islam

Hanya Blog UMY situs lain

metode penelitian eksperimen

Penelitian Eksperimen

 

 

  1. Definisi

 

 Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Metode eksperimen sering kali dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu eksakta. Walaupun demikian, penggunaan penelitian eksperimen di dalam ilmu-ilmu social, akhir-akhir ini semakin banyak minatnya.

  1. B.    Tujuan

 

Tujuan dari penelitian eksperimental adalah untuk menyelidiki ada tidaknya hubungan sebab akibat serta seberapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada beberapa kelompok eksperimental dan menyediakan kontrol untuk perbandingan. Penelitian eksperimental dapat mengubah teori-teori yang telah usang. Percobaan dilakukan untuk menguji hipotesa serta untuk menemukan hubungan-hubungan kausal yang baru.

 

  1. C.    Kriteria Umum

 

Beberapa kriteria yang penting dari penelitian eksperimental adalah sebagai berikut :

F     Masalah yang dipilih adalah masalah yang penting dan dapat dipecahkan.

F     Faktor-faktor serta variabel dalam percobaan harus didefinisikan seterang-terangnya.

F     Percobaan harus dilaksanakan dengan desain percobaan yang cocok sehingga maksimisasi variabel perlakuan dan meminimisasikan variabel pengganggu dan variabel random.

F     Ketelitian dalam observasi serta ketepatan ukuran sangat diperlukan.

F     Metode, material serta referensi yang digunakan dalam penelitian harus dilukiskan seterang-terangnya karena kemungkinan pengulangan percobaan ataupun penggunaan metode dan material untuk percobaan lain dalam bidang yang serupa.

F     Interpretasi serta uji statistik harus dinyatakan dalam beda signifikasi dari parameter-parameter yang dicari atau yang diestimasikan.

 

  1. D.    Merencanakan Percobaan

 

Ada dua hal penting yang harus memperoleh perhatian khusus dalam perencanaan percobaan yaitu :

 

  1. Langkah-langkah dalam percobaan.

Langkah-langkah yang diperlukan dalam percobaan harus jelas-jelas diberikan. Tiga hal penting yang harus diterangkan, yaitu :

*       Rumusan masalah serta pertanyaan tentang tujuan percobaan atau penelitian.

*       Gambaran dari percobaan yang akan dilakukan, termasuk tentang besarnya percobaan, jumlah dan jenis perlakuan, material yang dipakai, dan sebagainya.

*       Outline dari penganalisaan yang akan dikerjakan.

 

  1. 2.     Desain percobaan

Desain percobaan adalah langkah-langkah yang utuh dan berurutan yang dibuat lebih dahulu sehingga keterangan yang ingin diperoleh dari percobaan akan mempunyai hubungan yang nyata dengan masalah penelitian. Dengan adanya desain percobaan maka keyakinan akan diperoleh data yang cocok serta dapat dianalisa secara objektif semakin bertambah, dan inferensi yang valid terhadap populasi yang diinginkan akan terjamin .

Ciri-ciri desain percobaan yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Desain yang baik dapat mengatur variabel-variabel dan kondisi percobaan secara utuh dan ketat , baik dengan manipulasi randomisasi dan control.
  2.  Perlakuan-perlakuan yang dilakukan dapat dibandingkan secara nyata dengan kontrol.
  3. Desain yang baik dapat memaksimisasikan variance dari variabel-variabel yang berkaitan dengan hipotesa yang ingin diuji.
  4.  Desain yang baik harus dapat menjawab dua pertanyaan pokok, yaitu validitas internal, atau apakah manipulasi percobaan memang benar-benar menimbulkan perbedaan dan yang kedua validitas eksternal atau sampai berapa jauh penemuan-penemuan percobaan cukup representative untuk dibuat generalisasi pada kondisi yang sejenis.
  5. Desain yang baik, secara simultan dapat memberikan keterangan tentang efek variabel perlakuan.

 

  1. Syarat-syarat percobaan yang Baik

 

Beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu percobaan yang memenuhi syarat adalah sebagai berikut :

  • Percobaan harus bebas dari bias
    Percobaan harus sedemikian rupa direncanakan sehingga tidak bias. Ketidakbiasan satu percobaan dapat dijamin dengan adanya desain yang baik. Secara garis besar, adanya randomisasi mengurangi sifat bias dari percobaan.
  • Percobaan harus ada ukuran terhadap error

Dengan adanya desain yang baik, maka error dapat diukur. Dan istilah desain percobaan error tidak sama artinya dengan kesalahan. Yang dimaksud dengan error adalah semua variasi ekstra, yang juga mempengaruhi hasil di samping pengaruh perlakuan-perlakuan. Dengan adanya ukuran error, maka percobaan menjadi objektif sifatnya. Ukuran error ini bergantung pada desain percobaan yang dipilih.

 

  • Percobaan harus mempunyai ketetapan

Percobaan harus dilakukan dengan desain yang dapat menambah ketepatan. Ketepatan dapat dijamin jika error teknis dapat dihilangkan dan adanya replikasi pada percobaan. Ketepatan presisi dapat ditingkatkan jika error teknis, seperti kurang akuratnya alat penimbang, kurang baiknya dalam menggunakan meteran dan sebagainya, maka jumlah replikasi dapat menambah keterangan percobaan.

  • Tujuan percobaan harus jelas

Tujuan percobaan harus dibuat sejelas-jelasnya ditambah dengan alasan yang kuat. Pada kondisi dimana hasilnya akan diaplikasikan pada daerah ilmu dimana sasaran penelitian tersebut ingin diterapkan. Tujuan percobaan didefinisikan dan dapat diterangkan dalam hipotesa-hipotesa nol yang akan dikembangkan.

 

  1. F.     Konsep Penelitian Eksperimen

 

Penelitian eksperimen (experimental research), merupakan  pendekatan penelitian kuantitatif  yang paling penuh dalam arti memenuhi semua persyaratan untuk menguji hubungan sebab-akibat. Penelitian ini mempunyai kekhasan, yang pertama : menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Kedua : menguji hipotesis hubungan sebab-akibat.

 

  1. G.   Variabel dalam eksperimen

 

Penelitian seringkali ditujukan untuk mengetahui hubungan dua hal, segi, aspek, komponen atau lebih. Hal, segi, aspek atau komponen memiliki kualitas atau  karakteristik yang bervariasi sehingga sering disebut variabel.  Sedangkan yang tidak  bervariasi  pada sesuatu objek atau seseorang disebut konstan. Variabel yang bervariasi kualitasnya disebut  variabel kualitatif, yang bervariasi jumlah atau tingkatannya disebut variabel kuantitatif, yang bervariasi jenisnya disebut variabel kategorial.

Hubungan antara variabel dapat berbentuk hubungan korelasional, saling hubungan atau hubungan sebab akibat. Dalam hubungan sebab akibat dirancang desain eksperimen. Dalam desain ini dibedakan antara variabel yang memberi pengaruh dan yang diberi pengaruh. Variabel yang memberi pengaruh disebut variabel perlakuan/bebas/intervensi, variabel yang diukur sebagai akibat dari variabel yang memberi pengaruh disebut variabel terikat/akibat/posttest. Disamping kedua varibel diatas  ada juga variabel ekstranus dan variabel penyela. Variabel ekstranus adalah variabel bebas yang bila tidak dikontrol akan berpengaruh terhadap variabel terikat, variabel ini masih bisa dan harus dikontrol. Variabel penyela adalah variabel yang kemungkinan  besar berpengaruh pada hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dan sangat sulit untuk bisa dikontrol.

 

  1. H.    Eksperimen di Bidang Humaniora

 

Saat ini penelitian eksperimental banyak digunakan dalam penelitian bidang sosial dan humaniora, termasuk dalam pendidikan dan kurikulum pembelajaran. Ciri utama penelitian ini adalah adanya pengontrolan variabel dan pemberian perlakuan terhadap kelompok eksperimen. Untuk menguji pengaruh atau hubungan sebab akibat antara suatu atau beberapa variabel lain minimal diambil dua kelompok sampel yang mewakili suatu populasi. Kedua kelompok diambil secara acak atau random yaitu memiliki karakteristik yang sama atau disamakan.

Dalam bidang sosial dan humaniora untuk mengambil kelompok secara acak tidak mudah karena manusia mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Hambatan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk melakukan eksperimen murni di bidang sosial. Dengan mempertimbangkan beberapa hal, upaya untuk mendapatkan kelompok random dapat dilakukan.

  1. Validitas Internal dan Eksternal

v Internal

a.      Histori

b.     Maturation

c.      Testing

d.     Instrumentation

e.      Statistical Regression

f.      Differential Selection

g.     Experimental Mortality

h.     Selection-Maturation Interaction

i.       Experimental treatment diffusion

j.       Compensatory rivalry by the control group

k.     Compensatory Equilization  of treatment

l.       Resentful demoralization of the control group

  • Eksternal

1)     Validitas Populasi

v The extend to which one can generalize from the experimental sample to  defined population

v The extend to which personological variables

2)     Validitas Ekologis

v Explicit description  of the experimental design

v Multiple-treatment interference

v Hawthorne effect

v Novelty  and disruption effects

v Experimenter effect

v Pretest sensitization

v Posttest sensitization

v Interaction  of history and treatment effects

v Measurement of dependent variable

Interaction of time of measurement and treatment effect

  1. J.     Desain Eksperimen

Desain eksperimen lama yang banyak dikembangkan adalah model desain sistematik namun model ini dipandang bersifat semu dan kurang alamiah sehingga kurang memiliki generalisasi.

Model desain eksperimen yang lebih kuat generalisasinya adalah model representatif. Desain ini menempatkan model penelitian kuantitatif pararel dengan kualitatif, berupa studi tentang perilaku manusia dalam seting alamiah dan penekanan pada kajian emik, kajian dari pandangan partisipan bukan dari pandangan peneliti.

Desain eksperimen representatif mempunyai beberapa asumsi : pertama bahwa karakteristik  lingkungan yang bersiat alamiah adalah kompleks dan saling terkait. Kedua manusia adalah pemroses informasi yang aktif mereka tidak mereaksi kepada perlakuan eksperimen secara pasif. Asumsi yang terkhir karena organisme manusia khususnya pembelajar dengan cara yang sangat kompleks pula. Desain ini adalah desain yang dipandang paling cocok dalam bidang pendidikan.

  1. K.    Eksperimen Murni

Dalam eksperimen murni, pengujian variabel  bebas  dan variabel terikat dilakukan terhadap sampel kelompok eksperimen dan kontrol. Subyek-subyek yang diteliti, diambil secara acak.

Untuk ekserimen murni sangat  dianjurkan untuk mengadakan pengelompokan atau pembentukan kelas baru yang terdiri atas siswa-siswa yang memiliki kemampuan dan latar belakang yang sama atau hampir sama.

Desain dasar dalam eksperimen murni

Desain Kelompok Kontrol Prates-Pasca Tes Beracak

(Randomized Pretest-Posttest Control Group Design)

 

Kelompok                     Prates            Perlakuan                                          Pascates

Acak                                  A(kel.eksp)                      0                        x                       0

Acak                                  B (kel.kont)                     0                                                 0

 

  1. L.    Eksperimen Kuasi

 

Disebut  kuasi  karena bukan merupakan eksperimen murni tetapi seperti murni. Eksperimen ini biasanya disebut eksperimen semu. Eksperimen kuasi dapat digunakan minimal kalau dapat mengontrol satu variabel saja meskipun dalam bentuk matching, atau memasang karakteristik, kalau bisa random lebih baik.

 

 

 

  1. M.   Eksperimen Lemah atau Pra Eksperimen

 

Model desain eksperimen ini adalah yang paling lemah, oleh karena itu disebut eksperimen lemah atau “weak experimental”. Desain ini kadang-kadang disebut juga pra eksperimen atau “pre experimental”, karena sepintas modelnya seperti eksperimen tapi bukan. Disebut eksperimen lemah karena tidak ada penyamaan karakteristik (random) dan tidak ada pengontrolan variabel.

  1. N.    Eksperimen Subyek-Tunggal

Dalam eksperimen subyek tunggal, subyek atau partisipan nya bersifat  tunggal, bisa satu orang atau lebih. Pendekatan dasar dalam eksperimen subyek tunggal  adalah meneliti individu dalam kondisi tanpa perlakuan dan  kemudian dengan  perlakuan dan akibat nya terhadap variabel akibat diukur dalam kondisi tersebut. Agar memiliki validitas internal yang tinggi, desain eksperimen subyek hendaknya memperhatikan karakteristik berikut.

  1. Pengukuran yang ajeg (reliable measurement)
  2. Pengukuran yang berulang-ulang (repeated measurement)
  3. Deskripsi kondisi (condition description)
  4. Garis dasar, kondisi perlakuan, rentang dan stabilitas (based line, condition, treatment and stability)
  5. Ketentuan variable tunggal (single variable rule)
Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

dwifajar


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

turunnya Al-Quran da

TURUNNYA ALQURAN DENGAN TUJUH HURUF          Orang arab mempunya lahjah ( ...

HUKUM MEMAKAI PARFUM

HUKUM MEMAKAI PARFUM BAGI WANITA A.    Pendahuluan Saat ini sudah tidak asing ...

metode penelitian ek

metode penelitian eksperimen Penelitian Eksperimen     Definisi    Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan ...

Undang-Undang No.36

Undang-Undang No.36 Tahun 1999 Maksud Dibuatnya undang-undang ini bermksud untuk mendukung kesatuan ...