Menjaga kesegaran sayuran tanpa kulkas (lemari pendingin)
Sayuran segar merupakan sumber makanan yang mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap. Sehingga sayuran sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari disampaing buah tentunya. Indonesia merupakan wilayah dengan iklim tropis, sehingga suhu untuk setiap harinya cenderung ke suhu yang panas, terkecuali untuk daerah dataran yang tinggi. Suhu yang panas menyebabkan sayuran akan cepat layu kehilangan daya kesegarannya, sehingga dengan turunnya kadar kesegaran maka kandunngan gizi/vitamin juga akan berkurang. Untuk masyarakat dengan perekonomian yang telah mapan, masalah untuk mempertahankan kesegaran sayuran tidaklah menjadi masalah, tinggal dimasukkan ke lemari pendingin masalah teratasi, akan tetapi bagi masyarakat berpenghasilan yang pas-pasan maka untuk berkeinginan mempunyai sayuran yang segar setiap harinya menjadi masalah tersendiri karena tidak tersedianya lemari pendingin. Maka tentu saja mencari alternatif/cara agar sayur tetap segar walau disimpan dengan jangka waktu yang cukup lama.
Cara 1:
- Sayuran di bungkus dengan kertas (misalnya kertas Koran)
- Basahi kertas yang telah digunakan untuk membungkus sayuran, dan dijaga supaya tetap basah. Untuk mengurangi kecepatan penguapan air dari kertas yang basah, sayur yang telah dibungkus dengan kertas basah tersebut bisa dimasukkan dalam kantong plastik.
Cara 2:
- Kita buat semacam rak ditempel dinding kamar mandi (dibuat sedemikian rupa supaya air bekas mandi tidak mengenai sayuran yang akan ditempatkan di rak)
- Kita letakkan sayur segar di rak tersebut, dan basahi sayuran tersebut dengan air yang bersih. (Mengapa kamar mandi, karena diasumsikan bahwa kamar mandi akan selalu basah, maka tentu saja kamar mandi mempunyai kelembaban air yang cukup tinggi sehingga mampu memperlambat penguapan air dari sayuran






