HADITS TENTANG PENDIDIK

  pendidikan   11/14/2011

HADITS TENTANG PENDIDIK

PENDAHULAN

Dalam ilmu pendidikan yang di maksud dengan pendidik ialah semua yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu : manusia, alam, dan kebudayaan. Manusia, alam, dan kebudayaan inilah yang sering disebut dalam ilmu pendidikan sebagai lingkungan pendidikan. Yang  paling penting di antara ketiganya yaitu manusia. Alam dan kebudayaan tidak melakukan pendidikan secara sadar. Manusia, ada yang melakukan pendidikan secara sadar dan ada yang tidak dengan kesadaran, dan ada yang kadang – kadang sadar kadang – kadang tidak.

Orang sebagai kelompok pendidik banyak macamnya tetapi pada dasarnya adalah semua orang.yang paling di kenal dalam ilmu pendidikan adalah orang tua murid, guru – guru di sekolah, teman sepermainan, dan tokoh – tokoh atau figur masyarakat.

Dalam perspektif islam, orang tua (ayah dan ibu ) adalah pendidik yang paling bertanggung  jawab, karena murid itu adalah anak mereka, artinya, Tuhan menitipkan anak itu kepada kedua orangtuanya. Namun kenyataannya sekarang  banyak orang menyerahkan  hampir 100 % tugas ini ke sekolah. Itu keliru. Seharusnya,  jika anak itu nakal, sekolahlah yang kecewa terhadap orang tua di rumah, bukan sebaliknya malah orang tua mengklaim sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anaknya sehingga berakhlak tidak baik. Dalam hal pendidikan keagamaan, yaitu agar anak itu menjalani hidupnya sehari – hari sesuai ajaran agama, sekolah itu hanya berfungsi membantu, sedangkan tanggung jawab utama terletak di tangan kedua orangtuanya.

Sekarang, timbul persoalan di sebabkan oleh berubahnya jenis pekerjaan, orang tua sering tidak berada di rumah. Dalam bentuk ekstrem, ada orangtua yang pergi subuh, pulang ba’da maghrib; pergi hari senin pulang hari sabtu, bahkan ada orangtua yang meninggalkan rumah (karena pekerjaan) awal bulan dan muncul lagi di rumah pada akhir bulan, bahkan ada yang lebih dari itu. Keadaan ini akan menjadi salah satu penyebab orangtua tidak dapat melakukan tugasnya sebagai pendidik.untuk mengatasi hal ini, mungkin ada baiknya salah satu saja (suami atau istri) yang bekerja di luar rumah.

Persoalan orangtua sering tidak berada di rumah diperparah oleh kekurangmampuan menggunakan waktu ketika berada di rumah. Ada berbagai macam tipe orangtua yaitu :

1)      Orangtua yang banyak di rumah dan ia mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

2)      Orangtua yang banyak di rumah tetapi ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

3)      Orangtua yang sedikit berada di rumah tetapi ia pandai menggunakan waktu sedikit itu untuk mendidik anaknya.

4)      Orangtua yang hanya sedikit berada di rumah dan ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang sedikit  itu untuk mendidik anaknya. (inilah yang paling buruk).

Kekurangmampuan orangtua mendidik anaknya di rumah bertambah besar karena perkembangan kebudayaan global  yang telah menerpa anaknya. Pengaruh luar seringkali lebih kuat daripada pengaruh orangtuanya. Jika anak kita sudah mengelompok dengan teman – teman sepermainan, maka kelompok itu akan kuat sekali pengaruhnya kepada anak kita.

Guru di sekolah adalah pendidik yang kedua, secara teoritis. Mereka menghadapi hal yang sama dengan yang dihadapi orangtua di rumah , yaitu masalah kekurangan waktu, juga masalah gempuran kebudayaan global. Sementara tanggung jawab sekolah sekarang lebih besar daripada zaman dahulu karena guru di sekolah harus mengambil alih sebagian tugas mendidik  yang tadinya dilakukan oleh orangtua di rumah. Pada tingkat ekstrem, tatkala rumah tidak lagi menjalankan menjalankan fungsinya sebagai tempat pendidikan, maka seluruh tugas rumah tangga itu harus diambil alih sekolah.

TERJEMAH HADITS

“Didiklah anak – anakmu, karena mereka itu dijadikan buat menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu ini.”

SYARAH HADITS (Penjelasan kandungan hadits)

Dalam hadits Rasulullah saw. tersebut, Nabi memerintahkan kepada seluruh kaum muslimin dalam hal ini orang tua untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak dengan sebaik-baiknya karena meraka akan melalui zaman yang berbeda dengan zaman yang kita alami saat ini. Kalimat yang digunakan pun sangat jelas dengan menggunakan fi’il ‘Amr yang merupakan bentuk perintah dalam bahasa Arab. Tidak hanya dalam urusan pendidikan saja kita diperintah untuk berperan secara maksimal, dalam aspek yang lebih krusial lagi yaitu urusan agama. Sebagaimana sabda Nabi yang lain memberikan gambaran bahwa orangtualah yang mempunyai peran apakah anak-anaknya akan menjadi seorang yahudi, nashrani atau majusi. Itu semua tergantung pada peran orangtua dalam mendidik dan membimbing arah hidup anak-anaknya.

Oleh karena itu, kita sebagai orangtua / guru hendaklah mendidik anak – anak kita  dengan didikan agama. Sejak anak dalam kandungan, setelah lahir, hingga dewasa, masih perlu kita bimbing. Dan yang paling dominan membentuk jiwa seseorang adalah lingkungan. Dan lingkungan pertama yang dialami anak adalah ketika dalam asuhan orangtuanya.

KESIMPULAN

Dalam perspektif islam, orang tua (ayah dan ibu ) adalah pendidik yang paling bertanggung  jawab.karena anak (murid) itu adalah anak mereka, artinya, Tuhan menitipkan anak itu kepada kedua orangtuanya .  Namun kenyataannya sekarang  banyak orang menyerahkan  hampir 100 % tugas ini ke sekolah. Itu keliru. Sebenarnya ,  jika anak itu nakal, sekolahlah yang kecewa terhadap orang tua di rumah, bukan sebaliknya malah orang tua mengklaim sekolah sebagai lembaga yang tidak becus mendidik anaknya sehingga berakhlak tidak baik. Dalam hal pendidikan keagamaan, yaitu agar anak itu menjalani hidupnya sehari – hari sesuai ajaran agama , sekolah itu hanya berfungsi membantu,tanggung jawab utama terletak di tangan kedua orangtuanya.

Persoalan orangtua sering tidak berada di rumah, diperparah oleh kekurangmampuan menggunakan waktu tatkala  sedang berada di rumah. Ada berbagai macam tipe orangtua yaitu :

1)      Orangtua yang banyak di rumah dan ia mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

2)      Orangtua yang banyak di rumah tetapi ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang banyak itu untuk mendidik anaknya.

3)      Orangtua yang sedikit berada di rumah tetapi ia pandai menggunakan waktu sedikit itu untuk mendidik anaknya.

4)      Orangtua yang hanya sedikit berada di rumah dan ia kurang mampu memanfaatkan waktu yang sedikit  itu untuk mendidik anaknya. (inilah yang paling buruk)

Guru di sekolah adalah pendidik yang kedua, secara teoritis. Mereka menghadapi hal yang sama dengan yang dihadapi orangtua di rumah , yaitu masalah kekurangan waktu, juga masalah gempuran kebudayaan global. Sementara tanggung jawab sekolah sekarang lebih besar daripada zaman dahulu karena guru di sekolah harus mengambil alih sebagian tugas mendidik  yang tadinya dilakukan oleh orangtua di rumah. Pada tingkat ekstrem, tatkala rumahtidak lagi menjalankan menjalankan fungsinya sebagai tempat pendidikan, maka seluruh tugas rumah tangga itu harus diambil alih sekolah.

Sebaik-baik orang tua adalah yang memberikan pendidikan kepada anak-anak dengan sebaik-baiknya karena meraka akan melalui zaman yang berbeda dengan zaman yang kita alami saat ini.

 

 

 

 

Leave a Reply

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE