islamic education

Hanya Blog UMY situs lain


Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah bani Umayyah yang ke-8. Ia naik tahta pada tahun 99-101 H / 717-720 M. Meskipun ia berkuasa tidak lebih dari tiga tahun, namanya tercatat sebagai salah seorang khalifah yang dikenang sepanjang masa karena kepribadian dan kebijakannya yang pro rakyat dan keinginannya yang kuat untuk mengembangkan ilmu agama Islam, ilmu-ilmu umum dan lain-lain. Dimasa inilah terjadi usaha pembukuan hadis-hadis yang sebelumnya tidak dilakukan secara sistematis. Inilah jasanya yang sangat monumental (bersejarah) yang patut dikenang. Untuk mengetahui siapa Umar bin Abdul Aziz sebenarnya, berikut uraian biogafi singkatnya.

Biografi Umar Bin Abdul Aziz

Umar Bin Abdul Aziz dilahirkan pada tahun 63 H di Hilwan, dekat Kairo. Ia lahir ketika ayah Abdul Aziz menjadi Gubernur di Mesir. Berdasarkan garis keturunan, Umar memiliki hubungan darah dengan Umar Bin Al Khattab. Karena ibunya yang bernama Ummu ‘Ashim binti ‘Ashim bin Umar Bin Al Khattab. Salah satu ciri fisik yang dimiliki Umar Bin Abdul Aziz adalah tanda bekas luka dibagian dahi. Luka itu terjadi karena cengkraman binatang ketika ia masih kecil. Ayahnya yang mengobati luka itu dan menghapus darah dari mukanya. Karena secara garis keturunan ia memiliki hubungan darah dengan Umar Bin Khattab, maka banyak sejarawan mengatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz memiliki sifat dan watak yang sama, yaitu keberanian dan keadilan, kelemah lembutan, sifat kasih sayang, sabar dan cinta ilmu pengetahuan.

Pada masa kecilnya, Umar bin Abdul Aziz tinggal menetap dirumah paman-pamannya di Madinah dan memperoleh pendidikan yang baik dari mereka. Banyak ilmu pengetahuan keagamaan diperolehnya, antara lain ilmu hadits, al Qur’an dan lain-lain. Umar bin Abdul Aziz belajar hadits dari ayahnya. Selain ilmu hadits, Umar bin Abdul Aziz juga menguasai ilmu Al Qur’an. bahkan ia telah menghafal dan mengkaji Al Qur’an sejak masih kecil. Untuk memperdalam semua itu, Abdul Aziz mengirim Umar ke Madinah. Tujuannya agar ia belajar dengan baik ilmu-ilmu agama Islam, termasuk Al Qur’an. di Madinah is belajar Al Qur’an dengan Ubaidillah bin Abdullah. Pendidikan ini ia lalui hingga dewasa.

Setelah ayahnya meninggal dunia, Umar bin Abdul Aziz diminta oleh Khalifah Abdul Malih bin Marwan datang ke Damaskus. Dikota inilah Umar bin Abdul AziZ menikah dengan Fatimah, anak Khalifah Abdul Malik Bin Marwan. Dari kota inilah ia meniti karir pilitiknya sebagai pejabat penting pemerintahan. Sebab ketika Al Walid bin Abdul Malik menjadi khalifah, ia dipercaya menjadi gubernur di Hijaz, yakni Mekkah dan Madinah. Karirnya berjalan bagus tanpa cacat sedikitpun. Tetapi karena difitnah oleh Hajjaj bin Yusuf, yang dituduh melindungi para pemberontak dari Iraq, Umar bin Abdul Aziz di pecat. Pemecatan ini tidak diambil pusing oleh Umar Bin Abdul Aziz karena memang ia sendiri tidak berambisi untuk menjadi penguasa.

Setelah khalifah Sulaiman bin Abdul Malik wafat, Raja’ bin Haiwah mengumumkan pengangkatan Umar Bin Abdul Aziz dan meminta masyarakat melakukan baiat sebagai bukti kesetiaan mereka terhadap khalifah baru. Setelah Umar Bin Abdul Aziz tahu bahwa masyarakat telah menyatakan sumpah setia kepadanya, ia berucap “Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un”. Kemudian keluar dan mengucapkan kalima pendek. Hadirin sekalian, aku telah dibebani tugas dan tanggung jawab yang sangat berat tanpa terlebih dahulu meminta pendapatku. Jabatan ini bukan pula atas permintaanku. Karena itu, aku membebaskan kalian dari baiat yang telah kalian lakukan. Pilih orang yang kalian paling sukai untuk menjadi khalifah.

Akan tetapi baru saja ia turun dari mimbar, tiba-tiba semua yang hadir disitu secara serempak berkata “Kami memilih anda”, kemudian mereka mendatangi Umar bin Abdul Aziz dan melakukan baiat kembali.

Dalam suatu riwayat, diceritaka bahwa setelah kembali kerumahnya, Umar Bin Abdul Aziz menangis sedih. Ketika Itu Khalifah Umar ditanya oleh istrinya, “Mengapa sedih?”

Jawab Umar:

aku telah dipilih untuk mengurusi umat Muhammad. Terbayang olehku, nasib masyarakat miskin yang kelaparan, orang-orang sakit yang tersia-sia, gembel yang berpakaian compang-camping, orang-orang yang tertindas dan teraniaya, orang-orang asing dan tawanan perang dan orang-orang tua yang sudah tidak lagi mampu bekerja. Aku tahu Tuhan akan menanyaiku tentang mereka semua. Aku khawatir aku tidak bisa memikul semua beban itu. Itulah sebabnya aku menangis”.

dari situlah mulai terjadi perubahan sikap dan gaya hidup Umar Bin Abdul Aziz. Sebab sebelum ia menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz termasuk orang yang suka kemewahan dan musik. Tetapi setelah ia menjadi khalifah, semua itu ditinggalkannya. Bahkan harta yang dimilikinya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat umum. Sementara ia sendiri hidup dalam kesederhanaan dan kesahajaan.

 

Sumber: Pendidikan Agama Islam Sejarah Kebudayaan Islam madrasah tsanawiyah kelas viii

Categories: islamic knowladge

PROFIL AKU

erfina dyah anggraheni


Popular Posts

SISTEMATIKA BERFIKIR

Hei kawan, Ternyata Cara berfikir antara satu orang dengan orang ...

Kenali Gaya Belajarm

Mempelajari gaya belajar seseorang adalah dengan memperlihatkan cara mengenali dan ...

The words of Heart

When you feell there are something lose from your self,,, Don’t ...

THE POWER OF KEPEPET

By Mario Teguh Share ya kawan, Dari Mario Teguh Golden Ways ...

LIMA HUKUM KOMUNIKAS

(The Five Inevitable Laws of Effective Communication)   Lima Hukum Komunikasi yang ...