dentist

Hanya Blog UMY situs lain

Minum Susu dari Botol Dot

     Orang tua pada umumnya tidak mengetahui cara pemberian cairan pada anak menggunakan botol dot. Padahal kegiatan ini bila tidak dilakukan dengan cara yang benar dapat membuat gigi anak berlubang dan dapat menyebabkan terjadinya kelainan pertumbuhan gigi. Ketika memberikan cairan baik susu atau cairan lain yang mengandung gula melalui botol dot, mulut akan tertutup, begitu pula dengan lidah, sehingga gigi atas dan geraham belakang akan terendam oleh susu. Tidak hanya itu, aliran saliva pada mulut pun akan berkurang sehingga tidak ada cairan pembersih mulut. Proses seperti ini apabila dibiarkan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama, akan membentuk karies secara bertahap. Hal ini dapat dicegah dengan beberapa cara, dengan meminum air putih setelah susu, dan ketika anak sudah memasuki usia dua tahun, mulailah ajari mereka untuk minum susu melalui gelas, sedotan, atau sendok. tentu saja tidak membiasakan anak minum susu melalui botol dot.

Mengonsumsi Makanan dan Minuman Berkadar Gula Tinggi

     Mengonsumsi makanan dan minuman manis membuat derajat keasaman yang ada pada rongga mulut meningkat, sehingga memicu terbentuknya plak pada gigi dan produksi asam oleh bakteri juga semakin sering. Selain itu, email gigi juga menjadi rentan terhadap gigi berlubang. Sebaiknya jangan terlalu sering memberikan anak makanan dan minuman yang berkadar gula tinggi. Cobalah untuk memberi makanan dan minuman lain seperti sayuran dan buah-buahan yang dijus yang memiliki gizi dan vitamin yang juga bermanfaat bagi tubuh kembang anak.

Menyimpan Makanan Terlalu Lama di Rongga Mulut

Mengemut atau menyimpan makanan di rongga mulut dalam waktu yang lama bisa memicu gigi berlubang. Hal ini disebabkan karena saat mulut tertutup, produksi saliva akan berkurang. Padahal masih ada karbohidrat yang tersisa di dalam mulut sehingga bakteri akan memfermentasikannya menjadi asam. Untuk itu, penting bagi orang tua memberikan makanan padat sesuai tahap perkembangan usia anak. Misalnya, dengan membuat makanan yang tidak terlalu lembut atau bertekstur.

Mengisap Ibu Jari

Para orang tua biasanya akan membiarkan sang anak mengisap ibu jari mereka, karena hal ini dapat membuat anak merasa nyaman dan tidak rewel. Namun ternyata kebiasaan seperti ini dapat memengaruhi kontur rahang atau terjadinya kelainan pertumbuhan dan perkembangan. Tentu saja ini akan berpengaruh pada proses mengunyah makanan. Penting bagi orang tua untuk segera melarang anak memasukkan ibu jari atau jari lain pada mulut.

Menggigit Kuku, Pensil, atau Benda Keras Lain

Selain memengaruhi kontur rahang, kebiasaan menggigit benda keras juga bisa membuat gigi mengalami fraktur atau keretakan. Biasanya, anak yang gemar menggigit-gigit benda akan mengalami crossbite, yaitu posisi gigi bawah yang lebih maju ketimbang gigi atas. Untuk menghindarinya, orang tua bisa terus mengingatkan anak agar tidak memasukkan benda asing selain makanan dan minuman ke dalam mulut.

Tidak Menyikat Gigi Sesuai Anjuran

Sebagian besar orang Indonesia hanya menyikat gigi saat mandi pagi dan mandi sore, padahal waktu yang paling tepat untuk menyikat gigi adalah setiap selesai makan dan sebelum tidur. Hal ini dapat mengurangi risiko gigi berlubang sebanyak 50 persen. Selain itu juga harus menyikat gigi dengan cara yang tepat, yaitu dari arah gusi ke gigi, sehingga tidak mengikis gusi. Ketika menyikat gigi atas, lakukan dari atas ke bawah. Sedangkan ketika menyikat gigi bawah, lakukan dari arah bawah ke atas. Kemudian untuk gigi geraham harus disikat pada permukaannya.

Tidak Memeriksakan Gigi Secara Rutin

Sejak anak masih berusia dini, orang tua seharusnya sudah membiasakan untuk berkunjung ke dokter gigi agar anak terbiasa hingga dewasa. Berdasarkan Survey Nasional yang bekerja sama dengan Pepsodent, PDGI, dan IPKESGIMI pada 2015-2016, sebanyak 60,4 persen orang tua hanya akan mengajak anak ke dokter gigi apabila telah terjadi masalah pada gigi si anak. Pada anak-anak disarankan untuk ke dokter gigi setiap tiga sampai empat bulan sekali. Ini karena anak yang masih berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, sehingga dokter dapat melakukan tindakan preventif pada anak jika teridentifikasi masalah gigi.

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

Fadel Firdaus


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

Flossing

     Gigi adalah alat yang digunakan untuk mengolah makanan saat ...

Menyikat gigi dengan

Menyikat gigi adalah rutinitas yang paling penting dilakukan untuk dapat ...

Kebiasaan buruk anak

Minum Susu dari Botol Dot      Orang tua pada umumnya tidak ...

Pertumbuhan dan pera

      Pertumbuhan dan perkembangan gigi bayi biasanya bervariasi. Ada bayi ...