islamic education

Hanya Blog UMY situs lain

ANALISIS MATERI FIQH IBADAH

Posted by erfina dyah anggraheni 0 Comment


 

IDENTITAS

1.     Mata Pelajaran    : Pendidikan Ibadah / Mu’amalah

2.     Aspek                   : Fiqh

3.     Kelas                    : 10(Sepuluh)

4.     Tingkat                : SMA/ SMK/ MA Muhammadiyah

5.     Alokasi Waktu    : 12 Jam (45 menit x 16 pertemuan)

6.     Semester              : 1 (Gasal)

7.     Penulis Buku       : Munawaroh Ahmad

 

Materi dalam Buku:

NO

POKOK BAHASAN

SUB POKOK BAHASAN

1.

Sumber-Sumber Hukum Islam

A.    Al Qur’an sebagai Sumber Hukum Islam

1.   Pengertian Al Qur’an

2.   Keotentikan Al Qur’an

3.   Kedudukan Al Qur’an

4.   Fungsi Al Qur’an

5.   Isi Kandung Al Qur’an

B.    Al Hadits sebagai Sumber Hukum Islam

1.     Pengertian Al Hadits

2.     Kedudukan dan fungsi Al Hadits

3.     Klasifikasi Al Hadits berdasarkan Rawi

C.     Ijma’ sebagai sumber hukum Islam

1.     Pengertian Ijma’

2.     Kedudukan Ijma’ sebagai sumber hukum Islam

3.     Sebab-sebab dilakukan Ijma’

D.    Qiyas sebagai sumber hukum Islam

1.     Pengertian Qiyas

2.     Kedudukan Qiyas sebagai sumber hukum Islam

3.     Sebab-sebab dilakukan Qiyas

4.     Peranan Akal dalam hukum Islam

E.     Hukum Taklifi dalam Islam dan Penerapannya

1.     Pengertian hukum Taklifi

2.     Klasifikasi hukum Taklifi

3.     Ciri-ciri Mukallaf

4.     Kewajiban bagi Mukallaf

5.     Pentingnya berhukum pada Al Qur’an dan Al Hadits

6.     Penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari

7.     Penerapan hukum Islam dalam beribadah

2.

Kaifiyah Thaharah

A.    Pengertian Thaharah

B.     Najis

1.     Pengertian najis

2.     Macam-macam najis dan cara membersihkannya

3.     Benda-benda najis

C.     Hadats

1.     Pengertian hadats

2.     Macam-macam hadats

3.     Cara bersuci dari hadats

D.    Perilaku hidup bersih dan sehat

3.

Shalat Fardlu

A.    Pengertian Shalat

B.     Perintah shalat

C.     Syarat sah shalat

1.     Sudah masuk waktu shalat

2.     Suci dari hadats besar dan hadats kecil

3.     Menutup aurat

4.     Suci badan, pakaian dan tempat shalat

5.     Menghadap qiblat

D.    Hal-hal yang membatalkan shalat

E.     Tata cara shalat

F.     Hikmah shalat

G.    Sanksi akibat meninggalkan shalat

H.    Dzikir dan do’a sesudah shalat fardlu

I.       Do’a

1.     Pengertian do’a

2.     Dasar hukum do’a

3.     Keutamaan do’a

4.     Syarat-syarat do’a

5.     Waktu yang lebih makbul untuk berdo’a

6.     Adab berdo’a

7.     Contoh pujian, shalawat, dan do’a

 

Analisis:

A.    Kesesuaian antara Standard kompetensi, kompetensi dasar, hasil belajar, indikator dan materi pokok

Jika ditinjau dari kesesuaian antara Standar kompetensi dan kompetensi dasar secara keseluruhan dari buku tersebut, maka antara kedua aspek tersebut sudah cukup sesuai. Hanya saja terdapat beberapa kekurangan pada kedua aspek tersebut, seperti Standar kompetensi yang kurang mencakup keseluruhan dari aspek kompetensi dasarnya, maupun indikator yang kurang sesuai dengan terjemahan dari kompetensi dasar itu sendiri. Adapula sebagian besar materi sudah mencakup tiga ranah pendidikan yaitu kognitif, afektif, dan psikomspanotor, untuk lebih jelasnya akan dijelaskan  pada setiap Bab di bawah ini:

1)      Sumber-sumber hukum Islam

ØPada Bab sumber-sumber hukum Islam, standar kompetensi yang ada hanya mencakup aspek memahami saja, sedangkan pada kompetensi dasar dari Bab pertama ini mencakup pula ranah psikomotor, yaitu menerapkan hukum-hukum islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga perlu adanya penambahan deskripsi pada aspek standar kompetensinya menjadi “memahami dan menerapkan sumber-sumber hukum Islam”. Memasuki kompetensi dasar pada bab pertama poin satu yaitu “Memahami pengertian, kedudukan dan fungsi Al Qur’an dan Al Hadits”, pada aspek tersebut terdapat kurang kesesuaian antara kompetensi dasar dengan peta konsep yang ada pada halaman dua, pada peta konsep tersebut disebutkan bahwa pembahasan Al Qur’an meliputi pengertian, kedudukan, fungsi, isi kandung dan keotentikan Al Qur’an, sedang pada kompetensi dasar hanya memahamkan siswa pada tiga aspek itu saja, sehingga perlu adanya penambahan deskripsi pada kompetensi dasarnya yaitu menjadi “Memahami pengertian, kedudukan, fungsi, isi kandung dan keotentikan Al Qur’an”. Adapun Al Hadits ditempatkan pada kompetensi dasar tersendiri dengan “Memahami pengertian, kedudukan, fungsi dan Klasifikasi Al Hadits”. Terdapat penambahan klasifikasi al Hadits tersebut dikarenakan terdapat pembahasan mengenai klasifikasi Al Hadits pada buku, sedangkan klasifikasi Al Hadits tidak disebutkan dalam indikator bab ini. Sehingga perlu adanya penambahan pada indikator bab Al Hadits ini.  

ØPada buku tersebut dijelaskan pula tentang sebab-sebab dikukannya Ijma’ dan Qiyas, sedangkan pembahasan tersebut tidak terdapat pada kompetensi dasar dan indikator. Sehingga perlu adanya penambahan deskripsi pada kompetensi dasar menjadi “Memahami pengertian, kedudukan, serta sebab-sebab Ijma’ dan Qiyas sebagai sumber hukum islam”, dan pada indikator menjadi “menyebutkan sebab-sebab dilakukan Ijma’ dan Qiyas”. Sedangkan pada kompetensi dasar “Memahami hukum taklifi dalam Islam” juga memerlukan penambahan deskripsi, dikarenakan terdapat satu bahasan buku yang belum tercakup dalam kompetensi dasar tersebut, yaitu mengenai klasifikasi hukum taklifi. Adapun tentang orang mukallaf sudah terdapat pada indikator, namun tidak tertera pada kompetensi dasarnya. Sehingga perlu adanya perubahan menjadi  Memahami pengertian dan klasifikasi hukum taklifi serta Mukallaf dalam Islam”, dan pada indikator dijabarkan pula dengan “Menyebutkan klasifikasi hukum Taklifi”. Serta pada kompetensi dasar yang terakhir yaitu tentang “Menerapkan Hukum Islam dalam Kehidupan Sehari-hari” terdapat kekeliruan penempatan dan adanya kekurang sesuaian penulisan antara indikator dengan materi dalam buku yaitu “Menjelaskan penerapan hukum islam dalam kehidupan berbagai aspek kehidupan”, digantikan dengan “Mengidentifikasi penerapan Hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari” dan terletak pada indikator kedua dalam kompetensi dasar tersebut.

2)      Kaifiyah Thaharah

ØPada bab ini terdapat beberapa kekurangan dalam menyusunan standar kompetensi, kompetensi dasar maupun indikatornya, yaitu pada standar kompetensi pertama disebutkan “Melaksanakan Ketentuan dan Tata Cara Bersuci (طهارة)”, sedangkan pada indikator yang mendukung standar kompetensi disebutkan pula agar siswa mampu mempraktekkan maupun melaksanakan thaharah, sehinggaperlu adanya penambahan deskripsi pada standar kompetensi tersebut menjadi “Memahami dan Melaksanakan Ketentuan dan Tata Cara Bersuci (طهارة)”. Adapun pada kompetensi dasarnya dibutuhkan pula penambahan diskripsi dari “Memahami najis dan hadats” menjadi “Memahami pengertian thaharah, najis dan hadats”, sedangkan pada aspek indikator poin kelima tentang “Menjelaskan dasat hukum thaharah”, dalam buku sudah tergabung dalam pengertian Thaharah, sehingga poin tersebut ditiadakan atau dihapus. Adapula pada kompetensi dasar dan indikator selanjutnya tentang “Memahami ketentuan dan tata cara bersuci dari najis dan hadats” tedak tertera pada materi dalam buku, sehingga kompetensi tersebut sebaiknya dihapuskan.

ØPada kompetensi dasar poin 3 pada bab ini, tertera “Memahami tata cara berwudhu” saja, sedangkan pada indikator pendukung kompetensi dasar tersebut tertera pula indokator “Mempraktekkan wudlu sesuai HPT Muhammadiyah” sehingga perlu adanya penambahan deskripsi pada kompetensi dasar tersebut menjadi “memahami dan mempraktekkan tata cara berwudlu”. Sama halnya dengan permasalahan sebelumnya bahwa sumber hukum wudlu sudah tergabung dalam pengertian wudlu, sehingga untuk indikator “Menjelaskan dasar hukum berwudlu” dihapuskkan. Begitu pula dengan indikator “Mendeskripsikan hal-hal yang membatalkan wudlu”, dalam materi buku tergabung pada hal-hal yang membatalkan tayamum, sehingga perlu dihapuskan pula. Pada kompetensi dasar selanjutnya hanya ditambahkan saja tentang sebab-sebab tayamum karena dalam materi buku disebutkan demikian.

3)      Shalat Fardlu

ØPada bab terakhir ini, standar kompetensi yang ada kurang mencakup segala aspek yang dijabarkan pada kompetensi dasar dan indikator, sehingga perlu adanya penambahan deskripsi pada bagian tersebut menjadi “memahami ketentuan sholat fardhu dan membiasakan dzikir serta do’a sesudah sholat”. Sedangkan pada kompetensi dasar poin dua sudah tercakup pada kompetensi dasar poin satu, sehingga poin dua dihapuskan. Pada indikator keempat dan keenam  menjelaskan tentang “menerangkan syarat wajib sholat” dan “Menjelaskan cara sholat yang khusyu’ dan thu’maninah”, sedangkan pada materi buku tidak dijelaskan didalamnya, sehingga perlu untuk dihapuskan ataupun ditambahkan materi pada buku. Adapun pada kompetensi dasar selanjutnya, tertulis “Membiasakan dzikir dan do’a sesudah sholat” saja, namun dalam materi buku juga tertera tentang pengertian dzikir dan do’a sehingga perlu adanya penambahan deskripsi menjadi “memahami dan membiasakan dzikir dan do’a sesudah sholat”. Sedang pada indikator selanjutnya disebutkan “Mengidentifikasi cara memotivasi diri agar selalu dapat berdzikir dan berdo’a”, tidak tertara pada materi, sehingga perlu dihapuskan ataupun diedit kembali. Serta yang terakhir yaitu mengenai materi adab, manfaat, keutamaan  dan waku untuk berdzikir dan berdoa yang belum tertera pada kompetensi dasar maupun indikator.

 

B.    Kesesuaian materi dengan tujuan pendidikan nasional, visi, misi dan tujuan lembaga/yayasan

Permendiknas No. 23 Tahun 2003 dapat dicermati 8 (delapan) Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) Agama dan Akhlak Mulia pada tingkat SMA/MA yang secara substantif meliputi: 1) berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja; 2) menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras dan golongan social ekonomi dan budaya dalam tatanan global; 3) berpartisipasi dalam menegakkan aturan-aturan sosial; 4) memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat; 5) menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain; 6) berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun melalui berbagai cara termasuk pemanfaatan teknologi informasi yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan; 7) menjaga kebersihan, kesehatan, ketahanan dan kebugaran jasmani dalam kehidupan sesuai dengan tuntutan agama; dan 8) memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab.

Ø  Jika dilihat dari kesesuaian materi tujuan pendidikan nasional, visi, misi dan tujuan lembaga/yayasan Permendiknas No. 23 Tahun 2003, maka buku pendidikan/ muamalah SMA Muhammadiyah kelas X sudah sangat sesuai dengan tujuan pendidikan dan sudah memenuhi 8 standar kompetensi yang mana didalam buku tersebut anak diajarkan untuk berperilaku menurut ajaran agama yang dianutnya, contoh : didalam buku siswa diharapkan dapat memahami tentang sumber hukum islam yaitu Al-quran, al-hadist, ijma, qiyas serta taklifi, dan siswa mamapu untuk menerapkan hukum islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dalam buku ini siswa juga diharapkan dapat melaksanakan ketentuan dan tata cara dalam thaharah yang meliputi wudhu, tayamum dan mandi besar serta dapat membiasakan hidup bersih dalam lingkungan. Yang terakhir bahwa siswa diharapakan untuk dapat mendirikan shalat dan melaksanakan dzikir dan doa.

 

C.    Kesuaian antara materi dengan perkembangan usia, psikologi dan kematangan pikiran siswa

Ø  Di dalam Buku pendidikan Ibadah/muamalah kelas X untuk SMA Muhammadiyah ini sudah sesuai dengan perkembangan usia serta psikologis serta kematangan pikiran peserta didik sebab pada materi ini dibahas tentang hukum islam, thaharoh, sholat, dzikir dan do’a.  Materi ini sangat tepat karena sebagian siswa sudah mengalami masa baligh sehingga dengan diajarkannya materi ini siswa mengerti kewajiban-kewajiban sebagai seorang muslim yang harus mereka laksanakan. Seperti sholat karena pasti sebagian besar sudah baligh maka perlu diajarkan bahwa sholat itu wajib hukumnya, mandi besar (karena sudah banyak siswi yang mengalami menstruasi dan siswa yang mengalami mimpi basah) sehingga pelajaran thaharoh sangat tepat diberikan.

 

D.    Analisis isi materi (kelengkapan, kesempurnaan dll.) berisi kritik, dan usulan materi. Ditulis sumbernya (pustaka)

Ø  Setelah kami mencermati secara seksama terhadap urutan penyajian materi di dalam buku pendidikan Ibadah / Mu’amalah kelas 10 untuk SMA/MA/SMK Muhammadiyah ini sudah sesuai, baik dari urutan BAB maupun sub bahasannya, dimana pada buku ini anak diajarkan tentang Sumber Hukum Islam terlebih dahulu, kemudian masuk kepada ranah Thaharah dan dilanjutkan dengan Shalat Fardlu. Serta terdapat serambi pada setiap awal BAB yang memberi penjelasan umum tentang materi yang akan dibahas pada BAB tersebut. Dan diakhiri dengan penyajian kamus mini guna mempermudah siswa mengingat ayat yang telah dipelajari pada materi bab tersebut, juga terdapat tugas dan uji kompetensi sebagai bahan evaluasi siswa sejauh mana siswa memahami materi pada bab tersebut. Namun, terdapat pula beberapa poin penting yang harus diperhatikan pada setiap BAB dibawah ini:

a.      Analisis isi materi pada BAB 1 (sumber-sumber hukum islam)

Pada bab pertama ini, terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan, sebagai berikut:

v  Kurang cermatnya dalam penulisan materi meskipun hanya sekedar hal-hal yang sepele seperti spasi pada kalimat maupun tanda baca lainnya. Seperti pada Halaman 3 BAB 1.

v  Adanya ketidak sesuaian antara urutan materi pada indikator dan peta konsep dengan materi pada buku, seperti penjelasan tentang keotentikan Al Qur’an pada indikator dan peta konsep terletak setelah penjelasan isi kandung Al Qur’an, namun pada pada materi buku terletak setelah penjelasan pengertian Al Qur’an.

v  Pada fungsi Al Hadits terhadap Al Qur’an poin b dan c belum ada contoh yang relefan tentang kedua hal tersebut. Disini kami memiliki usulan contoh untuk usulan keduanya, yaitu:

        Tentang merinci dan menjelaskan ayat-ayat Al Qur’an yang umum, yaitu tentang ibadah sholat fardlu.

Dari surat Al Baqarah: 110

Artinya: ”dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.                                 

Dijelaskan dengan Hadits yang berbunyi:

عَن مَالِكِ بنِ الحُوَيرِثِ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ = صَلُّوا كَمَا رَأَيتُمُونِي اُصَلِّي (رواه البخاري)

 

Artinya: ”dari Malik Bin Khuwairits r.a bahwa Rasulullah saw bersabda: “shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat” (HR Bukhari)

Sumber: HPT Muhammadiyah kitab Shalat hal 77

        Menetapkan suatu hukum yang belum ditetapkan dalam Al Qur’an, misalnya mengenai kharamnya setiap binatang buas yang bertaring dan burung yang kukunya mencengkeram mangsanya.

عَن اَبِى ثَعلَبَة رَضِيَ اللهُ عَنهُ اَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيهِ وَ سَلَّمَ نَهَى عَن اَكلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ (رواه مسلم)

Dari Abu Tsa`labah ra., ia berkata: Nabi saw. melarang memakan binatang buas yang bertaring. (Shahih Muslim No.3570)

v  Pada materi dalam buku, terdapat sub bab mengenai Klasifikasi hadits berdasarkan rawi, sebab-sebab dikakukannya ijma’ dan qiyas, serta mengenai klasifikasi hukum taklifi, namun sub-sub bab tersebut tidak tertera dalam indikator pembelajaran, sehingga perlu kiranya untuk ditindak lanjuti.

b.     Analisis materi BAB 2 (kaifiyah thaharah)

v  Pada BAB 2 ini, tidak terdapat kekeliruan yang signifikan pada isi materi tersebut. Semua tata cara thaharah yang disebutkan telah sesuai dengan HPT Myhammadiyah. Hanya saja terdapat salah satu kompetensi dasar dan indikatornya yang kurang sesuai atatu tidak terdapat pada materi yang ada pada buku seperti:

o    Menjelaskan urgensi thaharah dalam kehidupan.

o    mendeskripsikan relevansi thaharah dengan hidup bersih dan sehat.

o    Mengidentifikasi alat-alat bersuci.

o    Menyebutkan tata cara bersuci dari hadats dan najis.

o    Membiasakan menjaga kebersihan dari najis dan suci dari hadats dalam berbagai aspek kehidupan.

Poin-poin tersebut tidak tertera dalam materi buku, sehingga perlu adanya tindak lanjut untuk menambah materi ataupun menghapus indikator tersebut.

c.      Analisis materi BAB 3 (shalat fardlu)

Pada bab 3 ini, hal-hal yang berkaitan dengan shalat fardlu sudah sesuai dengan HPT Muhammadiyah, hanya saja terdapat kekurangan materi yang disajikan dalam buku, yaitu mengenai syarat wajib shalat. Dalam indikator disebutkan “menerangkan syarat wajib shalat”, sedangkan pada materi buku tidak dit/strongemukan hal pembahasan tersebut. Serta tidak terdapat indikator yang membahas tentang ketamaan, manfaat, adab, waktu, dan syarat berdzikir dan berdo’a, sedangkan pada materi buku dijelaskan secara mendetail tentang hal-hal tersebut.

ØSatu permasalahan yang urgen pula yang terdapat pada buku ini, ialah tidak adanya petunjuk batas materi untuk semester satu dan dua, sehingga mempersulit untuk menentukan silabus materi yang akan diajarkan pada semester satu maupun dua.

 

 

 

Categories: islamic knowladge

PROFIL AKU

erfina dyah anggraheni


Popular Posts

SISTEMATIKA BERFIKIR

Hei kawan, Ternyata Cara berfikir antara satu orang dengan orang ...

Kenali Gaya Belajarm

Mempelajari gaya belajar seseorang adalah dengan memperlihatkan cara mengenali dan ...

The words of Heart

When you feell there are something lose from your self,,, Don’t ...

THE POWER OF KEPEPET

By Mario Teguh Share ya kawan, Dari Mario Teguh Golden Ways ...

LIMA HUKUM KOMUNIKAS

(The Five Inevitable Laws of Effective Communication)   Lima Hukum Komunikasi yang ...