RSS
 

analisis materi Al Qur’an Hadits kls X

analisis materi Al Qur’an dan Hadis kelas X SMA/SMK/MA Muhammadiyah

untuk memenuhi tugas mata kuliah analisis materi tafsir/hadits

oleh : Eli Zuniharti

A.      PENDAHULUAN

Pendidikan Agama Islam mempunyai peran yang amat penting dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Melalui Pendidikan Agama Islam diharapkan siswa akan terbentuk menjadi pribadi yang bertaqwa, berwibawa, dan berakhlak mulia.

Salah satu aspek yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Islam adalah sumber acuan dalam agama itu sendiri yaitu Al Qur’an dan Hadits. Di lingkungan sekolah Muhammadiyah aspek ini tertuang dalam mata pelajaran Pendidikan Al Qur’an Hadits.  Karena seperti yang kita tahu di sekolah-sekolah Muhammadiyah materi-materi Pendidikan Agama Islam dibagi ke dalam beberapa bagian sehingga bisa dibahas lebih mendalam. Begitu pula dengan hal-hal  yang berkaitan dengan Al Qur’an dan Hadits  akan dibahas secara lebih mendalam dalam mata pelajaran Pendidikan Al Qur’an Hadits.

Menyadari betapa pentingnya fungsi mata pelajaran pendidikan Al Qur’an Hadits bagi peserta didik maka penulis berkeinginan untuk menganalisis buku teks yang menjadi pegangan guru dalam mengajar. Dalam makalah ini penulis akan menganalisis buku teks Pendidikan Al Qur’an Hadits kelas X SMA/ SMK/ MA Muhammadiyah.

Hasil analisis berupa kelebihan-kelebihan buku akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Adapun kesalahan-kesalahan/kekurangan-kekurangannya harus diperbaiki dan diperkaya dengan materi-materi Al Qur’an Hadits dari sumber lain untuk menghasilkan buku pegangan yang lebih baik ke depannya.

 B. PEMBAHASAN

B.1 Profil Buku

Buku yang akan kami analisis berjudul Pendidikan Al Qur’an Hadits kelas 10 yang diterbitkan pada tahun 2009. Buku ini merupakan edisi revisi dari buku sebelumnya yang terbit pada tahun 2008. Buku Pendidikan Al Qur’an Hadits ini ditulis oleh Sandi Rokhman, S. Ag dan Drs. Abdul Qudus Zoher, M. Pd dengan editor Prof. Dr. Bustami Subhan,M. S dan Drs. Hamdan Hambali. Sedangkan penyelaras bahasa oleh Achmad Haidar, S. Sos.I. Buku yang diterbitkan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY ini memiliki sampul berwarna biru tua dengan perpaduan warna putih mengkilat. Selain itu pada sampul terdapat gambar Al Qur’an yang terbuka. Desain cover tersebut dilakukan oleh Iwan SSU dan lay out oleh Bagus SSU. Buku tersebut terdiri dari 87 halaman ditambah 8 halaman depan (mulai dari cover sampai dengan daftar silabi).

Buku diawali dengan pengantar edisi revisi , daftar isi, daftar silabi kemudian baru masuk materi pertama yaitu manusia sebagai khalifah di bumi. Adapun daftar materi dari buku ini adalah :

BAB

MATERI

I

Manusia sebagai khalifah di bumi

II

Keikhlasan dalam beribadah

III

Kewajiban beriman, beribadah, dan berusaha

IV

Harta dan tanggung jawab

V

Demokrasi

VI

Kebersamaan, kemajemukan, nalar, kompetisi, dan peran manusia di muka bumi

 

Dalam setiap materi disajikan gambar-gambar yang disesuaikan dengan materi. Menurut saya hal ini merupakan kelebihan buku karena dengan adanya gambar-gambar tersebut siswa bisa menjadi lebih tertarik untuk membacanya. Namun sayangnya pada awal bab/ materi, gambar yang disajikan monoton. Dari bab I sampai bab terakhir gambar yang mengawalinya sama yaitu gambar masjid. Akan lebih baik jika gambar dibuat berbeda dengan menyesuaikan pada materi yang akan disampaikan.

Secara umum bab terdiri dari 7 atau 8 subbab meliputi serambi, materi berupa ayat, terjemah, mufradat,dan kandungan/penjelasan ayat. Subbab berikutnya adalah kisah teladan,selingan, praktek, tugas, uji kompetensi dan refreshing. Ada pula beberapa bab yang menyelipkan tajwid pada subbab materi. Yang menjadi kelebihan buku ini menurut penulis adalah adanya subbab serambi yang memberikan penjelasan awal sebelum masuk ke materi pokok. Selain itu juga ada subbab kisah teladan yang hikmah atau nilai-nilai kebaikan di balik kisah tersebut bisa diambil para siswa dan dijadikan sebagai contoh atau cerminan dalam bertindak di kehidupan sehari-hari.

Namun di dunia ini tetap tidak ada yang sempurna. Kekurangan buku ini dari segi profil buku adalah bahwa sumber penulisan/ daftar pustaka yang dipakai masih sangat minim. Daftar pustaka buku ini hanya terdiri dari 4 sumber. Menurut penulis seharusnya untuk menyusun suatu buku itu sumber yang dipakai harus banyak sehingga ilmu yang disajikan juga banyak. Sebaiknya materi buku ini harus lebih diperkaya lagi dengan sumber-sumber lain yang relevan.

B.2 Analisis Materi

Dalam makalah ini penulis akan menganalisis materi dari berbagai segi. Diantaranya adalah dari segi bahasa,tulisan, kronologi penyampaian materi, relevansi materi dengan standar kompetensi, relevansi materi dengan kebutuhan siswa, ketepatan ayat Al Qur’an dan hadits dengan tema pelajaran serta kualitas evaluasi pembelajarannya.

1.    Bahasa

Kesalahan bahasa dalam buku ini masih banyak sekali penulis temukan. Diantaranya berkaitan dengan penyusunan kalimat. Susunan kalimat dalam buku ini banyak sekali yang salah. Menurut penulis susunan kalimat di sini banyak sekali yang tidak sesuai dengan aturan penyusunan kalimat yang harus memenuhi SPOK atau minimal S dan P. Contohnya adalah pada bab II subbab serambi alinea 6 yang berbunyi :

Jarang sekali orang yang memiliki kehawatiran, apakah ibadahnya diterima atau tidak, lebih banyak yang hanya memperhatikan sah tidaknya saja

Jika dicermati pada kalimat tersebut tidak jelas yang manakah posisi subjek, predikat, objek,dan keterangannya. Kalimat tersebut terlalu panjang namun inti dari kalimat itu malah tidak tersampaikan dengan baik. Jika dibaca berulang-ulang kalimat tersebut akan terasa aneh (rancu). Masih pada bab yang sama namun pada subbab refreshing, penulis kembali menemukan kesalahan kalimat. Di buku tertulis :

Para siswa diberi kesempatan melalui penugasan untuk mengamati lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya, kemudian mengidentifikasi perbuatan yang dikategorikan sebagai ibadah dan apa saja perbuatan yang tidak baik, yang menjadi kebiasaan di tengah  masyarakat.

Jika dibaca sekilas memang tampaknya kalimat tersebut tidak salah namun menurut penulis, kalimat itu terlalu panjang. Siswa yang membacanya tentu akan merasa capek karena tidak ada kesempatan untuk berhenti sejenak bernafas. Memang kalimat tersebut dipisah dengan tanda koma namun akan lebih baik jika kalimat itu langsung dibuat menjadi dua kalimat. Para siswa diberi kesempatan melalui penugasan untuk mengamati lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya. Kemudian mengidentifikasi perbuatan yang dikategorikan sebagai ibadah dan apa saja perbuatan yang tidak baik, yang menjadi kebiasaan di tengah  masyarakat.

Kesalahan susunan kalimat lain masih penulis temukan pada halaman 42 alinea 7, tertulis :

Manusia disadarkan, melalui keimanan kepada hari akhir dan keimanan terhadap adanya surga dan neraka, pada suatu keyakinan bahwa semua anugrah yang diperolehnya akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Kalimat tersebut susunannya kurang sesuai. Bukankah akan lebih baik jika tanda koma setelah kata disadarkan dihilangkan dan tanda koma setelah kata neraka diganti dengan kata hubung “serta” ? sehingga akan menjadi :

Manusia disadarkan melalui keimanan kepada hari akhir dan keimanan terhadap adanya surga dan neraka serta pada suatu keyakinan bahwa semua anugrah yang diperolehnya akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Kesalahan bahasa lainnya yang penulis temukan adalah salahnya pemakaian huruf kecil. Hal ini banyak sekali ditemui pada terjemah ayat. Pada terjemah QS. Al Mu’minuun : 12-14 pada hal 5 di sana tertulis kami(Allah) dengan huruf kecil. Sesuai dengan aturan EYD terbaru jika merujuk pada Allah/ Tuhan maka huruf K pada kata  kami harus menggunakan huruf kapital. Tidak berbeda pada halaman 34 alinea pertama terjemah QS. Luqman : 14 juga ada kesalahan seperti itu. Kata kami yang merujuk pada Allah ditulis menggunakan huruf kecil. Sebaliknya pada halaman 19 pada bagian terjemah QS.Al Baqarah ditemukan kata Telah dengan menggunakan huruf besar. Padahal seharusnya menggunakan huruf kecil karena merupakan kata sambung biasa. Kesalahan yang sama ditemui pada halaman 11  dua alinea terakhir yaitu kata Neraka yang menggunakan huruf kapital. Karena berada di tengah-tengah kalimat maka seharusnya huruf “n” pada kata neraka ditulis menggunakan huruf kecil. Pada halaman 30 dan 43 masih ditemukan lagi kesalahan seperti itu.

Salahnya pemakaian tanda baca juga penulis temukan pada buku ini. Halaman 23 pada dua alinea terakhir menunjukkan bahwa ada tanda koma pada kalimat :

“Jadi perbanyaklah berbuat baik, karena Allah akan memperhitungkan hal itu untuk mengubah keadaan buruk kita.”

Menurut penulis tanda koma di atas tidak diperlukan karena tanpa tanda koma pun kalimat tersebut sudah menjadi kalimat majemuk yang sempurna. Pada halaman 42 juga terdapat kesalahan seperti itu. Pada baris ketujuh tertulis :

“Manusia disadarkan, melalui keimanan kepada hari akhir dan keimanan terhadap adanya surga dan neraka……”

Tanda koma setelah kata disadarkan sepertinya tidak perlu karena dengan adanya tanda koma berarti kalimat tersebut sudah menjadi kalimat sempurna. Padahal kalimat manusia disadarkan masih belum sempurna dan belum jelas maksudnya.

Kesalahan kecil seperti salah ketik juga penulis temui pada halaman 50 baris kelima. Kata “seperti” namun ditulis “sepeti”. Masih ada lagi yaitu salahnya penulisan singkatan SWT yang menggunakan huruf kecil. Kesalahan ini ditemui pada halaman 2 alinea terakhir.

2.     Analisis Tulisan

Tulisan latin dan arab pada buku pendidikan Al Qur’an Hadits kelas 10 ini sudah cukup jelas dan bisa dibaca. Tulisan latinnya menggunakan huruf calibry ukuran 12. Untuk siswa SMA tulisan tersebut sudah sangat jelas dan mudah untuk dibaca. Begitu pula dengan tulisan arabnya yang besar membuat siswa mudah membaca dan memahami ayat Al Qur’an/ hadits yang ada. Apalagi ditambah dengan adanya terjemah, mufradat, dan penjelasan ayatnya semakin mempermudah siswa memahami maksudnya.

Kesalahan tulisan tidak banyak ditemukan. Hanya beberapa penulisan istilah Arab dengan huruf latin yang tidak sesuai dengan pedoman transliterasi. Contohnya adalah penulisan surat Al mukminuun seharusnya ditulis Al mu’minuun.

Ketidakkonsistenan tulisan juga ada di buku ini. Pada halaman 19 kata ridho ditulis menggunakan huruf “h” namun pada halaman 24 kata ridho ditulis menggunakan huruf “l” (ridlo). Ada pula kata shalat yang kebanyakan ditulis “shalat” namun paada halaman lain penulis temukan menggunakan huruf “o” (sholat).

Sebaiknya penulisan istilah-istilah Arab dalam bahasa Indonesia harus konsisten dan disesuaikan dengan pedoman transliterasi Arab-Indonesia

Ada pula kesalahan tulisan arab pada mufradat yang terbalik, yaitu tertulis

  تعلمون لا  seharusnya  لاَ تَعْلَمُوْ نَ

3.    Kronologi Penyampaian Materi

Susunan bab / materi pada buku ini masih belum teratur. Menurut penulis susunan/ urutan penyampaian materinya yang benar adalah :

  1. Manusia sebagai khalifah di bumi
  2. Kewajiban beriman, beribadah, dan berusaha
  3. Keikhlasan dalam beribadah
  4. Harta dan tanggung jawab
  5. Kebersamaan, kemajemukan, nalar, kompetisi, dan peran manusia di muka bumi
  6. Demokrasi.

Sebagai urutan pertama adalah materi manusia sebagai khalifah karena untuk mengawali materi-materi berikutnya harus dijelaskan dulu bahwa Allah telah memilih manusia sebagai khalifah di bumi. Setelah itu dijelaskan kewajiban apa yang harus dilakukan manusia sebagai khalifah. Kemudian baru dijelaskan bahwa dalam beribadah itu harus ikhlas. Setelah materi keikhlasan dalam beribadah barulah diberikan materi harta dan tanggung jawab sebagai salah satu bentuk ibadah. Bab selanjutnya adalah kebersamaan yang kemudian diakhiri dengan demokrasi sebagai salah satu bagian penting dalam kebersamaan dan kemajemukan.

Urutan penyampian materi dalam bab-bab yang ada juga belum berurutan. Sebagai contoh pada bab II urutan ayat yang disampaikan adalah Al An’aam : 162-163, Al Baqarah : 21, Al Bayyinah: 5. Jika disesuaikan dengan arti ayat-ayat tersebut maka urutannya seharusnya adalah Al Baqarah : 21, Al Bayyinah: 5, baru kemudian Al An’aam : 162-163. Karena sebelum menyatakan bahwa solat, ibadah, hidup dan mati hanya untuk Allah seharusnya dimulai dulu dari perintah menyembah kepada Allah.

4.    Relevansi Materi dengan Standar Kompetensi

Relevansi materi dengan standar kompetensi sudah cukup baik. Dari semua isi materi sudah mencakup dan sesuai dengan kompetensi dasar yang ditentukan. Tinggal bagaimana kreativitas guru dalam menyampaikan materi-materi yang ada untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan.

5.    Relevansi Materi dengan Kebutuhan Siswa

Materi-materi yang disajikan dalam buku menurut penulis sudah sesuai dengan kebutuhan siswa. Walaupun materi terakhir masih terlalu luas bagi siswa SMA. Karena isi materinya tidak seluas judulnya maka materi tersebut bisa dibilang sesuai dengan kebutuhan siswa. Yang penulis sayangkan adalah materi-materi tersebut kebanyakan berkaitan dengan muamalah. Sedangkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan ibadah-ibadah mahdah tidak ada hanya disebutkan sedikit pada materi kewajiban beribadah. Namun pembahasannya belum terlalu mendalam.

Menurut pendapat penulis seharusnya materi-materi yang diberikan harus seimbang antara hal-hal yang berkaitan dengan muamalah maupun ibadah-ibadah mahdah dan ghairumahdah.

6.    Ketepatan Ayat Al Qur’an dan Hadits dengan Tema Pelajaran

Kekurangtepatan ayat Al Qur’an dengan tema pelajaran penulis temui pada bab terakhir yaitu kebersamaan, kemajemukan, nalar, kompetetisi, dan peran manusia di muka bumi. Pada bab tersebut ada QS. Al Kahfi: 29 tentang balasan bagi orang-orang kafir. Menurut penulis hal ini tidak ada hubunganya dengan tema pelajaran yang berkaitan dengan kebersamaan.

Selain itu pada bab III yang bertema kewajiban beriman, beribadah, dan berusaha terdapat subbab serambi yang isinya tentang Al Qur’an. Menurut penulis hal tersebut juga kurang sesuai dengan tema. Gambar yang ditampilkan pun sama yaitu Al Qur’an. Mungkin bisa diganti dengan gambar orang yang sedang membaca Al Qur’an atau gambar lainnya yang lebih sesuai dengan tema.

7.    Kualitas Evaluasi Belajar

Kualitas instrumen evaluasi belajar yang digunakan dalam buku ini masih rendah. Instrumen yang dipakai masih monoton. Dari bab I sampai terakhir evaluasi yang diberikan hampir sama. Apalagi untuk subbab Tugas, semuanya berisi perintah menulis dan menerjemahkan ayat. Kalaupun itu diberikan untuk memenuhi standar kompetensi mungkin soal bisa dibuat berbeda walaupun intinya sama. Sehingga siswa tidak merasa bosan. Uji kompetensi pada buku ini juga masih belum bisa digunakan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan. Disamping karena sangat monoton dan tidak adanya variasi soal juga karena evaluasi yang diberikan langsung dihubungkan dengan kejadian dalam kehidupan nyata. Seperti “ siswa mengingat-ingat dan mencatat amal sholih yang pernah dilakukan dengan ikhlas,…”

Dengan tugas seperti ini tentu akan sulit untuk melakukan penilaian. Penulis juga menemukan kesalahan lain. Pada bab I untuk subbab uji kompetensi soalnya belum ada. Yang tertulis disana hanyalah petunjuk sementara soal uji kompetensinya tidak ada.

Untuk kedepannya diharapkan instrumen evaluasi belajar dibuat lebih variatif dengan menambah soal essay atau obyektive test yang lebih bisa mengukur penguasaan siswa terhadap materi. Hal ini dikarenakan pada buku ini sama sekali tidak ditemui variasi soal.

C.      KESIMPULAN

Dari paparan diatas penulis menyimpulkan bahwa :

  1. Kelebihan buku ini diantaranya :

a)      Kesesuaian materi dengan kompetensi dasar dan kebutuhan siswa.

b)      Jelasnya tulisan baik arab maupun latin.

c)      Ada mufradat yang bisa membantu siswa untuk memahami ayat.

d)     Ada gambar-gambar yang bisa menarik siswa untuk membaca buku ini.

e)      Ada subbab serambi yang menjadi pengantar sebelum masuk materi.

f)       Terdapat subbab kisah teladan yang nilai-nilai atau hikmahnya bisa dipetik oleh para siswa.

2. Kekurangan buku ini adalah :

a)      Terdapat banyak kesalahan bahasa dan tulisan.

b)      Kronologi penyampaian materi yang belum urut.

c)      Terdapat kekurangtepatan ayat Al qur’an dengan tema pelajaran yang ditemukan  pada salah satu bab.

d)     Kualitas evaluasi belajar yang masih rendah dan monoton.

e)      Kurangnya sumber acuan/daftar pustaka yang dipakai dalam pembuatan buku ini.

 

Walaupun buku ini memiliki banyak kekurangan namun kelebihannya juga tidak sedikit. Sehingga Kekurangannya lebih banyak pada segi tulisan dan kebahasaan. Kalau dari segi materi menurut kami sudah sesuai dan cukup bagus untuk siswa SMA/SMK/MA. Oleh karena itu menurut penulis, secara keseluruhan buku  ini bisa dijadikan sebagai buku pegangan belajar siswa. Namun untuk kedepannya penulis harapkan tata tulis dan kebahasaannya harus diperbaiki lagi. Sumber – sumber acuan penyusunan buku pun harus lebih diperkaya lagi.

referensi :

EYD 2009 terbaru. Pdf

Iman, Marsudi. Makalah. Analisis Materi Sejarah Kebudayaan Islam Untuk Madrasah Ibtidaiyah Kelas III.

 

 

Leave a Reply