Pertanian untuk Indonesia

Just another Blog UMY site

Pada era reformasi, Indonesia menerapkan sistem revolusi hijau untuk pertanian, dengan sistem ini kebutuhan pangan tertutupi hanya saja sistem ini membawa dampak buruk bagi lingkungan. Hal ini diakibatkan penggunaan pupuk dan isektisida, revolusi hijau menerapkan sistem tata pengelolaan irigasi, bibit unggul, mesin serta pupuk kimia dan pestisida.

Sistem irigasi tradisional telah diubah menjadi sistem irigasi yang mengalirkan air ketanah kering dengan campuran pupuk kimia. Penggunaan bibit ungggul mengambil sisi terbaik dari beberapa spesies tumbuhan sehingga tercipta tumbuhan baru. Hal ini  menyebabkan  menghilangkan varietas asli dari suatu jenis tanaman. revolusi hijau memperkenalkan penggunaan  mesin pertania yang bergantung pada bahan bakar fosil hal ini  menambah pencemaran udara. pupuk kandang yang di gunakan petani, pada era revousi hijau diganti dengan  pupuk kimia.  pupuk kimia bila digunakan dalam jangka panjang membuat tanah mengalami kemerosotan kesuburan karena ketimpangan unsur hara dan kekurangan unsur hara lainnya. Penggunaan pestisida berdampak pada kehidupan dan keberadaan musuh alami hama dan penyakit, dan juga berdampak pada kehidupan biota tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya ledakan hama penyakit dan degradasi biota tanah.

Penanggulangan kerusakan lingkungan dampak dari  revolusi hijau penting dilakukan, namum pertanyaannya bagaimana melakukan perbaikan lingkungan tanpa mengalami penurunan hasil dan kualitas produk pertanian? Pertanyaan ini dijawab oleh FAO, badan resmi PBB untuk menanggulangi masalah pertanian  pangan dunia. Menurut FAO, para petani bisa meningkatkan hasil panen, menjaga kesuburan tanah, menghemat waktu dan biaya produksi dengan beralih ke sistem intensifikasi produksi pertanian yang berkelanjutan (sustainable crop production intensification, SCPI).

Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) dan sumberdaya tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources) untuk proses produksi pertanian dengan menekan dampak negatif terhadap lingkungan seminimal mungkin.

Sistem ini menerapkan praktik penyelamatan sumber daya alam, meminimalisir penggunaan lahan pertanian dengan beralih ke tanaman yang lebih produktif untuk menjaga kesuburan tanah. penerapan sistem ini telah menghemat kebutuhan air karena menerapkan sistem irigasi yang tepat guna. Penggunaan pupuk dan insektisida  diatur  lebih tepat guna  sehingga keadaan tanah dan hasil panen  menjadi lebih baik serta predator alami  hama dapat diselamatkan.

Pertanian berkelanjutan berorientasi pada tiga dimensi keberlanjutan, yaitu: keberlanjutan usaha ekonomi(profit), keberlanjutan kehidupan sosial manusia (people), dan keberlanjutan ekologi alam (planet). pertanian berkelanjutan memiliki ciri-ciri :

  1. Secara ekonomi menguntungkan dan dapat dipertanggung jawabkan (economically viable). Petani mampu menghasilkan keuntungan dalam tingkat produksi yang cukup dan stabil, pada tingkat resiko yang bisa ditolerir/diterima.
  2. Berwawasan ekologis (ecologically sound). Kualitas agroekosistem dipelihara atau ditingkatkan, dengan menjaga keseimbangan ekologi serta konservasi keanekaragaman hayati. Sistem pertanian yang berwawasan ekologi adalah sistem yang sehat dan mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap tekanan dan gangguan (stress dan shock).
  3. Berkeadilan sosial. Sistem pertanian yang menjamin terjadinya keadilan dalam akses dan kontrol terhadap lahan, modal, informasi, dan pasar, bagi yang terlibat tanpa membedakan status sosial-ekonomi, gender, agama atau kelompok etnis.
  4. Manusiawi dan menghargai budaya lokal. Menghormati eksistensi dan memperlakukan dengan bijak semua jenis mahluk yang ada. Dalam pengembangan pertanian tidak melepaskan diri dari konteks budaya lokal dan menghargai tatanan nilai, spirit dan pengetahuan lokal
  5. Mampu berdaptasi (adaptable). Mampu menyesuaikan diri terhadap kondisi yang selalu berubah, seperti pertumbuhan populasi, tantangan kebijaksanaan yang baru dan perubahan konstalasi pasar.

Pertanian penting bagi dunia karena bahan pokok pangan dihasilkan dari pertanian, namun lingkungan juga penting karena lingkunganlah penyedia bahan biotik yang dibutuhkan pertanian untuk dapat maju. Dengan demikian konsep pertanian yang ramah lingkungan sangat dianjurkan. Diharapkan pengaplikasian konsep pertanian berkelanjutan  mampu memperbaiki kerusakan lingkungan tanpa menurunkan kualitas dan pendapatan petani. Mari menjaga alam dengan lebih bijaksana untuk untuk lingkungan yang lebih baik. Mari menata dunia dengan lebih adil untuk anak cucu kita.

 

 

green-marketing2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber :

http://www.hijauku.com/2012/05/09/beralih-ke-sistem-pertanian-berkelanjutan/

https://meiliazakiyah1409.wordpress.com/2013/12/14/pertanian-berkelanjutan/

pictures by :

https://milkywayeol.files.wordpress.com/2014/12/sawah.jpg

http://blog.umy.ac.id/thenkocak/files/2014/11/green-marketing2.jpg

 

 

Categories: pertanian

PROFIL AKU

Hanifah Amini


Popular Posts

oryza sativa

oryza sativa adalah nama latin dari padi. padi merupakan makanan ...

OBSERVASI PRODUK PRO

OBSERVASI PRODUK PROSES MINIMUM SUPERINDO JOGOKARYAN Jl. Menukan No. 1-3, ...

PRODUK FRESH CUT DAN

            Produk fresh cut adalah ...

PASCA PANEN PAKCOY (

Nama : Hanifah Amini NIM    : 20150210147 A.PASCA PANEN PAKCOY ...

Peran Generasi Muda

Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang didominasi  lahan  pertanian. Indonesia pernah ...