kisah mualaf Cowok Cakep Bermata Biru

  UMY   December 8, 2011

  Namanya Peter Casey, sebagaimana diberitakan di Republika online dan The New York Times online, seorang anak muda yang cakep abis, energik,  bermata biru jernih, mboys, gaul (baca modis) tapi semangatnya berdakwah telah menampar lubuk hati yang paling dalam (walah…). Seperti halnya anak-anak muda khas Amerika dengan atribut-atributnya, ia pergi ke masjid naik skateboard, saat nongkrong di kedai starbuck tetapi begitu tiba waktu sholat, tak segan-segan ia sholat di pelatarannya.

Dia baru berumur 23 tahun,  berasal dari latar belakang yang sangat bertolak belakang, yahudi –  Kristen, ibu yang Yahudi dan ayah yang Katolik. Dua latar belakang yang berbeda sangat ekstrem, dari Kristen yang berbicara bahwa Yesus adalah putra Allah Bapa sebaliknya di Yahudi berbicara bahwa Yesus adalah seorang meisias palsu.

Saat terjadi tragedi penyerangan WTC 11 September 2001, ia baru berusia 13 tahun, pemahamannya berubah, ia mulai mempelajari Islam melalui internet.  Dari situ, ia menemukan doktrin yang masuk akal mangenai Yesus, bahwa Yesus adalah seorang nabi. Pada usia 15 tahun ia menyatakan masuk Islam.

13 tahun, disaat anak-anak seumurannya baru memasuki masa puber dengan keegosentrisannya dan biasa latah tapi dia sudah mampu membaca keadaan yang terjadi disekitarnya melalui kaca matanya sendiri dengan keluar dari kotak lingkungannya.  Di usianya yang ke 15 tahun, dimana anak-anak lainnya memasuki sesi ababil (ABG labil) tapi dengan tegas Peter Casey mampu menentukan jalannya sendiri dengan segala risiko dan konsekuensinya.

Ia benar-benar melawan arus yang sangat besar, ditengah-tengah masyarakat yang sedang dilanda Islam fobia, di mana masyarakat di negerinya bahkan dunia mengecam dan melabeli Islam dengan segala atribut negatifnya justru dengan bangga ia mengibarkan bendera Islam.

Demi keyakinan barunya ia tidak gentar dengan ancaman keselematannya sendiri, bahkan dengan caranya sendiri ia berdakwah melalui blognya, dawah addict dan postingan video-video dakwahnya di youtube. Search aja kata kunci “dawah addict” di search engine google, akan mucul link-link halaman bagaimana aksi dakwahnya.

Teman-teman, mari kita bandingkan apa yang telah dilakukan Peter Casey, si pemuda cakep bermata biru dengan apa yang telah kita lakukan untuk Islam. Kita yang notabene-nya telah masuk Islam sejak lahir, saat kita lahir adzan telah dikumandangkan melalui telinga kanan dan qamat melalui telinga kiri kita. Apa yang sudah kita lakukan untuk Islam, keyakinan kita sejak lahir? Kita tidak bangga dan bahkan gamang dengan Islam. Kita justru ikut-ikutan arus isu-isu negatif tentang Islam yang berasal dari masyarakat dimana Peter Casey tinggal. Saat mendengar adzan, panggilan sholat, apakah kita langsung bergeming dan mendirikan sholat?

Optimization WordPress Plugins & Solutions by W3 EDGE