ANALISIS STRESS KERJA, BEBAN KERJA, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION MELALUI KOMITMEN ORGANISASI PADA PERAWAT

Turnover perawat terjadi pada rumah sakit swasta, mempunyai aturan dan pedoman ataupun komitmen yang diatur secara internal yang tidak memperhitungkan unsur benefit-cost dan cost effectiveness bagi perawatnya. Tuntutan akan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat mengharuskan perawat bekerja secara professional dengan beban kerja yang tinggi. Fenomena yang berkembang dalam dunia industri dan organisasi yang cenderung lebih berkomitmen terhadap profesi daripada organisasi tempatnya bekerja. Kejadian turnover juga bisa terjadi pada perawat. Mengingat adanya dinamika internal (perkembangan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang, rumah sakit dihadapkan pada upaya penyesuaian diri untuk merespon dinamika eksternal dan fungsi integrasi potensial-potensial internal dalam melaksanakan tugas yang semakin kompleks. Turnover perawat merupakan tantangan yang serius terhadap efisiensi dan efektivitas pelayanan kesehatan. Banyak ketakutan terhadap administrator tentang turnover perawat dan menjadi rujukan bagaimana menyediakan cara menekan masalah turnover tersebut. Turnover yang terjadi sangat merugikan organisasi baik dari segi biaya, sumber daya maupun motivasi perawat. Turnover terjadi berarti organisasi kehilangan sejumlah tenaga kerja. Kehilangan ini menyebabkan organisasi mencari perawat yang baru. Organisasi harus mengeluarkan biaya mulai dari rekrutmen tenaga kerja hingga mendapatkan tenaga kerja yang siap pakai. Keluarnya perawat berarti ada posisi yang lowong dan harus diisi. Selama masa lowong, maka tenaga kerja yang ada tidak sesuai lagi sehingga tugas menjadi terbengkalai. Perawat yang sebelumnya tidak tidak berusaha mencari pekerjaan baru berusaha mencari lowongan kerja yang nantinya akan terjadi turnover. Hal ini jelas membawa kerugian besar bagi organisasi sehingga perlu dicari pemecahan masalahnya

Stres yang berlebihan tidak mampu di tolelir karena individu tersebut kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya secara utuh. Akibatnya mereka tidak dapat lagi mengambil keputusan, keputusan secara tepat dan prilakunya menjadi terganggu. Dampak lain yang terjadi adalah sakit secara fisik, putus asa, sering absen dan lain-lain. Selama tingkat stres belum teratasi, maka tingkat prestasi kerja cenderung menurun drastis. Evaluasi terhadap berbagai alternative pekerjaan, pada akhirnya akan mewujudkan terjadinya turnover intentions karena individu yang memilih keluar organisasi akan mengharapkan hasil yang lebih memuaskan di tempat lainnya.

beban kerja berlebih/terlalu sedikit ‘kuantitatif’ yang timbul sebagai akibat dari tugas-tugas yang terlalu banyak/sedikit diberikan kepada tenaga kerja untuk diselesaikan dalam waktu tertentu, dan beban kerja berlebih/terlalu sedikit ‘kualitatif’, yaitu jika orang merasa tidak mampu untuk melakukan suatu tugas, atau tugas tidak menggunakan ketrampilan dan/atau potensi dari tenaga kerja. Disamping itu beban kerja berlebih kuantitatif dan kualitatif dapat menimbulkan kebutuhan untuk bekerja selama jumlah jam yang sangat banyak, yang merupakan sumber tambahan dari stress.

jika lingkungan kerjanya tidak nyaman, maka usaha pencapaian tujuan organisasi dapat tehambat. Beberapa permasalahan mengenai beban kerja di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus antara lain tingginya beban kerja perawat ini terjadi karena rasio yang tidak seimbang antara perawat dan pasien, distribusi perawat yang tidak merata serta simpang siurnya pekerjaan yang dilakukan perawat Rumah sakit belum melakukan evaluasi terkait strategi pelayanan kesehatan khususnya keperawatan mengenai perubahan yang dilakukan untuk penempatan perawat dalam meningkatkan hasil pelaksanaan pelayanan keperawatan. Stres kerja yang tinggi disebabkan penuh tekanan beban kerja serta kelelahan yang tinggi. Stres dapat menyebabkan kesalahan kerja.

Manfaat yang diperoleh dari penelitian dapat dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda, dapat sebagai bahan masukan bagi organisasi khususnya pada, mengenai pengaruh stress kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention melalui komitmen organisasi.

Penelitian ini merupakan penelitian ekplanasi (Explanatory research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan aspek-aspek relevan dengan fenomena yang diamati. Penelitian ini membentuk peneliti untuk menjelaskan karakteristik subyek/fenomena yang diamati, mengkaji berbagai aspek dalam fenomena tertentu, dan menawarkan ide masalah untuk pengujian atau penelitian selanjutnya. Penelitian ini meskipun pada dasarnya tidak untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, disebut juga dengan analisis diagnosis yang datanya dapat berupa data kualitatif dan kuantitatif.  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas (independent variable) yaitu stre kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja; variabel antara (intervening variable) yaitu variabel komitmen organisasi dan turnover intention variabel terikat (dependent variable).

Subjek Penelitian ini adalah Perawat dan Objek penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus beralamat di Jl. Hos Cokroaminoto No.119a, Mlati Norowito, Kota Kudus, Kabupaten Kudus

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus sebanyak 142 perawat. Penentuan jumlah sampel menurut memegang peranan penting dalam estimasi dan interprestasi hasil terutama bila menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Metode pengambilan sampel meggunakan metode total sampling (sensus) dimana sampel diambil pada seluruh perawat yakni sebanyak 142 perawat.

Rencana analisis data dengan cara menentukan dua variabel berikut ini :

1)    Variabel Eksogen

  1. Stres Kerja
  2. Beban Kerja
  3. Lingkungan Kerja

2)   Variabel Endogen

  1. Komitmen Organisasi
  2. Turnover intention

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar