Flash Site

tips komputer | blog | internet | laptop | gadget| software review

http://blog.umy.ac.id/flashsite/

YAHOO selalu melakukan aksi jual beli perusahaan-perusahaan jasa internet, demi menyaingi pesaing terberatnya Facebook.

Sejak berdiri, perusahaan penyedia layanan internet di bidang komunikasi itu telah memperoleh lebih dari setengah lusin perusahaan teknologi dalam kurun waktu 15 tahun, untuk bergabung dengan Yahoo.

Namun tidak semua perusahaan akan tetap betah bergabung dengan Yahoo. Ada perusahaan yang dibeli dan ada pula yang dijual dengan harga miring.

Yahoo dalam siaran persnya menyebutkan,  tahun 2011 Yahoo merencanakan untuk menutup laman Delicious sebuah situs penunjuk halaman buku sosial. Penyebabnya Upcoming.org yang semula bermitra dengan Yahoo dalam membuat catatan-catatan sejarah di berbagai kota besar, mengalami kebangkrutan.

Atas dasar itu Yahoo akan menjual Delicious atau digabungkan dengan kelompok lain yang memiliki minat yang sama. Hilangnya Delicious diimbangi dengan memperluas jaringan blog, dengan konten berita.

Juru bicara Yahoo dalam siaran persnya menyebutkan perusahaan tersebut saat ini akan fokus pada dunia layanan komunikasi baik lokal maupun yang bergerak (mobile).

Kasus penjualan Delicious bukan hal baru bagi Yahoo. Sejarah telah mencatat pada 1997 Four11 membuat web e-mail yang diberi nama RocketMail.

E-mail itu menjadi situs paling top di AS setelah bergabung dengan Yahoo Mail.Tidak lama kemudian Yahoo membeli Sportasy yang kemudian menjadi leader di jagat olah raga fantasi.

Masih ingat GeoCities? Yahoo membeli GeoCities senilai US$3 miliar. Pendiri GeoCities John Rezner pun mengakui pembelian itu benar-benar punya nilai besar.

Namun tahun lalu GeoCites telah tutup. Rezner memberi alasan Yahoo tidak pernah tahu sebenarnya berapa nilai GeoCites, sehingga situs itu harus dikorbankan.

Dunia musik pun dirambah Yahoo. Perusahaan audio streaming milik Mark Cuban pun dibeli Yahoo dengan nilai US$5,7 miliar. Di bawah label Broadcast.com, Yahoo mulai memecah menjadi beberapa divisi, di antaranya adalah Yahoo Music, sebuah layanan radio online.

Yahoo terus berekspansi di dunia musik dengan melahirkan Yahoo Music Jukebox. Yahoo membeli Musicmatch Jukebox senilai US$160 juta. Musicmatch sebelumnya memakai peranti lunak Windows agar bisa ditransfer di iPods. Namun kemudian kalah bersaing dengan Apple.
Akhirnya Yahoo memakai label Yahoo Music Jukebox, dan bekerja sama dengan Rhapsody dalam menggunakan jasa peranti lunak.

Yahoo juga  membeli Zimbra sebuah perusahaan software dengan nilai US$350 juta. Tahun ini Zimbra dijual ke VMware dengan harga lebih rendah dari harga awal.

Hal serupa juga terjadi pada HotJobs.com. Yahoo telah membeli perusahaan raksasa yang menjual jasa layanan lowongan kerja secara online dengan harga US$436 juta. Pertengahan tahun ini Yahoo akhirnya melepas HotJobs.com ke Monster dengan nilai separo dari harga aslinya.

Saat ini Yahoo siap-siap menggelontorkan uang untuk membeli games terbaru King Midas yang mengisahkan legenda raja Yunani itu. (Yahoo/*/OL-12)

sumber : mediaindonesia.com

Categories: news