pengemis kebenaran

berfikir liberal, berbuat moderat, beribadah fundamental

baru ku sadari..

Posted by fharkhan 1,006 Comments

Baru aku sadari, ternyata apa yang aku jalani ini dengan niat yang kurang terarah sehingga demi mencapai suatu hal, aku korbankan hal-hal yan lebih penting dan yang lebih pantas untuk di perjuangkan. Keinginan yang berawal dengan lingkungan yang memikatku untuk mengikuti jalan-jalan mereka untuk mengapai suatu tujuan.
Berawal dari adanya perlombaan blog yang di adakan oleh pihak kampus. Para mahasiswa di sekitarku asyik dan semangat untuk mengikuti perlombaan ini. Karena hadiahnya sangat menarik, akupun tertarik untuk mengikuti juga. Tiap detik, menit jam bahkan sampai larut malam aku sempatkan untuk selalu berada di depan ‘notebook’ mengomentari postingan orang lain. kadang kala, aku suka mengomentari postingan orang lain tanpa membaca dulu apa yang di sapaikan di postingan itu(yang penting linknya banyak, pintaku).
Namun hal itu terbilang sia-sia, karena aku mengikuti ‘contest’ itu terbilang terlambat. Sehingga hasratku untuk mendapatkan juara itu pun akan sirna sudah (gak ada gunanya, kata orang). Baru mau ngblog kalau ada imbalanya, bisa di bilang seperti anak-anak banget.
Bagaimanpun itu, walau sadarnya juga terlambat, aku mendapatkan hikmah yang luar biasa. Di antaranya adalah aku bisa lebih bisa untuk mengarahkan niat. Lebih bisa belajar untuk mengungkapkan pendapat lewat tulisan, dan tetunnya bisa silaturahmi dengan teman-teman lewat dunia maya. Hal-hal itu adalah hanya beberapa hikmah yang akau dapat dari peristiwa ini..
Baru aku sadari bahwa hidup ini adalah kesempatan yang sangat berharga . sangat disayangkan apabila di lalui dengan hasrat yang tidak terarah selain LILLAH..
Ngeblog karena Allah…^_^
Gimana ya??
heheehee
Semoga kita semua ngblog untuk hal-hal yang selalu bermanfaat dan dengan niat yang baik..
Amiin…

Categories: Kisah hikmah

PROFIL AKU

fharkhan


Popular Posts

Pengembalian Jiwa..

Di kala hati sedang lara Dan tubuh menjadi tak semestinya Suatu renungan ...

Antara Yogya dan Ban

Walau raga terpisah jauh… Ku tetap selalu setia untuk memahaminya… Berusa menjadi ...

cahaya bulan..

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa… Pada suatu ...

honesty

KEJUJURAN... Kata itu seakan TAK ada harganya lagi.. Di semua ...

dimanakah dia??

Dia bagai angin.. Bagi layang-layang.. Di manakah dia? Ayo kita gapai... Saat jurang ...