PERTANIAN TRADISIONAL DIY

A. SUMBER DAYA LINGKUNGAN
Sumberdaya lingkungan yang ada di tempat saya khususnya di Jogjakarta ini sangatlah tidak mendukung karena sudah banyak pemukiman padat penduduk dan banyak di bangun hotel atau bangunan tinggi yang memakan lahan pertanian. Sehingga cara bertani di tempat saya banyak yang menggunakan teknik vertikultur. Teknik vertikultur adalah teknik bercocok tanam dengan cara vertikal atau menyusun tanaman dari bawah keatas. Tujuan vertikultur sendiri yaitu memanfaatkan lahan yang sempit agar optimal. Namun ada juga yang menggunakan pot seperti tanaman bonsai. Jika jogja bagian selatan msaih banyak terdapat sawah kebanyakan ditanami padi. Jika tanahnya sedikit kering biasanya di tanami tebu karena mungkin lahan tersebut milik pabrik gula terdekat.

B. TEKNOLOGI MINIMALIS
Walaupun teknologi semakin hari semakin hari semakin maju tetapi pertanian di tempat saya masih dengan alat sederhana. Biasanya dengan menggunakan cetok, cangkul, parang, garu, luku, gosrok, sabit/arit, gepyok. Adapun fungsi alat tersebut :
1. Cetok atau yang biasanya di sebut sekop yang berukuran kecil, alat ini berfungsi untuk mencamur atau sedikit menggali tanah yang tidak dalam. Alat ini fungsinya tidak jauh berbeda dari sendok.
2. Cangkul atau yang sering di bilang orang Jawa pacul alat ini di gunakan untuk menggali, membersihkan rumput, juga bisa di gunakan untuk mencakul tanah guna menggemburkan tanah tersebut. Alat ini masih di gunakan hingga saat ini.
3. Parang atau yang sering di sebut golok, alait ini berfungsi untuk alat potong contoh nya seperti saat memanen tebu.
4. Garu adalah alat untuk membajak sawah yang biasanya terbuat dari bahan baku kayu. Biasanya untuk membajak sawah yang berlumpur.
5. Luku adalah alat yang di gunakan petani untuk meratakan tanah.
6. Sabit/arit alat ini berupa pisau panjang dan melengkung biasanyanya digunakan untuk memanen padi atau untuk memotong rumput.
7. Alat gepyok ini adalah alat tradisional sang sampai saat ini masih digunakan. Alat ini berfungsi untuk merontokkan paji dari batangnya.
C. SKIL PETANI
Skil petani yang ada di daerah jika petani tersebut mengolah lahannya sendiri dengan skil otodidak atau masih menggunakan ilmu turun menurun. Dan masih menggunakan tenaga orang tua. Untuk itu sumberdaya manusianya kurang karena banyak pemuda yang kurang peduli dengan nasib para petaninya. Jika petani yang menggunakan teknik vertikultur skilnya cukup baik karena dia belajar tidak hanya memikirkan panen, namun karena hobi di situ dia belajar cara bercocok tanam yang baik dan benar.
D. MODAL
Untuk modal biasanya menggunakan modal sendiri atau modal keluarganya. Karena banyak para petani mengolah lahannya sendiri dan pekerjanya pun dari keluarganya.
E. PRODUK
Produk yang di hasilkan biasanya para petani menjualnya di pengepul dan sebagian di bagi hasil dengan keluarga. Jika yang menggunakan vertikultur hasinya di pakai sendiri atau di konsumsi sendiri.
F. TRADISI
Jika petani padi di bagian selatan tempat tiggal saya tidak terlalu menonjolkan tentang tradisi biasanya setelah panen hanya menggadakan syukuran kecil jika yang di adakan dengan mengundang tetangga terdekat. Jika di pertani tebu dan mempunyai ikatan dengan pabrik gula madukismo ada banyak tradisi yang di adakan. Beberapa tradisi di lakukan oleh petani tebu atau pabrik gula madukismo wiwit tandur dan panene
Tradisi yang pertama di lakukan atau wiwit tandur biasanya mengadakan acara seperti pasar malam atau sering di sebut cembengan. Di tempat tersebut menjual jajanan, permainan, dan pameran-pameran. Setelah diadakan acara cembengan berlanjutdengan acara kirap tebu manten. Tebu manten yaitu tradisi membawa atau mengirap tebu mengelilingi pabrik gula tersebut dengan arak-arakan seperti musik, gamelan dan sebagainya. Kirap tersebut berhenti di suatu masjud dekat pabrik unduk dilakukan upacara pernikahan kedua tebu tersebut yang di maksutkan mempelai laki-laki dan perempuan. Hal tersebut di percaya agar dengan melakukan upacara tersebut tebu akan beranak dan berkembang dengan baik. Setelah itu ada tradisi penanaman kepala kerbau. Dan di lanjutkan dengan menggelar pertunjukan wayang semalam suntuk. Semua tradisi tersebut bermaksut untuk meningkatkan hasil panen. Tradisi tersebut masih berlangsung hingga saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar