“pendidikan di daerah terpencil”

Assalamu’alaikum wr.wb.
Selamat pagi dan salam sejahtera buat kita semua. Ibu guru yang saya hormati dan teman-teman seperjuangan yang saya sayangi. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato yang berjudul “ Pendidikan di Daerah Terpencil “.
Hadirin sekalian, sesuai dengan UUD 1945 dan Sistim Pendidikan Nasional ( SISIDIKNAS ) No.20 th 2003, mengamanahkan bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak. Itu artinya, masyarakat di kota maupun di desa, di daerah maju maupun di daerah yang tidak maju berhak mendapatkan pendidikan yang formal maupun informal. Salah satunya, seperti di daerah pedalaman/terpencil, dan di daerah perbatasan khususnya yang ada di Kabupaten Sambas.
Menurut informasi yang saya dapatkan bahwa, pendidikan masyarakat di daerah pedalaman dan terpencil serta di daerah perbatasan seperti daerah Kec. Sajingan, Kec. Subah, dan Kec. Paloh, pendidikan masyarakatnya sangat tertinggal, yang dimana sebagian besar penduduknya tidak tamat SD, dan hasil persentase kelulusan ujian sangat minim. Tidak hanya itu, masyarakatnya juga banyak yang putus sekolah.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan, mengapa pendidikan masyarakat di daerah itu sangat tertinggal, antara lain :
1. Sarana transportasi seperti jalan, kondisinya sangat sulit dan keadaanya sangat rusak parah. Disamping itu, letak/jaraknya sangat jauh dari pusat kota Sambas.
2. Sarana prasarana yang kurang memadai, seperti peralatan alat tulis sekolah baik berupa buku, dan lainnya.
3. Jumlah guru atau tenaga pengajar sangat kurang. Sebagai contoh, ada satu sekolah yang saya ketahui bahwa hanya ada satu tenaga pengajar yang mengajar 6 kelas sekaligus guru tersebut berperan sebagai Kepala Sekolah dan Penjaga Sekolah. Belum lagi SMP, SMA yang gurunya sangat sedikit.
4. Kesadaran masyarakat di daerah pedalaman akan arti pentingnya pendidikan masih lemah. Contohnya, pada musim mereka bercocok tanam padi di sawah atau di ladang. Bagi anak-anak dari masyarakat itu lebih memilih pergi ke ladang untuk membantu orang tua mereka, daripada menuntut ilmu di sekolah.
5. Contoh lain, jarak tempuh dari pemukiman penduduk menuju sekolah sangat jauh. Bahkan anak SD, SMP, dan SMA ada yang berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 7 km. Jadi, dalam sehari anak itu menempuh jarak hingga sekitar 14 km, dengan medan yang berbukit-bukit. Sehingga, anak tersebut sudah merasa letih dan kelelahan dulu sebelum mengahadapi proses belajar mengajar. Selain itu juga, karena jarak, banyak juga kaum pendidik yang tidak betah dalam bertugas.
6. Sarana listrik, tidak tersedia sehingga ketika belajar masih menggunakan penerangan lampu yang masih sangat sederhana. Dan di sekolah, tidak bisa menggunakan alat teknologi seperti komputer.
Akibat dari beberapa kekurangan yang saya sebutkan tadi, tidak menutup kemungkinan mutu pendidikan semakin rendah, sehingga SDM akan rendah pula, maka terciptanya kemiskinan dan kebodohan. Karena didasari dengan proses belajar mengajar yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Sebagai kesimpulan, untuk mengatasi kondisi tersebut solusi yang dapat dilakukan adalah dengan cara :
1. Memberikan seluas-luasnya kepada masyarakat kesempatan pendidikan dengan membangun gedung-gedung sekolah, penambahan dan pemerataan tenaga pengajar, serta meningkatkan penambahan gaji guru dipedalaman. Selain itu, pemerintah harus membangun jalan dan menyediakan listrik untuk mendukung proses berjalannya pendidikan.
2. Penyuluhan terhadap masyarakat tentang arti pentingnya peran pendidikan.
3. Tidak lupa juga untuk membangun kesehatan di diri masing-masing individu, karena kesehatan hubungannya sangat erat dalam mewujudkan pendidikan yang tidak bisa dilepaskan.
Nah teman-teman, kita sebagai generasi muda yang berada di perkotaan, mari ringankan tangan berkerja sama untuk membantu membangun pendidikan di daerah pedesaan, karena mereka juga bagian dari masyarakat Kabupaten Sambas yang harus maju seperti kita yang ada di kota ini. Sesuai dengan visi Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas ‘Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Sambas Lebih Berkualitas Tahun 2025’.
Demikianlah, pidato yang dapat saya sampaikan kali ini, semoga dapat bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk mewujudkan pemerataan pendidikan yang berkualiti tinggi.
Mohon maaf atas segala kekurangan. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.

Performance Optimization WordPress Plugins by W3 EDGE