MATA DUNIA

"dunia itu indah, suatu saat pecah & terbelah,keindahannya musnah. Allah ilah yang kita sembah menuju Jannah"

Bahan anti peluru

Posted by suprihanto 0 Comment

A. SERAT KEVLAR

1. Sejarah

Aramid (Kevlar) Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont. Aramid adalah kependekan dari kata Aromatic Polyamide. Aramid memiliki struktur yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) dan basa (leach).

Gambar 1: Stephanie Kwolek

Selain itu dapat menahan panas hingga 370°C, sehingga tidak mudah terbakar. Karena sifatnya yang demikian, aramid juga digunakan di bidang pesawat terbang, tank, dan antariksa (roket).Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali lebih kuat dibandingkan besi.

Gambar 2 : Struktur Molekul Aramid

 

2. Sifat-sifat

Kevlar adalah salah satu tipe aramida, yang terdiri dari rantai panjang polimer dengan orientasi paralel. Aramida sendiri merupakan suatu serat sintetik yang berupa rantai panjang poliamida sintetik dengan paling sedikit 85 persen sambungan amidanya menempel secara langsung pada dua rantai aromatik (gugus amida dan gugus aromatik berselang-seling). Kekuatan kevlar diperoleh dari ikatan hidrogen intra-molekuler dan interaksi tumpukan aromatik-aromatik antar lembaran. Interaksi-interaksi ini lebih kuat daripada interaksi Van der Waals yang terdapat dalam polimer-polimer sintetik lain dan serat-serat seperti dyneema (serat yang terbuat dari rantai polietilena yang sangat panjang, yang tersusun searah). Keberadaan garam-garam dan impuritis lain, biasanya kalsium, dapat mengganggu interaksi pada lembaran polimer dan harus dihilangkan dalam proses produksi. Kevlar terdiri dari molekul-molekul yang relatif rigid, yang membentuk struktur seperti lembaran-lembaran datar pada protein sutra.

Serat Kevlar termasuk kelompok serat poliarnida yang mempunyai berat jenis  1,44 dan mempunyai kekuatan tarik(tensile strength) kurang lebih 3620 MPa. Polimer Kevlar  mempunyai  gugus  amida dan oksigen secara beraturan sehingga dapat menciptakan  ikatan-ikatan  hidrogen yang teratur.

Dari sifat-sifat tersebut diperoleh serat dengan kekuatan mekanik yang tinggi dan tahan terhadap panas.

Gambar 3 : Benang Kevlar

Kevlar mempunyai gugus-gugus bebas yang dapat membentuk ikatan hidrogen pada bagian luarnya, sehingga dapat mengabsorp air dan mempunyai sifat ‘basah’ yang baik. Hal ini juga menjadikannya terasa lebih alami dan ‘lengket’ dibandingkan dengan polimer pada umumnya, seperti polietilen.

Kelemahan utama dari kevlar adalah dapat terdekomposisi pada kondisi basa atau ketika terpapar klorin. Meskipun dapat mendukung tensile stress yang besar, kevlar tidak cukup kuat di bawah tekanan kompresif. Untuk mengatasi masalah ini, kevlar sering digunakan secara bersama dengan bahan yang kuat terhadap tekanan kompresif.

3. Produksi

Kevlar disintesis dari monomer 1,4-fenildiamin (para-fenilendiamin) dan tereftaloil klorida. Hasilnya adalah polimer aromatik amida (aramida) dengan cincin benzena dan gugus amida yang berselang-seling. Dengan langkah produksi ini, diperoleh lembaran polimer yang tergabung secara acak. Untuk membuat kevlar, bahan-bahan dilarutkan dan diaduk, menghasilkan rantai polimer yang berorientasi membentuk serat.

Gambar 4 : Bahan yang terbuat dari Serat Kevlar

Kevlar berharga mahal karena sulitnya pemakaian asam sulfat pekat dalam produksinya. Kondisi yang ekstrim ini dibutuhkan untuk menjaga ketaklarutan polimer yang tinggi dalam larutan selama sintesis dan pengadukan.

Bahan anti-peluru lain yang dikembangkan setelah kevlar diantaranya DSM’s Dyneema, Akzo’s Twaron, Toyobo’s Zylon (yang kontroversial, studi terbaru melaporkan, bahan ini terdegradasi dengan cepat sehingga pemakainya tidak terlindungi seperti yang diharapkan), atau Honeywell’s GoldFlex – semuanya merupakan merk dagang. Bahan-bahan yang baru ini lebih ringan, tipis, dan lebih tahan dibanding kevlar, namun harganya lebih mahal.

B. APLIKASI BAHAN ANTI PELURU

Bahan Anti Peluru ini biasanya digunakan dalam dalam bentuk pakaian  pelindung   berupa  rompi  anti  peluru yang  digunakan  oleh militer,  kepolisian,  maupun  sipil (eksekutif). Rompi anti peluru adalah pakaian yang melindungi bagian tubuh seperti dada, perut, dan punggung orang yang memakainya. Rompi ini melindungi pemakainya dariproyektil peluru dan serpihan dari ledakan granat. Biasanya dipakai oleh polisitentara, pasukan keamanan dan orang-orang yang memiliki risiko menjadi sasaran tembak yang tinggi.

Di Indonesia  standar  rompi anti  peluru dibuat oleh Dinas Litbang ABRI yang dikenal dengan Standar Spesifikasi Teknik (SST).  Pacta standard tersebut penilaiannya    berdasarkan    bahan    anti   peluru   yang digunakan,  misalnya  bila  bahannya  dari  Serat Kevlar nilai  100,  dan  apabila  rompi  anti  peluru  terbuat  dart Serat Nilon  nilainya  60,  demikian  seterusnya. Standar rompi tahan  peluru  untuk  personil  militer  mempunyai persyaratan seperti tercantum dalam table 1 dibawah ini.

No Persyaratan
1 Memberikan kekebalan bagi pemakai terhadap senjata tajam dan tembakan
2 Rompi anti peluru harus ringan, enak dipakai dan tidak mengganggu gerakan
3 Tahan terhadap segala cuaca dan tidak mudah sobek
4 Rompi taktis dan rompi Dakhura dapat memberikan efek kejut kepada lawan (menurunkan moril lawan)
5 Rompi Intel dan WAL/VIP dapat menjamin kerahasiaan
6 Mudah dalam pemakaian dan pelepasan.

1. Sejarah Rompi Anti Peluru

Sebenarnya ide menciptakan sebuah baju yang melindungi pemakainya telah lama dikembangkan semenjak abad pertengahan. Dimulai dari ksatria berkuda dengan jubah besinya, yang tujuannya agar mengurangi luka tusukan pedang atau bidikan panah.

Seiring perkembangan zaman perkembangan senjata api, perlindungan tersebut menjadi tidak berguna, apalagi ktia mengetahui bahwa baja dan besi yang digunakan untuk membuat jubah besi sangat berat dan kaku, sulit untuk di mengakomodir gerakan pemakainya

2. Jenis Rompi Anti Peluru

Sayangnya dengan perkembangan senjata api, perlindungan tersebut menjadi tidak berguna. Baju anti peluru (bullet proof vest) atau baju balistik (ballistic vest) dibedakan menjadi dua, yaitu Soft Body Armor dan Hard Body Armor.

  1. Soft Body Armor

Rompi jenis ini biasanya dipakai dalam tugas keseharian dan dalam tugas penyamaran (undercover) polisi atau detektif. Jenis ini lebih mengutamakan baju anti peluru yang ringan.

  1. Hard Body Armor

Dengan menambahkan soft body armor dengan lapisan tertentu, akan didapatkan hard body armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik ( Al2O3 Alumina), lempengan logam atau komposit yang solid dan keras. Bentuknya yang tebal dan berat menjadikannya tidak nyaman, akhirnya baju ini jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim SWAT akan dikenakan.

3. Bahan Penyusun

Soft body armor umumnya sekarang terbuat dari serat aramid (aramid fibres), Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari 1 mm , umumnya standar baju terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya bisa mencapai 10 kg.

 

 

4. Prinsip Kerja

Prinsip kerjanya adalah dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan kevlar untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya kepenampang baju yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus baju. Gambar disamping memperlihatkan deformasi kevlar yang menekan tubuh pengguna baju.

Gambar diatas menunjukan bahwa anggapan pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah.
Jadi sebenarnya fungsi utama baju anti peluru hanyalah untuk menahan peluru, Sehingga peluru tidak sampai masuk kedalam tubuh pemakai baju, yang dapat menyebabkan kematian. akan tetapi anda tak perlu Khawatir, karna para ahli telah mengklasifikasikan jenis rompi peluru , dengan peluru yang dapat dihalaunya.

Dalam menyerap laju energi peluru, baju (kevlar) mengalami deformasi yang menekan ke arah dalam (shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna.

Batas maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari 4,4 cm (44 mm).
Jika batasan tersebut dilewati, maka pengguna baju akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa. Gambar dibawah ini memperlihatkan Serapan laju energi peluru yang menyebabkan lapisan kevlar mengalami deformasi.

Rompi   anti    peluru   dikelompokkan kekuatannya    menahan   peluru   yang   ditembakkan berbagai  jenis senapan.   Di  Amerika  standar  rompi anti peluru ditentukan  oleh  National  Institute  of Justi yang  menekankan  pada  unjuk  kerjanya.  Standar juga  diikuti oleh  beberapa  negara  lainnya  sepert korea dan kekuatannya  dikelompokkan menjadi level.

Pembagian  kelompok  dimulai dari level I  yang paling rendah sampai  pada level IV yang merupakan level paling tinggi. Standar Baju Balistik yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika Berdasarkan standar  ini, baju balistik dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV yang telah diklasifikasikan pada gambar dibawah ini.

 

sumber

Categories: umum

PROFIL AKU

suprihanto


Popular Posts

Sangat Tragis, Anak

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Tsansa, Kepala Musuh

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Potong Rambut Menggu

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Perpustakaan Paling

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...

Negara-negara yang M

”MATA DUNIA” dunia itu indah, suatu saat pecah dan terbelah, ...