Pertanian untuk Indonesia

Just another Blog UMY site

Nama : Hanifah Amini NIM    : 20150210147

A.PASCA PANEN PAKCOY (Barssisca rapa L)

B. KEMASAKAN DAN KUALITAS

B.1 Informasi Umum

       Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan tanaman sayuran berumur pendek (+ 45 hari), termasuk dalam famili Brassicaceae. Pakcoy jarang dimakan mentah, umumnya digunakan untuk bahan sup atau sebagai hiasan (garnish) (Edi dkk., 2010). Tanaman pakcoy merupakan salah satu sayuran penting di Asia, atau khususnya di China.

Sumber : https://loexie.files.wordpress.com/2012/06/pakcoy.jpg. Diakses pada 15 Mei 2017

Menurut Haryanto dan Tina (2002), klasifikasi tanaman pakcoy adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Kelas : Dicotyledonae

Ordo : Rhoeadales

Famili : Cruciferae (Brassicaceae)

Genus : Brassica

Spesies : Brassica rapa L

        Penampilan tanaman pakcoy sangat mirip dengan sawi, akan tetapi lebih pendek dan kompak. Tangkai daunnya lebar dan kokoh. Tulang daunnya mirip dengan sawi hijau. Daunnyapun lebih tebal dari sawi hijau (Haryanto dan Tina, 2002). Daun pakcoy bertangkai, berbentuk oval, berwarna hijau tua, dan mengkilat, tidak membentuk kepala, tumbuh agak tegak atau setengah mendatar, tersusun dalam spiral rapat, melekat pada batang yang tertekan. Tangkai daun, berwarna putih atau hijau muda, gemuk dan berdaging, tanaman mencapai tinggi 15–30 cm. Bunga berwarna kuning pucat.

         Sayuran pakcoy memiliki kandungan vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh manusia.Kandungan gizi dalam 100 g pakcoy adalah protein 2,39 mg; lemak 0,39 mg; karbohidrat 4,09 mg; kalsium 220 mg; fosfor 38 mg; besi 2,9 mg dan vitamin C 102 mg. Kandungan kalsium, fosfor, besi dan vitamin yang dimiliki tanaman pakcoy berfungsi sebagai antivirus dan antibakteri, membantu mencegah katarak, menekan resiko terjadinya cacat bawaan, menurunkan resiko stroke penyakit jantung karena dapat menjaga tekanan darah tetap normal dan dapat menyembuhkan tukak di pencernaan.

          Pakcoy tergolong tanaman yang dapat ditanam pada berbagai musim, baik musim hujan maupun musim panas dan dapat diusahakan dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Oleh karena itu, sayuran ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Jika budidaya pakcoy dilakukan didataran tinggi, umumnya akan cepat berbunga, karena dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk atau lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak baik pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila ditanam pada akhir musim penghujan.

B.2. Indeks Kemasakan

            Pemanenan tanaman pakcoy harus dilakukan pada waktu yang tepat agar sesuai dengan keinginan konsumen dan tanaman  memiliki kualitas dan kuantitas yang baik. Kualitas dari tanaman ini akan cepat menurun jika tanaman dibiarkan lewat umur matangnya. Sayuran Pakcoy bisa dipanen daunnyaa pabila daun berukuran tepat, selain itu, kriteria panen  pakcoy dapat dengan melihat keadaan fisik tanaman seperti warna, bentuk, dan ukuran daun. Umur tanaman akan mempengaruhi kehilangan pada komoditas setelah panen. Pada pakcoy, daun muda (20-25 hari setelah muncul daun) lebih muda kehilangan air dan layu dibandingkan daun tua (40 hari). Namun, daun tua mudah terjadi yellowing karena kandungan gula yang tinggi (Acedo and Kantika, 2007).

        Pakcoy dapat dipanen pada umur + 45 setelah tanam . Menurut Haryanto dan Tina (2002), apabila daun terbawah sudah mulai menguning maka sawi harus secepatnya dipanen karena hal ini menandakan bahwa tanaman mulai memasuki fase generatif atau akan segera berbunga. Jika tanaman dipanen belum berbunga maka sawi yang dihasilkan segar dan tidak keras atau kasar apabila dikonsumsi. Pakcoy jenis kecil produksinya mencapai 10-20 t/ha dan (tergantung varietas) pakcoy jenis besar 20-30 t/ha. (Edi dkk, 2010). Cara panen pakcoy dapat dilakukan dengan  mencabut seluruh tanaman beserta akarnya atau  memotong bagian pangkal batang yang berada diatas tanah dengan menggunakan pisau yang tajam Proses pemanenan akan mempengaruhi kualitas pakcoy, agar kualitas pakcoy tetap baik, maka proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Apabila hasil panen dalam kondisi baik, maka:

  • Mengurangi pintu masuknya mikroorganhsme sehingga juga akan mengurangi busuknya sayuran

  • Memperlambat laju respirasi sehingga memperlambat perombakan cadangan makanan. Hal ini akan memperpanjang umur simpan komoditas.

  • Memperkecil transpirasi sehingga akan memperkecil mengisutnya atau mengerutnya (shrivelling) komoditas.

  • Memperkecil dihasilkannya gas etilen dan komoditas. Etilen dapat menginduksi pematangan, menjadikan komoditas menguning, menurunkan kandungan liorofil, mempercepat bertunasnya komoditas. Adanya gas etilen ini akan memperpendek umur simpan komoditas

B.3. Indeks Kualitas

         Nilai kualias buah dan sayur berdasarkan pada penampilan dan tingkat kekerasan yang baik, nilai rasa dan gizi.  Kemunduran kualitas, seperti busuk, komoditas menjadi kuning, komoditas layu dan kering akan mengakibatkan menurunnya nilai ekonomis pakcoy.  Untuk penampilan, kriteria seperti warna, kebersihan, kesegaran sayuran pakcoy dijadikan sebagai penilaian.   Daun yang telah menguning, menunjukkan tanda-tanda penyakit, browning, atau memiliki cacat. Untuk menjaga kualitas sayuran, panen dilakukan pada sore hari karena cahaya matahari tidak terlalu panas agar proses respirasi dan transpirasi tidak berjalan denga cepat. Selama proses panen, sayuran sawi sendok ini sebaiknya dikumpulkan di tempat yang teduh agar tidak layu. Sesegera mungkin, pindahkan hasil panen dari kebun ke tempat tertutup yang berhawa sejuk. Berikutnya, sayuran sawi sendok bisa diseleksi untuk memisahkan bagian-bagian yang terlihat kurang menarik.

C. LINGKUNGAN PENYIMPANAN DAN SIFAT KOMODITAS

C.1.  Temperatur Optimum Dan Freezing Injury

         Pakcoy merupakan salah satu sayuran yang tidak tahan terhadap suhu udara yang tinggi. Suhu lingkungan yang tinggi dapat menyebabkan proses respirasi pada pakcoy meningkat sehingga kandungan air didalam bahan ikut keluar dari dalam sel yang mengakibatkan sawi menjadi layu. Pengelolaan suhu yang baik mulai dari panen dan berlanjut pada periode pendistribusianya akan mampu memaksimalkan retensi mutu dan masa simpan. Penyimpanan dingin adalah penyimpanan bahan produk pada suhu di atas titik beku yaitu di antara -2oC dan 16oC. Sayuran pakcoy  tidak tahan disimpan lama dan pengangkutan jarak jauh. Jika disimpan pada suhu 0oC dan RH 95 % pakcoy mempunyai umur simpan sekitar 10 hari. Untuk mempertahankan kualitas sebaiknya ditempatkan dalam  wadah yang berlubang (Edi dkk., 2010).  Penyimpanan pakcoy dibawah suhu beku akan mengakibatkan sayur mengalami kerusakan fisiologis berupa Freezing injury. Freezing Injury pada pakcoy akan menimbulkan gejala basah/encer pada bagian daun atau batang, yang kemudian akan memburuk dengan cepat setelah dicairkan. Freezing Injury dapat terjadi jika Pakcoy disimpan di bawah suhu -0,6 ° C (31 ° F) (Marita Cantwell, 2014).

C.2. Kelembaban Optimum

       Pakcoy memiliki umur pascapanen yang singkat, tetapi  kualitas produknya dapat dipertahankan dengan disimpan pada suhu rendah dengan kelembaban tinggi.  Produk dapat dipertahankan selama sekitar 10 hari pada suhu 0oC dan RH 95% (Rubatzky dan Yamaguchi 1998).  Pakcoy dapat disimpan pada suhu 0°C selama beberapa minggu, Asalkan kelembaban relatif lebih besar dari 85% (Marita Cantwell, 2014).

C.3. Laju Respirasi

         Pada proses respirasi akan terjadi kehilangan substrat, produksi CO2, dan pelepasan energi panas. Besarnya respirasi dapat ditentukan dengan menentukan jumlah substrat yang hilang, O2 yang diserap, CO2 yang dikeluarkan, panas yang dihasilkan dan energi yang timbul. Sementara itu, sawi yang diberi kemasan mempunyai kualitas yang lebih baik daripada sawi tanpa kemasan. Hal ini disebabkan karena perlakuan dengan pengemasan dapat mengurangi konsentrasi O2 dan meningkatkan konsentrasi CO2 sehingga laju respirasi dapat dihambat. Menurut (Kartasapoetra, 1989) Pengukuran respirasi mengkonfirmasi bahwa suhu dibawah 00 C dapat menunda proses penuaan pada pakcoy. Pakcoy dianggap memiliki laju respirasi yang cukup rendah (Marita Cantwell, 2014)

C.4. Laju Prduksi Etilen

           Laju produksi etilen sayur Pakcoy umumnya sangat rendah.khususnya pada suhu rendah sekitar 0.1 sampai 0.2 µL kg-1 h-1. Produksi etilen bertambah dengan bertambahnya periode penyimpanan, namun produksi etilen terhambat selama penyimpanan suhu rendah. Etilen  bahkan pada suhu rendah, diketahui mampu meningkatkan penuaan dan  mempercepat kerusakan dan mempersingkat masa simpan (Wills et al., 1999)

C.5. Respon Terhadap Etiolen

        Sayuran umumnya sangat rentan terhadap etilen, yang berakibat pada munculnya yellowing pada daun. Namun, yellowing pada pakcoy lebih diakibatkan karena kandungan gula yng tinggi, yang menjelaskan mengapa anti etilen tidak berjalan dengan baik pada pakcoy  (Acedo and Kantika, 2007).

C.6. Respon Terhadap Controlled Atmosphere

           Penyimpanan sayuran dalam wadah yang tertutup dimana terjadi pengurangan kadar O2 secara bertahap dapat mengurangi laju respirasi yang disebut metode penyimpanan modifikasi atmosfer. Pakcoy merupaka salah satu komoditas yang mudah layu. Penyimpanan dengan CA yaitu dapat menghambat perubahan warna pada pakcoy (yellowing). Yellowing pada pakcoy dapat diperlambat dengan mengurangi konsentrasi oksigen menjadi 0,5%-2% dan meningkatkan konsentrasi Carbon dioksida menjadi 2-15%. Penyimpanan ini akan mengurangi tingkatan gula yang digunakan dan menambah umur simpan menjadi 2 kali lipat(O’hare et al., 2001). Aplikasi teknologi CA pada sayuran Pakcoy (Brassica rapa var. Pekinensis) dapat memperpanjang umur simpan, menjaga warna dan rasa kubis, menghambat pertumbuhan akar dan batang, dan mengurangi absorpsi daun (Paul Daly dan Bruce Tomkins, 2016).

D. KERUSAKAN FISIK DAN FISIOLOGIS

             Sayuran daun merupakan komoditas yang rentan mengalami kerusakan fisik dan fisiologis. Kerusakan dapat berupa daun robek, tergoresnya tanaman akibat kesalahan pada panen dan penanganan pasca panen. Selain itu,  pakcoy merupakan salah satu komoditas yang tidak tahan terhadap panas, agar sayuran tidak mudah layu dan mengalami kemunduran kualitas, pakcoy  seharusnya segera disimpan pada suhu 0 – 10 0C sesegera mungkin setelah panen. Kerusakan batang Pakcoy juga sering terjadi selama pengemasan di lapangan yang menyebabkan peningkatan browning dan kerentanan terhadap pembusukan. Kerusakan fisik Pakcoy akibat Chiling Injury) dapat terjadi selama penyimpanan pada suhu 0 ° C (32 ° F) setelah 3 bulan atau lebih. Gejala utamanya adalah perubahan warna pada pelepah, terutama pada daun luar (Marita Cantwell, 2014).

E. Kerusakan Karena Penyakit

           Kerusakan pada pakcoy dapat disebabkan oleh serangan mikroorganisme baik dalam bentuk jamur maupun bakteri. Serangan ini berakibat pada rusaknya jaringan sayuran. Salah satu kerusakan pada pakcoy akibat serangan mikroorganisme yaitu busuk basah (soft root). Penyakit ini  disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora, yang dapat menyebabkan kerugian yang besar Gejala pada mula-mulanya terjadi bercak kebasahan. Bercak membesar dan bentuknya tidak teratur. Jaringan yang membusuk pada awalnya tidak berbau, tetapi dengan adanya serangan bakteri sekunder jaringan tersebut menjadi berbau. Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga jarak antar tanam jangan terlalu dekat dan panen harus dilakukan dengan hati-hati. Hindarkan terjadinya luka baik sewaktu di lapangan, penyimpanan maupun saat pengangkutan. Pencegahan terhadap kerusakan pasca panen akibat mikroorganisme, dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan sayuran dan tempat pengolahan, penyimpanan suhu rendah serta pengemasan.  Kebersihan dapat dijaga dengan mencuci sayuran menggunakan air bersih yang mengalir. Atau dengan  ditambahkan anti bakteri dan anti jamur. Hal ini bertujuan untukmenghilangkan kotoran dan mikroorganisme yang ikut terbawa dari lahan. Selain itu pengemas dengan vakum udara dapat menekan pertumbuahn mikroorganisme dalam kemasan. Penyimpanan pada suhu rendah dapat menekan perkembangan mikroorganisme yang ikut terbawa dalam kemasan. Hal ini dikarenakan suhu rendah bukan merupakan suhu optimum bagi beberapa mikroorganisme..

DAFTAR PUSTAKA

 

Acedo, Antonio L. And Kantika Weinberger. 2007. Best Practices in Postharvest Management of Leafy vegetables in Greater Mekong Subregion Countries. AVRDC: Hanoi.

Edi, Syafri dan Julistia Bobihoe. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran. Jambi : Balai Pengkajian teknologi Pertanian (BPTP) Jambi

Edi, Syfri dan Julistia Bobihoe. 2010. Budidaya Tanaman Sayuran.

Haryanto, E. dan T. Suhartini. 2002. Sawi dan selada. Penebar Swadaya, Jakarta

Hernowo, B. 2010. Panduan Sukses Bertanam Buah dan Sayuran. Klaten: Penerbit Cable Book

Kartasapoetra, A.G. 1989. Teknologi Penanganan Pasca Panen. Bina Aksara Jakarta. Jakarta.

Marita Cantwell. 2014. Cabbage (Round & Chinese types): Recommendations for Maintaining Postharvest Quality. http://postharvest.ucdavis.edu/Commodity_Resources/Fact_Sheets/Datastores/Vegetables_English/?uid=8&ds=799. Diakses Pada Tanggal 16 Mei 2017

O’Hare, T.J., Able, A.J., Wong, L.S., Prasad, A. and McLauchlan, R. 2001. Fresh-cut Asian vegetablespak choi as a model leafy vegetable. In: O’Hare, T., Bagshaw, J., Wu Li and Johnson, G.I., ed., Postharvest handling of fresh vegetables. Proceedings of a workshop held in Beijing, P.R.C., 9-11 May 2001. ACIAR Proceedings 105:113-115. arvest Technology Program meeting, 26- 27Nov2002. Pp. 157-165.

Paul Daly dan Bruce Tomkins. 2016. Production and Postharvest Handling of Chinese Cabbage (Brassica rapa var. pekinensis). Department of Environment and Primary Industries. RIRDC Publication No. 97/1. https://www.researchgate.net/publication/239930923. Diakses Pada Tanggal 14 Mei 2017.

Wills, R.B.H., Ku, V.V.V., Shohet, D. and Kim, G.H. 1999. Importance of low ethylene levels to delay senescence of non-climacteric fruit and vegetables. Australian Journal of Experimental Agriculture 39: 221-224.

Categories: pertanian, sayuran, UMY

PROFIL AKU

Hanifah Amini


Popular Posts

oryza sativa

oryza sativa adalah nama latin dari padi. padi merupakan makanan ...

OBSERVASI PRODUK PRO

OBSERVASI PRODUK PROSES MINIMUM SUPERINDO JOGOKARYAN Jl. Menukan No. 1-3, ...

PRODUK FRESH CUT DAN

            Produk fresh cut adalah ...

PASCA PANEN PAKCOY (

Nama : Hanifah Amini NIM    : 20150210147 A.PASCA PANEN PAKCOY ...

Peran Generasi Muda

Indonesia terkenal sebagai negara agraris yang didominasi  lahan  pertanian. Indonesia pernah ...