islamic education

Hanya Blog UMY situs lain

Sejarah Kartini

Posted by erfina dyah anggraheni 0 Comment

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati hari Kartini. Siapa itu Kartini dan bagaimana bisa seorang perempuan biasa mampu menjadi tonggak berdirinya emansipasi perempuan di Indonesia. Raden Adjeng Kartini adalah keturunan dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Kartini adalah anak dari M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama terkenal di Telukawur, Jepara.Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sinilah Kartini kecil belajar berbagai bahasa tak terkecuali bahasa Belanda.

Karena bisa berbahasa Belanda, Kartini mulai menulis surat kepada teman-teman korespondensinya yang kebanyakan berasal dari Belanda. Hasil dari jaringan pertemanan tersebut Kartini mampu mengetahui dan tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Beranjak dari situlah Kartini mulai berjuang untuk perempuan Indonesia agar bisa maju dalam berbagai aspek dan tidak hanya menerima nasib. Kartini juga menulis beberapa artikel dan buku tentang perempuan Indonesia untuk berbagai media baik nasional maupun media milik Belanda.

Setelah menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Kartini kemudian mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, yang kini bernama Gedung Pramuka. Sekolah Wanita Yayasan Kartini terus berkembang dubberbagai kota di Indonesia seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Kartini meninggal dunia setelah melahirkan anak pertamanya pada 17 September 1904. Kartini yang meninggal pada usia 25 tahun dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

 

 

http://simpatizone.telkomsel.com/web/funzone/Education/Sejarah_Kartini

 

Categories: pengetahuan umum

PROFIL AKU

erfina dyah anggraheni


Popular Posts

SISTEMATIKA BERFIKIR

Hei kawan, Ternyata Cara berfikir antara satu orang dengan orang ...

Kenali Gaya Belajarm

Mempelajari gaya belajar seseorang adalah dengan memperlihatkan cara mengenali dan ...

The words of Heart

When you feell there are something lose from your self,,, Don’t ...

THE POWER OF KEPEPET

By Mario Teguh Share ya kawan, Dari Mario Teguh Golden Ways ...

LIMA HUKUM KOMUNIKAS

(The Five Inevitable Laws of Effective Communication)   Lima Hukum Komunikasi yang ...