islam

Hanya Blog UMY situs lain

Masyarakat Madani

Posted by dwifajar 0 Comment

1)      Pengertian Masyarakat Madani

Masyarakaat madani atau yang sering disebut dengan civil society  juga tidak lepas dari dunia Eropa . Pada masa Aristoteles, civil society dipahami sebagai kenegaraan dengan menggunakan istilah koinonia politike  yaitu komunitas politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonomi-politik dan pengambilan keputusan. Selain itu, menurut Cicero civil society berasal dari frasa latin yaitu civils societas. Istilah civil society awalnya berarti komunitas politik, yaitu suatu masyarakat yang belum terorganisasi dan belum teratur. Kemudian menurut John Locke dan JJ. Rosseau civil society sebagai masyarakat politik. Berbeda dengan Hegel, menurutnya civil society bukan satu-satunya hal yang dibentuk dalam perjanjian kemasyarakatan  tetapi secara keseluruhan tatanan politik terdiri atas Negara di satu pihak dan civil society di pihak lain.

Pengertian masyarakat madani yang dimunculkan oleh Anwar Ibrahim adalah system social yang subur berdasarkan prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan individu dengan kestabilan masyarakat.

2)      Konsep Masyarakat Madani

Konsep civil society yang dipopulerkan oleh Adam Ferguson sebagai masyarakat yang terdiri atas berbagai institusi non pemerintah yang otonom dan cukup kuat untuk mengimbangi negara. Maksud kemampuan mengimbangi adalah daya untuk membendung dominasi negara, kendati tidak mengingkari negara. Namun konsep tersebut sesungguhnya memiliki dasar rujukan pada “ civitas dei” atau kota Tuhan.

Konsep masyarakat madani di dunia islam merujuk pada konsep khaira ummah yang berasal dari Q.S. Ali Imran: 110 dan sejarah masyarakat Madinah pada masa Nabi Muhammad .

3)      Karakteristik  Masyarakat Madani

Masyarakat madani membutuhkan unsur-unsur sosial demi terwujudnya tatanan masyarakat madani. Unsur pokok yang harus dimiliki oleh masyarakat madani antara lain :

à    Wilayah Publik yang bebas

Ruang public yang bebas sebagai sarana mengemukakan pendapat.

à    Demokrasi

Suatu tatanan social politik yang bersumber dan dilakukan oleh, dari dan untuk rakyat.

à    Toleransi

Sikap saling menghargai dan menghormati perbadaan pendapat.

à    Pluralisme

Menurut Madjid, pluralisme adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban . Dalam pandangannya pula kemajemukan atau pluralism erat kaitannya dengan toleransi kepada orang lain yang nyata-nyata diperlukan dalam masyarakat yang majemuk.

à    Keadilan Sosial

Adanya keseimbangan dan pembagian antara hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan (ekonomi,politik,pengetahuan dan kesempatan).

4)      Proses Menuju Masyarakat Madani

Proses menuju masyarakat madani berawal pada akhir abad ke-20 ditandai dengan runtuhnya rezim lama dan munculnya rezim baru yang  member saluran peran serta masyarakat yang lebih luas yang lebih menjamin aspirasi masyarakat dan dimotori oleh mahasiswa dan intelektual muda.

5)      Aktualisasi Masyarakat Madani

Masyarakat sebagai system sosial yang menyeluruh harus mempunyai komponen yang membentuk kesatuan  yaitu kebudayaan. Kebudayaan berfungsi sebagai system kesatuan makna, pendidikan, intregasi social, identitas diri, dan hidup beradap yang bersemi dalam seluruh alam pikiran yang kolektif anggota masyarakat.

System politik madani ialah system politik yang civilized (berperadapan) yang actualisasinya berwujud system politik demokratis berdasarkan check and balance antara negara dan masyarakat , berkeadilan bersandar pada kepatuhan, dan tunduk kepada hokum (Azra (1999:3)).

6)      Mayarakat Madani dalam Perspektif Islam

Islam memiliki landasan kuat untuk melahirkan masyarakat yang beradab, komitmen pada kontrak sosial (baiat pada kepemimpinan Islam) dan norma yang telah disepakati bersama (syariah). Bangunan sosial masyarakat muslim itu ciri dasarnya: ta’awun (tolong-menolong), takaful (saling menanggung), dan tadhomun (memiliki solidaritas).

Masyarakat ideal – kerap disebut masyarakat madani yang kadang disamakan  dengan masyarakat sipil (civil society), adalah masyarakat dengan tatanan sosial yang baik, berazas pada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara hak dan kewajiban individu dengan hak dan kewajiban sosial.  Pelaksanaannya antara lain dengan terbentuknya pemerintahan yang tunduk pada aturan dan undang-undang dengan sistem yang transparan.Dalam konteks ini, kita memilih mengartikan masyarakat madani sebagai terjemahan dari kosa kata bahasa Arab mujtama’ madani. Kata ini secara etimologis mempunyai dua arti, pertama, masyarakat kota, karena kata ‘madani’ berasal dari kata madinah yang berarti ‘kota’, yang menunjukkan banyaknya aktivitas, dinamis, dan penuh dengan kreativitas; kedua, masyarakat peradaban, karena kata ‘madani’ juga merupakan turunan dari kata tamaddun yang berarti ‘peradaban’.  Masyarakat madani adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban.

7)      Masyarakat Madani di Indonesia

Organisasi berbasis islam seperti Sarekat Islam (SI), Nadlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah telah menunjukkan kiprahnya sebagai komponen civil society yang  penting dalam sejarah perkembangan masyarakat sipil di Indonesia. Sifat kemandirian dan kesukarelaan para pengurus dan anggota organisasi tersebut  merupakan karakter khas dari sejarah masyarakat madani di Indonesia.

Srategi yang ditawarkan kalangan ahli tentang masyarakat madani di Indonesia :

Pertama, pandangan intregasi nasional dan politik. System demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam kenyataan hidup sehari-hari dalam masyarakat yang belummemiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.

Kedua pandangan reformasi system politik demokrasi, yaitu pandangan yang menekankan pada pembangunan institusi-institusi politik yang demokratis daripada pembangunan ekonomi.

Ketiga, paradigma membangun masyarakat madani sebagai jenis utama pembangunan demokrasi. Pandangan ini lebih menekankan pada pendidikan dan penyadaran politik warga negara.

Menurut Rahardjo, masyarakat madani di Indonesia masih merupakan lembaga-lembaga yang dihasilkan oleh system politik represif. Ciri kritisnya lebih menonjol dari pada cirri konstruktifnya. Menurutnya, lebih banyak melakukan protes daripada mengajukan solusi, lebih banyak menuntut dari pada memberikan sumbangan terhadap pemecahan masalah.

Menurut A.Hikam,karakter masyarakat madani di Indonesia masih sangat bergantung terhadap negara sehingga selalu berada pada posisi subordinat khususnya pada strata social bawah. Karena itu, dalam konteks pengembangan demokrasi kenyataan ini merupakan tantangan mendesak untuk memperlancar proses demokratisasi.

8)      Gerakan Sosial untuk Memperkuat Masyarakat Madani

Keberadaan masyarakat madani tidak terlepas dari peran gerakan social. gerakan social dapat dipadankan dengan perubahan social atau masyarakat sipil yang didasari oleh pembagian tiga ranah yaitu : negara (state), perusahaan atau pasar ( corporation or market), dan masyarakat sipil. Ketiga ranah tersebut dapat saling bersinergi

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

dwifajar


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

turunnya Al-Quran da

TURUNNYA ALQURAN DENGAN TUJUH HURUF          Orang arab mempunya lahjah ( ...

HUKUM MEMAKAI PARFUM

HUKUM MEMAKAI PARFUM BAGI WANITA A.    Pendahuluan Saat ini sudah tidak asing ...

metode penelitian ek

metode penelitian eksperimen Penelitian Eksperimen     Definisi    Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan ...

Undang-Undang No.36

Undang-Undang No.36 Tahun 1999 Maksud Dibuatnya undang-undang ini bermksud untuk mendukung kesatuan ...