dreaming

Hanya Blog UMY situs lain

Jumlah  penduduk  Indonesia  yang  meningkat  dari  237 juta jiwa pada tahun 2010 (Badan Pusat Statistik, 2011) menjadi 255  juta  jiwa  pada tahun 2015 ( Wikipedia, 2015) menyebabkan meningkatnya kebutuhan pangan, salah satunya tanaman jagung. Menurut Badan Pusat Statistik (2014), dalam 5 tahun terakhir luas tanam jagung nasional mengalami penyusutan sebesar 180.220 hektar dari 2008 sampai dengan 2013. Hal ini disebabkan karena adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian yang mengakibatkannya terbatasnya jumlah lahan budidaya tanaman dan penurunan produksi jagung nasional.

Menurut Hafsjah (2003), laju alih fungsi lahan pertanian potensial ke penggunaan non pertanian secara nasional mencapai sekitar 47.000 hektar per tahun dan sebagian besar terjadi di Pulau Jawa, yaitu sekitar 43.000 hektar per tahun. Alternatif yang dapat dilakukan adalah peningkatan potensi lahan marjinal. Lahan marjinal merupakan lahan yang bermasalah dan mempunyai faktor pembatas tinggi untuk tanaman.

Salah satu lahan marjinal yang memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan di Indonesia adalah lahan pasir pantai yang memiliki panjang garis pantai mencapai 106.000 km dengan potensi luas lahan 1.060.000 hektar, lahan marginal tersebut tersebar di beberapa pulau, termasuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta ( Shiddieq, dkk., 2007). Lahan pasir pantai yang terdapat di DIY merupakan gumuk-gumuk pasir. Karakteristik lahan digumuk pasir wilayah ini adalah tanah bertekstur pasir, struktur berbutir tunggal, daya simpan lengasnya rendah, status kesuburannya rendah, evaporasi tinggi, dan tiupan angin laut kencang ( Shiddieq, dkk., 2007 ).

Inovasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sifat dan hara lahan pasir pantai yaitu dengan pemberian bahan organik dalam bentuk briket yang berfungsi meningkatkan kemampuan mengikat air dan memasok hara. Pemberian briket ke dalam tanah juga dapat membuat pemupukan menjadi lambat tersedia sehingga unsur hara pupuk terhindar dari proses pelindihan.

Beberapa limbah yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan briket diantaranya adalah campuran arang serbuk gergaji dan tepung darah sapi. Serbuk gergaji membutuhkan proses degradasi dari bahan komplek menjadi sederhana. Sedangkan tepung darah sapi mengandung protein non-sistetik yang cukup tinggi, dengan kandungan N = 13,25%, P=1% dan K=0,6% ( Kurniawan, 2009 dalam Jamila, 2012).

Arang serbuk gergaji yang kaya akan senyawa karbon akan diimbangi dengan tepung darah sapi yang kaya akan senyawa nitrogen, sehingga diharapkan briket arang serbuk gergaji dan tepung darah sapi dapat mengikat kandungan pupuk fospor dan kalium yang diberikan agar terhindar dari proses perlindihan sehingga ketersediaan hara semakin panjang, kemudian dapat mensuplai sebagian hara N sehingga penggunaan pupuk urea dapat diminimalisir penggunaanya pada budidaya tanaman jagung manis serta dapat meningkatkan kemampuan tanah pasir pantai dalam mengikat air sehingga pemupukan tanaman jagung manis yang tumbuh pada media tersebut dapat ditingkatkan efisiensinya.

Untuk lebih jelasnya tentang penelitian ini dapat di unduh disini (PROPOSAL PENELITIAN – APLIKASI BRIKET CAMPURAN ARANG SERBUK GERGAJI DAN TEPUNG DARAH SAPI PADA BUDIDAYA JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) DI TANAH PASIR PANTAI)

Categories: agriculture, faperta

PROFIL AKU

Septia Handayani ellkhazakstania


Popular Posts

Halo dunia!

Selamat datang di Blog UMY. Ini adalah tulisan pertama Anda. ...

PENYELAMATAN LINGKUN

PENYELAMATAN LINGKUNGAN MELALUI PERTANIAN Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki kehidupan ...

Peran Generasi Muda

Peran generasi muda sangatlah penting terutama dalam bidang pertanian. Generasi ...

Pemanfaatan Blog unt

Untuk mengetahui manfaat blog untuk personal branding maka kita terlebih ...

KESAN DAN PESAN TERH

Ketika saya dinyatakan lulus dalam ujian seleksi penmaru PNUAN saya ...