun modal sumber daya alam pada usaha taninya. Dengan memanipulasi aliran-aliran tersebut ( pengendalan erosi), petani mungkin dapat meminimalkan risiko dan kerugian. Petani asli setempat sering mengembangkan teknik-teknik yang hebat menggabungkan sumber daya air, tanah, dan udara yang ada guna memanfaatkan radiasi dan air maksimum serta melindungi tanaman dan ternak dari kerusakan oleh masing-masing aliran.

Petani bisa menggabungkan tanaman (penanganan bertingkat-tingkat, tumpangsari, pagar hidup) yang masing-masing dengan ciri tajuk yang saling melengkapi, sehingga satu jenis tanaman menciptakan kondisi yang mendukung ( dalam hal naungan, perlindungan dari angin, kelembaban, dan sebagainya) bagi tanaman lainnya. Hal ini bisa jadi dilakukan dengan struktur fisik, mulsa atau pengairan/ dengan demikian, kondisi iklim mikro untuk produksi tanaman dan ternak bisa diperbaiki dan radiasi sinar matahari yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.

Petani juga bisa mempengaruhi ketersediaan air dan udara di dalam tanah dengan memperbaiki struktur tanah dan kapasitas penyimpanan (misalnya melalui pengelolaan bahan organik dn pengolahan tanah) dengan meningkatkan kemampuan infiltrasi dan menurunkan penguapan (misalnya melalui pemulsaan dan pengolahan tanah), dengan meningkatkan infiltrasi ke dalam tanah (misalnya konservasi/pengumpulan air dan irigasi) atau dengan mengeluarkan kelebihan air dari lahan (melalui drainase). Dalam hal konservasi/pengumpulan air, irigasi dan drainase, mungkin struktur fisik tertentu perlu dibuat untuk menciptakan lingkungan mikro, sehingga sinergi yang diperoleh dari pengumpulan air dan unsur hara dapat dimanfaatkan sebaik-sebaiknya. Didaerah kering irigasi mengurangi risiko kegagalan budidaya tanaman yang disebabkan karena kekeringan dan sangat berpotensi untuk meningkatkan produksi biomassa melalui perbaikan kondisi pertumbuhan(Reinjtjes dkk,1992).

Skip to toolbar