SEMUA TENTANG GIGI

Hanya Blog UMY situs lain

Assalamualaum Wr. Wb.

Apakah setelah cabut gigi atas bisa mengakibatkan mata menjadi buta ?

Banyak pasien yang datang ke dokter gigi ingin dilakukan pencabutan namun terkadang masih ada juga yang bertanya tentang hubungan cabut gigi dengan mata. Pasien mendengar dari orang lain yang kalau ditelusur lebih dalam sumbernya tidak jelas. Persepsi tersebut mungkin muncul akibat letak dari gigi rahang atas yang dekat dengan mata dan atau hanya sebagai alasan untuk tidak mau dilakukan pencabutan. Hal ini terkadang dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memasangkan gigi tiruan pada gigi yang tunggaknya belum dilakukan pencabutan. Hal ini justru akan menyebabkan infeksi berkelanjutan dan bisa menimbulkan penyakit lain.

Hubungan yang sering ditanyakan oleh pasien adalah hubungan saraf gigi dan mata. Saraf pada gigi dipersarafi oleh nervous V dan VII sedangakan mata dipersarafi oleh nervus II (optikus). Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan langsung antara saraf mata dan saraf pada gigi. Oleh karena itu masyarakat diharapkan tidak terbawa perkataan orang lain jika setelah dicabut gigi atas akan menyebabkan saraf mata terganggu. Terjadi sekalipun kemungkinan karena memang sudah ada gangguan dari awal pada mata sebelum dilakukan pencabutan pada gigi atas.

Apakah makan susu, coklat atau permen dapat merusak gigi?

            Jawabannya bisa iya jika setelah makan susu,  coklat atau permen tidak dilakukan pembersihan dengan sikat gigi atau kumur kumur dengan air putih. Hal ini juga berlaku kepada seua jenis makanan atau camilan. Setelah makan sebaiknya dilakukan pembersihan dengan minimal kumur-kumur hal ini akan membantu pembersihan gigi sehingga pertumbuhan bakteri dapat dihambat. Selain itu pada anak kecil yang masih suka minum susu sebelum tidur, orang tua lupa atau tidak mengerti kalau setelah minum susu harus diganti dengan air putih atau sikat gigi. Jadi sebelum tidur harus sikat gigi terlebih dahulu. Jika pola ini diterapkan maka kerusakan gigi dapat dihindari.

Benarkah di dalam gigi yang sakit ada ulat ?

            Mitos seperti ini menurut penulis perlu dipertanyakan kebenarannya. Hal ini karena selama penulis kuliah kedokteran gigi tidak menemukan sebuah teori atau fakta di dalam gigi yang sakit ada sejenis binatang semacam ulet. Faktanya hanya terdapat bakteri atau kuman yang terdapat pada gigi yang sakit itupun hanya bisa dlihat dengan alat bantu penglihatan semisal mikroskop. Selain itu didalam gigi yang sakit dan bengkak juga terdapa akumulasi pus (nanah) berwarna putih hasil proses inflamasi (radang). Kemungkinan kalau misalkan ditemukan ulet itu merupakan binatang dari luar bukan didalam gigi yang menyebabkan sakit.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Categories: Tak Berkategori

PROFIL AKU

20181030042


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

SEKILAS TENTANG MENY

Seputar tentang Sikat Gigi Apa itu meyikat gigi? Menyikat gigi adalah suatu ...

PILIH SAKIT GIGI ATA

PILIH SAKIT GIGI ATAU SAKIT HATI ? Ungkapan “lebih baik sakit ...

TAHUKAH KAMU ? KENAP

Berdasarkan pengalaman saya selama menjadi dokter gigi sudah banyak bertemu ...

JANGAN SALAH ALAMAT!

Dokter gigi secara umum dapat diartikan sebagai sebuah profesi tenaga ...