ESENSIALISME

  pendidikan   1 November 2012

Reaksi kedua dari dari progresivme dalam hal pendidikan muncul pada 1930-an, dibawah naungan esensialis. Esensialissetuju dengan perenealis bahwa kemajuan pendidikan praktis terlalu lamban, semenjak mencoba sebuah metode pembelajaran yang baik tanpa ada suatu kekerasan.Tetapi masih mengalami kesulitan untuk mendukung proses pembelajaran.Seperti alat untuk belajar dan tempat untuk belajar. Selain itu, pendekatan perenialist memperlihatkan cara yang kurang enak bahkan lebih kasar dalam penyampaiannya. Disini faktor lingkungan juga kurang mendukung dalam pembelajaran yang baik. Jadi, dimana sekolah mengalami kesulitan untuk menciptakan kedisiplinan dalam dunia pendidikan.

Esensialist tidak seperti progresiv, dia tidak memiliki sebuah filosofi dasar dalam dunia pendidikan, sebab filosofi dasar esensialist ( mengadopsi ) idealist/realis. Esensialis tradisional mempunyai kajian yang kuat pada bangsa. Dimana sekolah mengalami perubahan yang signifikan menuju kehancuran dan lebih kerasdalam menerapkan kedisiplinan. Pola pikir esensialist merupakan bentuk pembelajaran yang paling terkenal, terutama di Amerika Serikat. Ini merupakan bentuk lama dan merupakan sebuah hasil dari konsentrasi pada fungsi sekolah sebagai sarana menyebarkan hasil terhadap sebuah kebenaran, dari inovasi dan mencari nilai tambahan pendidikan.

Semenjak 1930-an esensialist telah mempunyai kesepakatan bersama untuk memberitahu masyarakat Amerika bahwa pendidikan harus disesuaikan dengan kehidupan. Dimana anak-anak lebih aktif danya.lam belajar, bukan guru. Di tahun 1938 komisi peningkatan pendidikan di Amerika Serikat sudah mengadopsi bentuk pemikiran esensialist kedalam komite sebagai percepatan pendidikanAS di bawah pimpinan William C. Bagley, Isaac L. Kandel and Frederick Breed mengatakan bahwa dasar kedua esensialist dibentuk pada 1950-an dengan mendirikan organisasi untuk menyampaikan aspirasi. Secara umum, organisasi tersebut menegakkan nilai-nilai kerjasama dalam pendidikan.

Pendidikan di dunia barat: bentuk kemunduran pendidikan dalam sekolah umum (1953) dan perbaikan metode pembelajaran. Sebuah program untuk menembus ketidak tepatan janji pendidikan di AS. Dewan pendidikan dasar tidak hanya fokus dalam memperbaiki kemrosotan pendidikan. Tetapi juga mempermasalahkan nilai umum dalam pendidikan spesialis. Pengaruh lain esensialis disampaikan oleh Admiral Hymman G Rickover, yang menyayangkan kemunduran pendidikan di AS. Dia merekomendasikan untuk mengadopsi sistem pendidikan yang diterapkan di Eropa yang mempunya pondasi dasar mata pelajaran, yang bisa digunakan sampai pendidikan tinggi dalam profesioanal dalam belajar. Peluncuran pesawat ruang angkasa di tahun 1957 menjadi beban berat bagi penyebaran pemikiran esensialis. Karena terus-menerus mengubah kurikulum. Esensialisme, sama seperti teori lain. Tidak mendapatkan pengikut yang menjadikan pandangan untuk sebuah bentuk pembelajaran yang bagus.

Prinsip Esensialisme antara lain:

ü  Tugas utama sekolah adalah mengjarkan pengetahuan/ilmu dasar.

ü  Pembelajaran membutuhkan kerja keras dan penuh dengan kedisiplinan.

ü  Guru menjadi sumbu otoritas dalam kelas.

Perbandingan Essensialisme dan Perenialisme

Dalam diskusi esensialis dan perenialis mereka telah melihat bahwa ada 2 teori konservatif (tradisional) mempunyai pandangan yang sama. Christopher Lucas mengekspresikan pandangan umumnya dengan cara, sebagai berikut :

  1. 1.   Tradisional atau konservatif mempunyai cara yang bervariasi yang mencoba untuk setuju, bahwa pertimbangan merupakan kesatuan teknorat dan efisiensi seharusnya menjadi pembantu dalam ukuran intelektual, keagamaan/etika tujuan dari pendidikan umum.
  2. 2.   Esensialis perenialist setuju bahwa yang terpenting dari pendidikan adalah perubahan dan perpaduan dari sebuah bentuk penentuan terhadap ukurn pokok. Kerjasama salah satu element dasar bagi warisan budaya sosial.
  3. 3.   Mengakui bilangan pokok sangat penting untuk karya, disiplin dan mengontrol diri selama proses belajar.
  4. 4.   Konservtif secara bersama-sama mengusahakan ide tentang kurikulum yang terus berlanjut sebagai landasan bagi perguruan tinggi pendidikan yang bebas dan diaplikasikan kedalam sistem, perencanaan dan percontohan awal dalam skill pembelajaran.
Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE