Afriandika Mind

KESEDERHANAAN ITU SEDERHANA

Setelah lelah beraktifitas seharian, sedikit memejamkan mata untuk bersitirahat sejenak, tiba-tiba ada keinginan untuk menonton film Gie, ak cari-cari filenya, alhamdulliah masih ada. Berikut adalah sekilas tentang Soe Hok Gie. Soe Hok Gie adalah Orang keturunan China yang lahir pada 17 Desember 1942. meninggal di Gunung Semeru, 16 Desember 1969 pada umur 26 tahun adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Satu hal lain yang dapat dipetik pelajarannya bahwa Sejak masih sekolah, Soe Hok Gie sudah sering mengunjungi perpustakaan umum dan beberapa taman bacaan di pinggir-pinggir jalan di Jakarta.

Ada beberapa Inspirasi dari kata kata Soe Hok Gie untuk mahasiswa, intelektual penerus bangsa, berikut dibawah ini:

  • Lebih baik hidup terasingkan dari pada hidup dalam kemunafikan, sama guru bukanlah dewa yang selalu benar dan murid bukan lah kerbau yg di cocok hidungnya yg selalu patuh.
  • Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran
  • Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi “manusia-manusia yang biasa”. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
  • Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
  • Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi
  • “Disana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau dengan isteri-isterinya. Dua ratus meter dari Istana, aku bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga. Aku besertamu orang-orang malang…”
  • Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.

Soe Hok Gie adalah seseorang yang suka naik gunung. aku baru naik gunung Lawu, mungkin selanjutnya semeru juga. Heheh…
banyak yang bertanya kenapan Gie naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

Categories: Inspire The Soul

PROFIL AKU

N.E. Afriandika


Popular Posts

Wow, Hacker Indonesi

Cyber war sudah terjadi seminggu terakhir ini , mulai dari ...

Bahasa Indonesia, Ba

bahasa indonesia merupakan bahasa yang indah sob,, bisa diliat ni ...

Hidup yang 'Bernilai

Kadang kita merasa bahwa hidup yang 'bernilai' itu  hidup yang ...

Budaya Jepang Yang P

sedikit share aja nii,, disini bukan untuk jelek-jelekin negara sendiri, ...

15 kata "Jangan" yg

  Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu kian ...