MATA DUNIA

"dunia itu indah, suatu saat pecah & terbelah,keindahannya musnah. Allah ilah yang kita sembah menuju Jannah"

Rasa Cemburu

Posted by suprihanto 0 Comment

Setiap tanggal 25 Desember, kaum Nasrani di seluruh dunia merayakan Natal. Tidak ketinggalan pula yang berada di Indonesia, sejak jau-jauh hari telah mempersiapkan untuk menyambut datangnya hari natal tersebut. Tidak hanya orang-orang Nasrani saja yang sibuk meyambut hari tersebut, namun umat beragama lainpun secara langsung maupun tidak turut  hanyut didalamnya. Termasuk ummat muslim yang merupakan umat terbesar di Indonesia. Ada ormas Islam yang setiap tahunnya menyediakan diri untuk menjaga gereja saat berlangsungnya upacara Natal. Ada pemimpin Islam dan pejabat yang mengikuti misa Natal. Ini menunjukkan sikap “tasamuh” (toleransi). Ada salah satu toko buku di Depok yang menawarkan buku Imam Gazali dan kitab Bukhari, tetapi si pelayan memaki topi “merah” ala Sinterklas. Ini tentu saja bukan hal yang tidak disengaja. Manajemen toko buku tentu saja mempunyai maksud yaitu menunjukkan kepada ummat muslim bahwa bertoleransilah kepada orang Nasrani, jangan bersikap fanatik. Seperti inilah keadaan ummat muslim di Indonesia telah kehilangan “ghirah” (rasa kecemburuan dalam beragama)

Untuk setiap tahunnya “ghirah” dan “aqidah” umat Islam sedikit demi sedikit digerus-terkikis, dan kemudian bisa kehilangan “ghirah” Islamnya. Ummat Islam tidak lagi peka/sensitip. Melihat kejadian-kejadian tersebut, semuanya menjadi lumrah. Tidak dijadikan lagi sebagai masalah. Tidak ada paksaan, tanpa sadar, mereka menerima dengan ridha dan hati yang lapang. Sehingga, Natal akan berada di hati-hati umat Islam. Memang umat Islam tidak ikut berbondong-bondong dalam misa di gereja, akan tetapi umat Islam tidak lagi menganggap bahwa itu adalah perbuatan syirik. Dosa yang sangat besar.

Apabila umat Islam tidak lagi memiliki “ghirah” itu, maka hilangya “ghirah” itu, menjadi pintu seseorang menjadi murtad dari agama Islam. Dengan setiap tahun berlangsung perayaan Natal, dan seluruh media massa, dan tempat-tempat bisnis, kantor, dan tempat keramaian, diciptakan suasana menyambut Natal, akan memperbesar peluang  umat Islam untuk murtad dari Islam.

Apakah masih layak umat Islam di Indonesia membanggakan diri sebagai umat yang mayoritas. Namun kenyataannya menunjukkan umat Islam di Indonesia umat yang minoritas. Dalam segala aspek kehidupan. Karena umat Islam “ghirah”nya sudah mati. Wallahu’alam.

Categories: Renungan diri

PROFIL AKU

suprihanto


Popular Posts

Sangat Tragis, Anak

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Tsansa, Kepala Musuh

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Potong Rambut Menggu

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Perpustakaan Paling

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Negara-negara yang M

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...