pendidikan kontemporer

Just another Blog UMY site

RESUM MATKUL SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN (SIP)
Oleh: Dwi Widyawati
Npm: 20090720191
Dosen : Imam Suprabowo S.Sos.I.,M.Pd.I

PELAJARAN PERTAMA
GLOBALISASI
• Globalisai merupakan terbentuknya sistem organisasi dan komunkasi antar masyarakat diseluruh dunia untuk mengikuti sitem dan kaidah-kaida yang sama. Tentu saja jika komunikasi manusia diseluruh dunia mengikuti sistem yang sama maka bisa jadi kedamaian akan tercipta. Pengertian globalisasi menurut wikipedia adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Selanjutnya menurut smith globalisasi adalah proses dimana dunia menjadi semakin terhubung (interconnected). Jadi globalisasi merupakan proses bersatunya kegiatan bangsa-bangsa di dunia dalam sistem yang mendunia. Sistem yang mendunia ini dapat melintasi batas-batas negara. Proses mendunia didukung oleh kemajuan teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi.

• Ciri dari globalisasi informasi yang pertama adalah semakin tingginya peradaban yang ditopang oleh keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ciri yang kedua adalah penyerbuan komunikasi dan informasi yang menembus batas-batas budaya. Seluruh kemajuan yang diperoleh oleh manusia tidak bisa dilepaskan dari peranan komunikasi, sehingga sebagian orang menyebut komunikasi sebagai “perekat” hidup bersama. Ciri yang ketiga adalah tingginya laju transformasi sosial. Kemajuan teknologi komunikasi yang dialami umat manusia dewasa ini memberikan kemudahan dan kecepatan dalam berhubungan antara satu dengan lainnya. Ciri yang keempat adalah terjadinya perubahan gaya hidup (lifestyle). Teknologi komunikasi yang semakin canggih memberi kemudahan dan kebebasan kepada masyarakat untuk mengakses informasi apa saja yang ada. Ciri yang kelima adalah semakin tajamnya gap antara negara industri dengan negara berkembang, dengan kata lain terjadinya dominasi informasi oleh negara-negara maju terhadap negara-negara terbelakang.
• Kehadiran globalisasi informasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh positif salah satunya adalah dengan adanya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memudahkan masyarakat untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan. Dan dengan adanya kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi memudahkan kehidupan masyarakat sehari-hari dalam mengakses berbagai informasi yang sedang terjadi. Sedangkan pengaruh negatif diantaranya adalah Informasi yang tidak tersaring, langsung diterima secara mentah-mentah menimbulkan pengaruh negatif yang membahayakan, membuat sikap menutup diri, berpikir sempit tanpa memikirkan lingkungan, banyak meniru perilaku buruk seiring dengan informasi yang baru marak terjadi, dan mudah terpengaruh oleh hal baru dari informasi yang didapat meskipun tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan negaranya.
• Upaya-upaya pencegahan terhadap dampak negatif globalisasi informasi harus dilakukan secara serempak baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri, khususnya para orang tua dan para pendidik. Pemerintah diharapkan terus berusaha menangkal dampak negatif globalisasai informasi dengan berbagai cara dan kebijaksanaan yang mungkin dapat dilakukan. Masyarakat sendiri, terutama para orang tua dituntut terus melakukan pengawasan dan memberikan pengertian kepada putra-putrinya dalam menonton televisi, acara-acara mana yang boleh dan mana yang tidak boleh ditonton. Dan kepada para pendidik diharapkan terus menerus memberikan pengertian tentang nila-nilai budaya asing yang mana yang baik dan yang mana yang tidak baik, sehingga para anak didik tidak dengan mudah meniru budaya asing tersebut, tanpa disadari akibat-akibatnya baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat dan Negara.

PELAJARAN KEDUA
TRANSFORMASI SOSIAL DAN MASYARAKAT INFORMASI
• Transformasi sosial menurut bahasa dalam ensiklopedi nasional Indonesia memiliki pengertian diantaranya; perubahan menyeluruh dalam bentuk, rupa, sifat, watak, dan sebagainya, dalam hubungan timbal balik sebagai individu-individu maupun kelompok-kelompok.

• Ciri Transformasi Sosial
Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, gejala yang dapat mengakibatkan perubahan sosial memiliki ciri-ciri antara lain:
 Setiap masyarakat tidak akan berhenti berkembang karena mereka mengalami perubahan baik lambat maupun cepat.
 Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
 Perubahan sosial yang cepat dapat mengakibatkan terjadinya disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri.
 Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat.

Faktor Pendukung dan Penghambat Transformasi Sosial
• Faktor Pendukung Transformasi Sosial
Terjadinya suatu proses perubahan pada masyarakat, diakibatkan adanya faktor yang mendorongnya, sehingga menyebabkan timbulnya perubahan. Faktor pendorong tersebut menurut Soerjono Soekanto antara lain:

• Kontak dengan kebudayaan lain
Salah satu proses yang menyangkut hal ini adalah diffusion (difusi). Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain.
• Sistem pendidikan formal yang maju
• Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
Adanya toleransi tersebut berakibat perbuatan-perbuatan yang menyimpang itu akan melembaga, dan akhirnya dapat menjadi kebiasaan yang terus menerus dilakukan oleh masyarakat.
• Sistem terbuka pada lapisan masyarakat
Adanya system yang terbuka di dalam lapisan masyarakat akan dapat menimbulkan terdapatnya gerak social vertical yang luas atau berarti member kesempatan kepada para individu untuk maju atas dasar kemampuan sendiri.
• Adanya penduduk yang heterogen
Terdapatnya penduduk yang memiliki latar belakang kelompok-kelompok social yang berbeda-beda, misalnya ideology, ras yang berbeda akan mudah menyulut terjadinya konflik. Terjdinya konflik ini akan dapat menjadi pendorong perubahan-perubahan sosial di dalam masyarakat.

Faktor Penghambat Transformasi Sosial
Faktor-faktor yang dapat menghambat perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, antara lain:
• Kurang berhubungan dengan masyarakat lain, masyarakat yang kurang memiliki hubungan dengan masyarakat lain umumnya adalah masyarakat terasing atau terpencil.
• Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, keterlambatan perkembangan ilmu pengetahuan disuatu kelompok masyarakat dapat disebabkan karena masyarakat tersebut berada diwilayah yang terasing, sengaja mengasingkan diri atau lama dikuasai (dijajah) oleh bangsa lain sehingga mendapat pembatasan-pembatasan dalam segala bidang
• Sikap masyarakat yang sangat tradisional, suatu sikap yang mengagungkan tradisi lama serta anggapan bahwa tradisi tidak dapat diubah akan sangat menghambat jalannya proses perubahan, keadaan tersebut akan menjadi lebih kritis apabila masyarakat yang bersangkutan dikuasai oleh golongan konservatif
• Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat, dalam suatu masyarakat selalu terdapat kelompok-kelompok yang menikmati kedudukan tertentu
• Rasa takut akan terjadi kegoyahan pada integrasi sosial yang telah ada, integrasi sosial mempunyai derajat yang berbeda.

Pengaruh Perubahan Sosial pada Pendidikan
Kecenderungan seperti ini harus dihadapi dan hanya dapat dihadapi oleh orang-orang yang selalu siap untuk belajar hal-hal baru. Bukanlah mereka yang bermental siap pakai yang akan dapat memanfaatkan dan berhasil ikut mengarahkan perubahan-perubahan kontemporer melainkan mereka yang pikirannya terbuka dan antusias pada hal-hal baru. Keadaan tersebut akan berpengaruh besar pada pendidikan. Oleh sebab itu sekolah, di tingkat manapun, yang tetap menjalankan pendidikan dengan orientasi siap pakai untuk para pelajarnya tidak boleh terpengaruh oleh akibat perubahan, akan tetapi sebaliknya harus mampu menjadi pengemban misi sebagai agent of changes bukan sekedar consumers of changes. Dari sekolah dengan pandangan siap pakai tidak akan dihasilkan orang-orang muda yang dengan kecerdasannya berhasil memperbaiki kedudukannya dalam susunan sosial output dari sekolah semacam itu hanya dua. Pertama, orang-orang muda yang terlahir berada dan akan terus menduduki strata sosial tinggi. Kedua, para pemuda tak berpunya yang akan tetap menelan kecewa karena ternyata mereka makin sulit naik ke tangga sosial yang lebih tinggi dari orang tua mereka. Sekolah yang tetap kukuh dengan prinsip-prinsip pedagogis, metode-metode pendidikan dan teknik-teknik pengajaran yang bersemangat siap pakai hanya akan menjadi lembaga reproduksi sosial bukan lembaga perubahan sosial.

• Masyarakat Informasi
 Pengertian Masyarakat Informasi
Pengertian lain dari masyarakat Informasi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah masyarakat dan sebuah ekonomi yang dapat membuat kemungkinan terbaik dalam menggunakan informasi dan teknologi komunikasi baru. ada beberapa hal yang menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menghadapi masyarakat informasi yang selalu berkembang, diantarnya:
 Hukum kita perlu diperbaharui dalam hal untuk mendukung transaksi elektronik.
 Masyarakat kita perlu untuk dididik mengenai teknologi yang baru.
 Bisnis harus online jika mereka ingin menjadi sukses.
 Pelayanan pemerintah harus tersedia secara elektronik.
 Ciri-ciri Masyarkat Informasi
Masyarakat informasi memiliki karakter yang khas. Berikut ini adalah ciri-ciri masyarakat informasi:
 Adanya level intensitas informasi yang tinggi (kebutuhan informasi yang tinggi)
.
 Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan sosial, pengajaran dan bisnis, serta kegiatan– kegiatan lainnya. Kemampuan pertukaran data digital yang cepat dalam jarak yang jauh
 Jauhnya jarak antar masyarakat sudah tidak menjadi halangan dalam penyampaian informasi. Berbagai media dan fasilitas telah tersedia dalam penyampaian informasi. Bahkan informasi yang disampaikan dapat di terima dengan cepat hanya dalam hitungan detik. Mulai dari berbagai media komunikasi yang ada di internet, maupun media televisi. Hanya dalam hitungan menit, berita cepat sekalimenyebar.
 Pengaruh Perubahan Sosial dalam Masyarakat Informasi
Dengan memanfaatkan informasi dari berbagai media yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, diharapkan akan ada perubahan sosial, ekonomi, politik dan budaya. Perubahan sosial yang terjadi dalam konteks sikap masyarakat dapat dilihat dari pola interaksi masyarakat dan bagaimana masyarakat bersikap dengan informasi yang ada. Dengan adanya kemudahan akses informasi dan adanya keterbukaan informasi, masyarakat diharapkan akan semakin kritis, cerdas dan berani. Dengan kaya informasi, masyarakat akan mempunyai sikap kritis, yaitu sikap kritis untuk mengkritisi berbagai persoalan yang ada disekitarnya mulai dalam bidang pendidikan sampai politik. Selain itu juga berani mengungkapkan pendapat apabila sesuatu persoalan tidak sepaham dengan pendapat yang dimilikinya.

PELAJARAN KETIGA
PENDIDIKAN SEBAGAI SYSTEM INFORMATIKA
• Pengertian Pendidikan sebagai system Informatika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan dan cara mendidik).
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa, dan Negara.
Ciri-ciri pendidikan sebagai system informatika
• Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan jaman yang memanfaatkan system informatika yang ada sesuai keadaan sekolah
• Menganggap informasi sebagai suatu kebutuhan
• Memanfaatkan system informatika dalam menyelesaikan berbagai tugas ataupun permasalahan yang ada.
• Menggunakan media informasi dalam belajar mengajar
• Menjadikan pendidikan sebagai upaya untuk memperkenalkan system informatika yang ada dan terus berkembang
Peran pendidikan sebagai system informatika
• Memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa
• Mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial
• Mengefektifkan system informatika agar tepat sasaran/ mencapai tujuan
• Memberikan informasi mengenai perkembangan system informatika
• Memperluas pengetahuan
Factor pendukung dan Penghambat pendidikan sebagai system informatika
• Infrastruktur
dibutuhkan infrastruktur yang memungkinkan akses informasi di manapun dengan kecepatan yang mencukupi.
• Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi untuk menunjang kegiatan pendidikan.
• Kebijakan
kebijakan menuntut adanya kebijakan berskala makro dan mikro yang berpihak pada pengembangan teknologi informasi jangka panjang

• Finansial
Finansial adalah sumber dana ataupun lembaga keuangan lain untuk menyokong pendidikan dalam menciptakan sistem informasi.
• Konten dan Aplikasi
Faktor konten dan aplikasi menuntut adanya informasi yang disampai pada orang, tempat, dan waktu yang tepat serta ketersediaan aplikasi untuk menyampaikan konten tersebut dengan nyaman pada penggunanya.

Sedangkan faktor penghambat pendidikan sebagai sistem informatika adalah:
• Masih sangat rendahnya kesadaran unsur-unsur pendidikan dalam memanfaatkan sistem informasi dan mengembangkan sistem informasi.
• Akses yang tidak merata. Hal ini akan menjadikan kesenjangan digital (digital divide) semakin lebar antara siswa atau sekolah dengan dukungan sumberdaya yang kuat dengan siswa atau sekolah dengan sumberdaya yang terbatas.
• Khususnya Internet, penyebaran informasi yang tidak mungkin terkendalikan telah membuka akses terhadap informasi yang tidak bermanfaat dan merusak moral.

PELAJARAN KEEMPAT
INFORMATIKA PENDIDIKAN
• Sistem informatika pendidikan adalah sistem informatika pendidikan adalah seperangkat unsur perpaduan antara sumber daya manusia dan aplikasi teknologi berbasis komputer untuk memanusiakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, perbuatan, dan cara mendidik).
• Latar belakang munculnya sistem informatika pendidikan adalah bahwa dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi merupakan penentu kinerja pendidikan, salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pendidikan itu sendiri.
• Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem informatika pendidikan antara lain:
• Teknologi informasi telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efisiensi aktivitas operasional lembaga pendidikan.
• Banyaknya penilaian masyarakat tentang kualitas pendidikan dari kemampuan sebuah lembaga pendidikan dalam menyajikan jasa pendidikan dalam menggunakan teknologi informasi.
• Tantangan dunia pendidikan yang dituntut menyediakan lulusan yang bermutu dan siap pakai dalam lapangan pekerjaan. Adanya persaingan antara lembaga pendidikan yang sudah ada.

PELAJARAN KELIMA
PENDIDIKAN JARAK JAUH

• Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajarmelalui teknologi informasi dan komunikasi dan media lain
• Karakteristik pendidikan jarak jauh lainnya adalah :
a. Menjangkau semua peserta didik dimanapun berada.
b. Proses pembelajaran dilakukan secara mandiri.
c. Sumber belajar adalah bahan-bahan yang dikembangkan secara sengaja sesuai kebutuhan dengan tetap berpedoman pada kurikulum.
d. Interaksi pembelajaran bisa dilaksanakan secara langsung dalam suatu pertemuan. Bisa pula secara tidak langsung dengan bantuan tutor atau pendidik dalam forum tutorial.
e. Waktu yang digunakan tepat sesuai jadwal dan program yang telah ditentukan.
f. Bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
g. Program disusun disesuaikan dengan jenjang, jenis, dan sifat pendidikan.
h. Penilaian dilakukan sendiri (self evaluation).
• Prinsip dan bentuk program PJJ Bertujuan meningkatkan mutu kemampuan para peserta didik sesuai dengan bidang kemampuan, minat dan bakatnya masing-masing agar lebih mampu meningkatkan mutu dirinya sendiri.
• Komponen sistem PJJ, meliputi :
a. peserta didik
b. materi pembelajarn
c. fasilitator,tutor atau pebimbing
d. tempat pengajaran
• Penerapan TIK dalam pendidikan jarak jauhRenstra Depdiknas tahun 2005-2009, menegaskan pemanfaatan teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai sarana PJJ. Prioritas renstra adalah mengembangkan sistem PJJ di perguruan tinggi, pendidikan formal dan pendidikan non formal untuk mendukung perluasan dan pemerataan pendidikan tinggi. TIK akan dimanfaatkan secara optimal dalam fungsinya sebagai media PJJ, dan juga untuk memfasilitasi manajemen pendidikan.
• Pengaruh dan hasinyaTeknologi informasi dan komunikasi, khususnya komputer dengan internetnya, yang berkembang dengan pesat dapat mempercepat aliran ilmu pengetahuan dan informasi menembus batas-batas jarak, ruang, waktu, atau birokrasi. Melalui internet ilmu pengetahuan, informasi dan data dapat ditransmisikan dengan kecepatan tinggi. Kemampuan untuk mengakumulasi, mengolah, menganalisa, mensintesa data menjadi informasi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
• kelebihan Lebih efisien dan ekonomis, karena waktu belajarnya tidak terstruktur. Peserta didik yang telah bekerja tidak perlu meninggalkan pekerjaannya. Peserta didik juga tidak perlu dating ke sekolah yang mungkin jauh jaraknya. Pengelolaan belajar dilaksanakan secara terpusat dengan melakukan kegiatan perencanaan dan pengembangan, koordinasi, pemantauan, pengawasan dan penilaian.
• kelemahan Peserta didik tidak dapat berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan pengajar, misalnya untuk minta penjelasan atau jawaban atas suatu pertanyaan yang diajukan. Bimbingan hanya bisa dilakukan dengan cara tutorial yang dilaksanakan secara berkala.

PELAJARAN KEENAM
SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN UNTUK SEKOLAH

• Sistem informasi pendidikan untuk sekolah adalah suatu sistem dalam sekolah yang merupakan kombinasi yang terdiri dari manusia, fasilitas, teknologi dan pengendalian yang berfungsi untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat untuk sekolah.
• Komponen sistem informasi pendidikan dalam sekolah diantaranya yaitu sumber daya manusia (kepala sekolah, Guru, karyawan, dan peserta didik), sumber daya software, sumber daya hardware, sumber daya jaringan, dan sumber daya data (dasar data dan pengetahuan).
• Tahap-tahap untuk menyusun sistem informasi untuk pendidikan untuk sekolah adalah tahap masukan, tahap pengolahan dan tahap keluaran.
• Contoh aplikasi penggunaan sistem informasi untuk pendidikan diantaranya: E-Education, E-Learning, E-Qari, dan Virtual gamelan.
• Kendala dalam penyusunan Sistem Informasi Pendidikan untuk Sekolah, diantaranya adalah masih belum memadainya sarana/prasarana sekolah, masih kurangnya SDM yang memahami dan menguasai konsep dan implementasi sistem dan teknologi informasi, sulitnya mengubah perilaku siswa yang cenderung pasif untuk menghadapi pola siswa aktif, dll.
• Manfaat dari adanya sistem informasi pendidikan di sekolah antara lain membantu dalam pelaksanaan manajerial sekolah, menyederhanakan dan mempermudah administrasi sekolah, mempercepat pelayanan terhadap siswa maupun pihak-pihak yang terkait dengan sekolah, dll.

PELAJARAN KETUJUH
PENGEMBANGAN KOMPETENSI KOMUNIKASI GURU PAI
• pengertian Pengembangan Kompetensi Komunikasi Guru PAI
Untuk mengerti lebih mendalam tentang pengembangan kompetensi komunikasi guru PAI berikut kami jelaskan menegenai pengertian dari kompetensi dan komunikasi guru.

• Kompetensi Guru
Kompetensi berasal dari bahasa inggris competency sebagai kata benda competence yang berarti kecakapan, kompetensi, dan kewenangan.
• Kompetensi guru juga berarti suatau kemampuan atau kecakapan yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dimiliki dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan fungsi profesionalnya. Dalam kaitannya dengan interaksi guru dan siswa maka dibutuhkan kecakapan atau kompetensi sosial guru.

Kompetensi pendidik menurut PP Nomor 19 tahun 2005 meliputi:
Kompetensi Pedagogic yang terdiri dari:
• pemahaman tentang peserta didik
• pemahaman tentang pendidikan dan pembelajaran
• pemahaman tentang kurikulum sekolah
• perancangan pembelajaran
• pembelajaran
• evaluasi proses dan hasil belajar
• peningkatan proses pembelajaran melalui penelitian
pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang dimiliki
• Kompetensi Kepribadian
• mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia.
• siap mengikuti perkembangan ilmu dan kependidikan melalui berbgai media komunikasi yang mutakhir.
• Kompetensi Professional, meliputi pendalaman penguasaan bidang studi yang telah dimiliki untuk mendukung terlaksananya pembelajaran bidang studi disekolah sasaran secara optimal.
Komunikasi Guru
• Pengertian komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Tahapan Komunikasi

• Tahap Ideasi (Ideation), yaitu tahap proses penciptaan gagasan, pesan atau informasi. Pada umumnya ideasi muncul karena ada rangsangan dari luar atau ada kebutuhan untuk berkomunikasi pada diri peserta.
• Tahap Penyandian (Encoding), yaitu proses penyusunan gagasan atau pesan menjadi suatu bentuk informasi (simbol, lambang, sandi) yang akan dikirimkan; termasuk pemilihan dan penentuan cara maupun alat(media)untuk menyampaikannya.
• Tahap Pengiriman (Transmitting), merupakan kegiatan penyampaian pesan atau informasi yang terjadi di antara peserta komunikasi..

• Tahap Penerimaan (Receiving), yakni proses penerimaan atau pengumpulan pesan yang terjadi pada para peserta komunikasi.
• Tahap Penafsiran (Decoding), yakni usaha pemberian arti terhadap informasi/pesan di antara peserta komunikasi.
• Tahap Respon (Pemberian Tanggapan), merupakan tindak lanjut dari penafsiran yang telah dilakukan, yakni pemberian reaksi terhadap pesan yang telah disampaikan
• Tahap Balikan (Feedback), berlangsung seiring dengan tahap-tahap komunikasi lainnya.
Efektivitas Komunikasi Antar pribadi
• Keterbukaan, mencakup aspek keinginan untuk terbuka bagi setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain, dan keinginan untuk menanggapi secara jujur semua stimulus yang datang kepadanya.
• Empati, yaitu merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh orang lain atau mencoba merasakan dalam cara yang sama dengan perasaan orang lain.
• Dukungan, adakalanya diucapkan dan tidak diucapkan.
• Kepositifan, mencakup adanya perhatian yang positif terhadap diri seseorang, suatu perasaan positif itu dikumunikasikan, dan mengefektifkan kerjasama.
• Kesamaan, mencakup kesamaan suasana dan kedudukan antara orang-orang yang berkomunikasi.

Problem-problem komunikasi dalam pembelajaran PAI
Di dalam proses pembelajaran, komunikasi menjadi hal yang penting agar tujuan pembeajaran dapat tercapai. Namun beberapa guru mengalami problem-problem komunikasi dalam proses pembelajaran tersebut. Beberapa problem-problem komunikasi dalam pembelajaran PAI, diantaranya:
• Perbedaan sudut pandang antara pendidik dan peserta didik
• Guru hanya mementingkan aspek kognitif peserta didik
• Guru kurang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga makna pelajaran kurang tersampaikan.
• Guru kurang mampu tampil secara optimal dalam menjalankan tugasnya
• Guru kurang memberi motivasi kepada peserta didik
• Guru menganggap peserta didik sebagai obyek, bukan sebagai subyek

PELAJARAN KEDELAPAN
PELECEHAN SEKSUAL PELAJAR DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Pengertian Pelecehan Seksual Pelajar di Lingkungan Sekolah
Pelecehan seksual adalah segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual dan tidak senonoh yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan reaksi negatif: rasa malu, marah, dan tersinggung pada diri korban di lingkungan sekolah.
Tinjauan Hukum Kekerasan
• Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
• Pasal 81 “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) .
• Pasal 82 “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun
Faktor Penyebab Terjadinya Pelecehan Seksual
Pertama, Faktor moralitas dan rendahnya internalisasi ajaran agama serta longgarnya pengawasan dilevel keluarga dan masyarakat yang menyebabkan terjadinya pelecehan.
Kedua, faktor permisifitas dan abainya masyarakat terhadap potensi pelecehan seksual. Faktor kegagapan budaya melalui tayangan dan perkembangan informasi yang terlalu mudah diakses sehingga memungkinkan berbagai tayangan sadisme, kekerasan, pornografi, dan berbagai jenis tayangan dekstruktif lainnya ditonton. Namun, minim proses penyaringan pemahaman. Tanpa disertai dengan kesadaran literasi media serta tanpa diikuti pemahaman dan penyikapan yang proporsional.
Ketiga, faktor perhatian orang tua dan keluarga yang relatif longgar terhadap anaknya dalam memberikan nilai-nilai hidup yang bersifat mencegah kejahatan pelecehan seksual. Terutama pada remaja terkait etika pergaulan, etika berbusana, etika sosial lainnya yang bersifat preventif.
Dampak Kekerasan Pelecehan Seksual
Korban pelecehan seksual akan mengalami pasca trauma yang pahit. Pelecehan seksual dapat merubah kepribadian anak seratus delapan puluh derajat. Dari yang tadinya periang menjadi pemurung, yang tadinya energik menjadi lesu dan kehilangan semangat hidup.
Kekerasan yang terjadi pada peserta didik di sekolah dapat mengakibatkan dampak psikis, yaitu:
• Trauma psikologis, rasa takut, rasa tidak aman, dendam, menurunnya semangat belajar, daya konsentrasi, kreativitas, hilangnya inisiatif, serta daya tahan (mental) siswa, menurunnya rasa percaya diri, inferior, stress, depresi dsb.
• Siswa yang mengalami tindakan kekerasan pelecehan seksual tanpa ada penanggulangan, bisa saja menarik diri dari lingkungan pergaulan, karena takut, merasa terancam dan merasa tidak bahagia berada diantara teman-temannya.
• Sebagai korban, mereka kehilangan haknya atas pendidikan, dan haknya untuk bebas dari segala bentuk kekerasan fiisik dan mental yang tidak manusiawi. Martabat mereka direndahkan. Pertumbuhan dan perkembangan diri mereka dihambat.
Cara Mencegah Kekerasan Pelecehan Seksual Pelajar di Sekolah
Adapun cara mencegah kekerasan pelecehan seksual di Sekolah antara lain sebagai berikut:
• Menunjukan sikap tegas terhadap segala bentuk perilaku yang mencurigakan.
• Selalu bersikap waspada dengan siapapun.
• Hindari melamun saat di sekolah, dan selalu bersama teman-teman.
• Berpakaian sewajarnya, sopan dan tidak ketat.
• Berlatih bela diri jika diperlukan.
• Tidak mudah menerima ajakan untuk berpergian atau menginap ditempat asing.
• Jangan mudah menumpang kendaraan orang yang belum dikenal.

Categories: Uncategorized

PROFIL AKU

edi


Popular Posts

Hello world!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Resum Matkul Sistem

RESUM MATA KULIAH SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN (SIP) Dosen pengampu : Imam Suprabowo ...

makalah kelompok 6 m

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini persaingan antara sumber daya manusia ...

Kenangan terindah,,,

Hari ini tepat pada tanggal 24 maret kisah cinta sejatiku ...

ANALISIS ITEM TEST

ANALISIS ITEM TES