islam

Hanya Blog UMY situs lain

ANalisis fiqh

Posted by dwifajar 0 Comment

A.    PENDAHULUAN

Dalam Undang-Undang Sisdiknas No.20 Tahun 2003 Pasal 14 jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Selain itu, pada pasal 37 ayat 1 kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat: pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan, dan muatan lokal. Sedangkan pada ayat 2 kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat: pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, dan bahasa.

Dari undang-undang  tersebut kita ketahui bahwa mata pelajaran pendidikan agama itu sangatlah penting baik di jenjang pendidikan dasar dan menengah maupun pendidikan tinggi. Maka dari itu, disetiap jenjang pendidikan pasti ada mata pelajaran pendidikan agama.

Dalam sekolah-sekolah, khususnya sekolah negeri terdapat materi pendidikan agama Islam bagi yang beragama Islam yang mencakup segala aspek agama yang salah satunya adalah fiqh dan pendidikan agama menurut agama yang dianut oleh masing-masing individu

Kita sebagai calon guru diharuskan dapat memahami dan menganalisis materi dari sumber-sumber yang akan digunakan untuk pembelajaran. Analisis tersebut ditujukan agar materi yang akan disampaikan sesuai dengan standar isi yang sudah ditentukan dan agar dapat meningkatkan kualitas buku tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

B.    IDENTITAS

a.     Mata Pelajaran                 : Pendidikan Agama Islam

b.     Aspek                                : Fiqh

c.      Kelas                                 : XI (sebelas)

d.     Tingkat                             : Sekolah Menengah Atas

e.     Alokasi Waktu                  : 4 Jam (45 x 4 atau90 x 2)

f.      Semester                           : 1 (Gasal)

g.     Penulis Buku                    : Syamsuri

 

C.    STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

Standar Kompetensi:MemahamihukumIslamtentangmu’amalah.

No

Kompetensi

Dasar

Hasil

Belajar

Indikator

Materi Pokok

Siswa Mampu

Hukum Islam tentang Mu’amalah

1 Menjelaskan asas-asas Transaksi ekonomi dalam Islam Dapat memahami dan menjelaskan pengertian tentang hukum islam mengenai mu’amalah.
  1. Menjelaskan pengertian mu’amalah.
  2. Menjelaskan asas-asas Transaksi ekonomi dalam Islam
Pengertian Mu’amalah
2 Memberikan contoh transaksi ekonomi dalam Islam. Dapat memahami dan menjelaskan asas-asas ransaksi ekonomi dalam Islam. Menjelaskan contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam dan mempraktikkannya. Asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam dan contohnya.
3 Menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari
  1. Dapat memberikan contoh-contoh transaksi ekonomi dalam Islam.
  2. Dapat menerapkan transaksi ekonomi dalam Islam antara

lain dalam jual beli, pinjam-meminjam dan sewa-menyewa.

  1. Menerapkan transaksi ekonomi dalam jual beli.
  2. Menerapkan transaksi ekonomi Islam dalam simpan pinjam.
  3. Menerapkan transaksi ekonomi dalam sewa-menyewa.
Penerapan transaksi ekonmi dalam Islam.

 

D.    MATERI DALAM BUKU

BAB V

HUKUM ISLAM TENTANG MU’AMALAH

  1. Pengertian Mu’amalah
  2. Asas-asasTransaksi Ekonomi dalam Islam
  3. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam

a       Jual beli

b       Simpan Pinjam

c       Ijarah

  1. Kerja Sama Ekonomi dalam Islam

a.      Syirkah

b.     Mudarabah

c.      Muzara’ah, Mukhabarah, dan Musaqah

d.     Sistem Perbankkan yang Islami

e.      Sistem Asuransi yang Islami

  1. Analisis
  2. Analisis Urutan Materi

Menurut kami urutan materi dalam buku ini sudah sesuai, dengan urutan sebagai berikut :

  1. Pengertian Mu’amalah.
  2. Asas-asas Transaksi Ekonomi dalam Islam.
  3. Penerapan Transaksi Ekonomi dalam Islam.
  4. Kerjasama Ekonomi dalam Islam.
  5. Analisa Tulisan

Kualitas tulisan dalam buku ini sudah cukup baik. Tulisan latin dan tulisan arabnya sudah jelas dan mudah dibaca. Namun, terdapat juga kesalahan penulisan sebagai contoh : penulisan kata “Muamalah” (dalam buku) seharusnya “Mu’amalah”.

  1. Analisis Evaluasi Belajar

Instrumen evaluasi yang digunakan dalam buku ini khususnya dalam materi ini sudah cukup bagus karena sudah bervariasi. Bentuk tes yang digunakan adalah tes subjektif dan tes objektif.

  1. Kesesuaian antara materi dengan SK, KD, HB, Indikator, dan Materi Pokok

Menurut kami sudah sesuai karena materi yang disampaikan dalam buku telah mencakup apa yang ingin dicapai. Contoh :

SK : Memahami hukum Islam tentang Mu’amalah.

KD : Menjelaskan asas-asas transaksi ekonomi dalam islam.

HB : Dapat memahami dan menjelaskan pengertian tentang hukum Islam mengenai mu’amalah.

Indikator:

  1. Menjelaskan pengertian tentang mu’amalah.
  2. Menjelaskan asas-asas transaksi ekonomi dalam Islam.

MP : Pengertian mu’amalah.

Dari data itu dan materi yang dipelajari sudah saling terkait dan mampu untuk menjelaskan kompetensi yang diinginkan.

  1. Kesesuaian materi dengan perkembangan usia siswa

Materi ini jika disampaikan ke siswa kelas XI sudah sesuai karena  sejak kecil kita sudah melakukan jual beli, sehingga kita benar-benar harus tahu tentang syarat-syarat jual beli dan lain sebagainya.

  1. Analisa Materi
    1. Syarat Jual-Beli

Dalam buku ini syarat jual beli ada 3 yaitu berakal, baligh, dan berhak menggunakan hartanya. Tetapi dalam buku lain yaitu dalam buku (fiqh islam:2000(279)) ada satu syarat lagi yaitu dengan kehendak sendiri. Karena dalam melakukan jual beli antara penjual dan pembeli harus sama-sama rela.

  1. Jual beli yang terlarang

Dalam buku ini telah banyak disampaikan tentang jual beli yang terlarang yang salah satunya adalah jual beli dengan system ijon. Dikalangan masyarakat saat ini masih banyak orang yang memperjual belikan buah-buahan dengan system ini. Jadi jelas sekali bahwa jual beli semacam ini dianggap tidak sah karena belum diketahui bentuk, zat dan kadarnya.

Selain itu system riba yang yang jelas dilarang hukumnya disini tidak disambaikan. Padahal dalam surat Al-Baqarah ayat 275 telah jelas Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Saat ini banyak pertanyaan, apakah bunga bank itu merupakan riba?

Dalam suatu pembahasan iakui bahwa perbungaan yang seminimal-minimalnya pun tidak mudah dilepaskan dari pengertian riba, tetapi bahwa segi positif dari pada Bank pengkreditan sangat besar bagi dunia perekonomian. Maka dalam hal ini riba dalam bank masih merupakan musytabihat  (perkara yang tidak jelas). Sehingga dalam hal ini sebaiknya kita behati-hati dengan menghindari untuk menjaga ketaatan kepada Allah kecuali apabila ada suatu kepentingan yang sesuai dengan maksud tujuan agama Islam pada umumnya, maka tidak ada halangan perkara Musytabihat tersebut kita kerjakan sekedar sesuai dengan kepentingan.

 

 

 

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

dwifajar


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

turunnya Al-Quran da

TURUNNYA ALQURAN DENGAN TUJUH HURUF          Orang arab mempunya lahjah ( ...

HUKUM MEMAKAI PARFUM

HUKUM MEMAKAI PARFUM BAGI WANITA A.    Pendahuluan Saat ini sudah tidak asing ...

metode penelitian ek

metode penelitian eksperimen Penelitian Eksperimen     Definisi    Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan ...

Undang-Undang No.36

Undang-Undang No.36 Tahun 1999 Maksud Dibuatnya undang-undang ini bermksud untuk mendukung kesatuan ...