Flash Site

tips komputer | blog | internet | laptop | gadget| software review

http://blog.umy.ac.id/flashsite/
SEUSAI mendengarkan presentasi dari para petinggi Asus di kantornya di Taipei, Taiwan, ke 17 wartawan Indonesia diajak berkeliling kantor Asus. Ruangan pertama yang ditunjukkan adalah ruang para desainer Asus.
Ketika masuk, suasana nyaman dan bersahabat langsung menyeruak. Dominasi warna putih memenuhi ruangan. Beberapa manekin terpajang di sudut-sudut ruang, sementara sejumlah prototipe notebook Asus dari berbagai seri dan desain terpajang rapi di antara manekin. Tersusun di dalam rak display di sudut-sudut dinding.
Memang ruang para desainer ini, paling berbeda dari yang lain. Pada ruang utama seperti galeri fesyen, sementara masuk ke tengah seperti ruangan keluarga. Desainnya modern dan chic. Ada dapur untuk membuat makanan dan minuman yang cukup lebar. Desainnya seperti mini bar, yang dilengkapi kursi-kursi.
Beberapa meter dari arah depan mini bar, terdapat sofa besar ditemani televisi, DVD player, dan game konsol untuk bersantai. “Di sini kami bisa duduk-duduk seraya nonton tv dan bercanda untuk mendapatkan ide,” ujar Designer Asus Michelle Hsiao.
Ribuan majalah desain juga tersusun rapi pada rak-rak yang ada di sekitar ruangan tengah ini. Paling keren dari ruangan desainer, adalah pemandangannya. Dari ruangan ini, para desainer dapat melihat pemadangan gunung yang mengelilingi Kota Taipei dan jalan-jalan yang lengang.
Dikatakan Michelle, desainer Asus berasal dari beragam latarbelakang. Seperti Michelle, dulu merupakan seorang desainer busana, dan pernah kerja di majalah Vogue. Ada juga temannya yang semula seorang penyelam.
Tak jarang para desainer berpergian ke berbagai tempat dan negara untuk mendapatkakn ide mengenai casing, tampilan layar, hingga kotak untuk mengemasnya. “Selepas pulang dari berjalan-jalan, kami mengumpulkan banyak barang dan bahan. Semuanya bisa menjadi inspirasi. Seperti slayer, beragam mainan, kain, kertas, ada yang dari bahan karet, plastik, kaca dan banyak lagi. Ini semua kami simpan di dalam lemari yang berada di ruangan desain,” ujarnya seraya tersenyum.
Dari hasil bepergian ini, Michelle pernah mendapatkan inspirasi untuk membuat casing notebook Asus dengan bahan bambu. Inilah yang melahirkan produk Bamboo series. “Ini bambu sungguhan. Kami ingin mengurangi bahan plastik sehingga ramah lingkungan,” kata Michelle.
Begitupun desainer lainnya, yang juga kerap mendapatkan inspirasi untuk membuat casing dari alam dan lingkungan sekitar. “Pernah teman saya habis menyelam di laut dan dia terpesona dengan keindahan kulit kerang. Dan dia pun mengusulkan desain casing menyerupai kulit kerang. Hingga lahirlah casing notebook kulit kerang ini,” katanya.
Lanjut dari ruangan para desainer, wartawan diajak menengok laboratorium quality test. Di sini, setiap produk Asus akan diteliti, mulai dari mutu, bahan baku, hingga kemungkinan untuk diperbaiki. Beragam proses “penyiksaan” akan dilewati oleh produk Asus. Seperti di lab tes debu. Di sini, notebook dimasukkan ke dalam sebuah alat yang dapat mengukur tingkat debu yang menempel pada notebook.
Ada juga ruang tes kebisingan yang akan mengukur tingkat kebisingan sebuah produk, lab pengukuran suhu, untuk melihat kekuatan produk Asus bertahan pada beragam suhu, baik yang ekstrem dingin ataupun panas. “Semua tes yang ada ini guna menjamin kualitas produk Asus dari berbagai kondisi. Sehingga produk dapat bertahan dalam situasi apapun,” kata Senior Engginer Nick Liao.
Di lab ini, Asus juga dapat mengetahui ada tidaknya cacat pada produk yang dikeluarkan. Tingkat kelembabannya, daya tahan terhadap panas, mengukur permukaan komputer, radiasi sinar matahari. Bahkan keyboard-nya pun harus diuji dengan ditekan sebanyak 10 ribu kali, termasuk melewati proses dibanting, untuk mengukur apakah produk Asus mudah pecah saat jatuh.
“Ketika ditemukan satu kecacatan atau pun kualitas yang kurang baik, maka produk akan disempurnakan, kemudian diuji lagi, sampai benar-benar sempurna. Barulah kemudian di lepas ke pasar,” beber Nick.

Dari laboratorium ini, wartawan kembali diajak berkeliling melihat fasilitas lain untuk karyawan. Mulai dari kantin, kolam renang, lapangan basket, ruangan fitnes, bahkan ruangan spa dan sauna. “Semuanya fasilitas yang diberikan kantor untuk karyawan Asus,” kata Juliana, dari Asus Indonesia. Secara keseluruhan, kantor Asus terdiri dari 22 lantai, karyawannya mencapai 4.000 lebih.

sumber : http://lampung.tribunnews.com/

Categories: news