cerdas dalam belajar

Just another Blog UMY site

My Beloved Parents

Posted by esti 1 Comment

  

 

My Beloved Parents

Pernah tidak kamu membayangkan hidup tanpa di damping orang tua? Kamu tidak punya tempat untuk menggadukan masalah yang kamu hadapi, tidak ada orang yang bisa dimintai tolong atau uang apabila sedang dibutuhkan, dan tidak ada yang mencurahkan kasih sayang untuk kamu.

Akan tetapi, ketika masih ada ortu, ada-ada saja masalah yang timbul. Pendapat yang tidak nyambunglah, yang maunya ngatur-ngaturlah, larang ini larang itu, dan segala macam masalah yang membuat kepalamu mau pecah. Ortu seakan jadi biangkerok problem yang sedang kamu hadapi. Akibatnya, hubungan kamu dengan ortu tidak harmonos. So, hari-hari kamu jadi sumpek, uring-uringan.

Ortu Memang Punya Hak.

Coba kita lihat ibu-ibu yang sedang hamil. Atau mungkin ibu kamu sedang yang lagi mengandung adik kamu.kira-kira kamu kasihan tidak? Kalau jalan, beban berat itu selalu di bawa. Kalau tidur pasti tidak nyaman dengan perut sebesar itu. Belum lagi kalau ngidam, aduh… repotnya minta ampun. Begitulah tanggung jawab ortu ketika kamu dalam kandungan. Ketika usia kandungan sudah mencapai 9 bulan, ibu akan melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya. Bapak nyari uang untuk membiayai persalinan, bahkan kadang-kadang utang dari orang lain. Apa pun dilakukan yang penting kamu selamat dan sehat.

Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak melalui proses di atas. Allah menitipkan kamu dalam rahim ibu. Kamu di lahirkan kedunia dengan kesabaran dan ketelitian. Kamu pup di celana, pipis di kasur, makan disuapin, dll. Semua itu ortu yang ngurusin, dari waktu kamu berjalan sampai saati ini semua dalam asuhan ortu. Hubungan anak dan ortu bukan sebatas hubungan darah dan keturunan, tapi juga hubungan hati, emosi, dan segenap perasaan.

Allah senantiasa mengingatkan kamu untuk menjaga hak ortu. Kamu punya ikatan perasaan dan darah dengan mereka sebagai upaya mengingat jasa mereka atas hidup kamu. Allah memerintahkan kita untuk menghormati mereka dengan berbuat baik dan santun. Bahkan perintah ini diletakkan sesudah perintah menyembah dan tidak menyekutukan Allah.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabildan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”(QS An nisaa: 36)

Berbuat baik disini contohnya adalah dengan berkata lemah lembut kepada mereka. Bila kamu mengalami masalah komunikasi dengan mereka, misalnya bagaimana cara melunakkan hati ortu yang susah diajak ngomong dari hati ke hati. Ya, selain mencoba terus berdialog dengan bahasa yang halus dan santun, juga dengan mendoakan mereka.

 

 

Categories: keluarga

PROFIL AKU

esti


Popular Posts

My Beloved Parents

     My Beloved Parents Pernah tidak kamu membayangkan hidup tanpa di ...

Qunut Shubuh

doaA. PENDAHULUAN Dalam masalah ibadah, menetapkan suatu amalan bahwa itu adalah disyariatkan ...

PUASA

...

Khasiat Madu

khasiat Madu Madu telah ...

Thaharah

Thaharah Good morning students, how are you? First of all, let’s ...