PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

  Uncategorized   January 2, 2012

PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

 

KETIKA anak-anak sebagai calon generasi penerus tak lagi mengenal diri,ketika mereka tak lagi tahu jalan menuju sebuah gerbang masa depan, maka ketika itu pula sebuah krisis akan dan tengah terjadi. Mungkin mereka terlahir hanya sebagai proyek orang tua atau mungkin fotocopi generasi pendahulunya. Hal ini menimbulkan pertanyaan paling penting dan harus segera dijawab kalau kita hendak membangun generasi penerus yang berkualitas. Apa yang seharusnya kita investasikan pada anak-anak sejak usia dini agar mereka bisa menjadi harapan bangsa,tulang punggung negara? Tidak salah kalau kemudian dikatakan,kita harus menyentuh nuraninya sejak dini,kita bimbing mereka agar tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan pendidikan sepanjang hayat,dimulai semenjak lahir—bahkan sebelum lahir—sampai akhir usia. Pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah usaha yang secara sadar dan terencana berusaha mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual,pengendalian diri,kepribadian,kecerdasan, akhlak, dan budi pekerti mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya,masyarakat,bangsa,dan negara. Dengan kata lain,pendidikan adalah suatu proses sadar untuk mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir dan kecerdasan emosi,berwatak mulia dan berketerampilan untuk siap hidup ditengah-tengah masyarakat.

Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Hasil identifikasi UNESCO memberikan empat alasan tentang pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, yakni:

  1. 1.       Alasan pendidikan:

PAUD merupakan pondasi awal dalam meningktkan kemampuan anak untuk menyelesaikan pendidikan pendidikan yang lebih tinggi,menurunkan angka mengulang kelas dan angka putus sekolah.

  1. 2.       Alasan ekonomi:

PAUD merupakan inestasi yang menguntungkan bagi pribadi anak, keluarga maupun masyarakat.

  1. 3.       Alasan sosial:

PAUD merupakan salah satu upaya untuk menghentikan rod kemiskinan.

  1. 4.       Alasan hak/hukum:

PAUD merupakan hak setiap anak (sebagai warga negara) untuk memperoleh pendidikan yang dijamin oleh negara.

 

PAUD merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui PAUD,anak-anak usia 0-6 tahun memperoleh pendidikan,sentuhan,stimulasi dan atau rangsangan yang bermakna yang mengarah pada pencapaian kesempurnaan perkembangan otaknya,ditunjang dengan pemberian gizi yang seimbang.

Pada pendidikan usia dini yang ditekankan ialah pembiasaan-pembiasaan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Untuk PAUD  dan TK lebih ditekankan pada pengenalan dan pengembangan peran serta fungsi diri,kemudian baru dikembangkan kemampuan bahasa,daya pikir,perasaan dan keterampilan lain seperti pengendalian diri,kerja sama,mengenal huruf dan angka,dan berhitung, yang  semuanya masih adisampaikan dalam suasana gembira, ceria,dengan bermain dan bernyanyi serta menari/gerak.

Salah satu penyebab kegagalan belajar disekolah selama ini, adalah adanya pandangan pendidik bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang sama, sehingga tidak menyediakan proses dan menu pembelajaran yang berbeda-beda. Kesadaran para pendidik tentang perbedaan untuk mengembangkan kecerdasan anak sesuai gaya belajar anak sangat diperlukan. Tanpa hal ini, hanya anak-anak tertentu saja yang maju yaitu anak yang memiliki ecerdasan lingiuistik-verbal dan logis-matematis yang baik,sementara anak yang mempunyai mempunyai kecerdasaan musical-ritmik,badan-kinestetik dan naturalis atau alam tidak berkembang. Pada hal dengan bakat dan kecerdasan tersebutlah akan bisa lahir seorang pelukis hebat,olahragawan,maesrto musik,atau petualang hebat.

Kurangnya kemampuan mengembangkan metode kolaboratif dan variatif dan pusat-pusat pembelajaran,menyebabkan minimnya anak yang terbantu dalam mengembangkan dan melatih kecerdasan. Pendidikan yang selama ini dilakukan juga kurang mengembangkan pendekatan pembelajaran yang berdasar pada kecerdasn jamak. Sebagaimana swalayan yang menyediakan berbagaimacam barang atau produk bagi para konsumennya,tentunya akan lebih baik apabila pendidika yang selama ini dilakukan juga menyediakan berbagai menu dan cara pendekatan pembelajaran.

Anak-anak kita adalah masadepan kita,di tangan kita jualah pendidikan mereka untuk merenda masa depannya ditentukan. Pendidikan sejak dini merupakan bekal terbaik dan yang paling dibutuhkan untuk mengemban tanggung jawab dan tugas sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan sejak dini yang akan membentuk pribadi di masa mendatang. Dalam buku psikologi komunikasi,Jalaludin Rahmad menulis kembali puisi karya Doroty Law Nolte yang patut kita renungkan:

 

 

Anak Belajar dari Kehidupannya

(Children Learn What They Live)

 

Jika anak dibesarkan dengan celana,

Maka ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan

Ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,

Ia belajar rendah diri

Dan jika anak dibesarkan dengan penghinaan,

Ia belajar menyesali diri.

Sebaliknya jika anak dibesarkan dengan toleransi,

Ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,

Ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian,

Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,

Ia belajar keadilan.

 

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,

Ia belajar menaruh perhatian

Jika anak dibesarkan dengan dukungan,

Ia belajar menyayangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,

Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupannya

 

 

 

 

Mendirikan dan mengelola PAUD

  1. A.      Martuti

Kreasi wacana Yogyakarta

 

 

 

Tags:

Leave a Reply

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE