TIPS PERAWATAN PASIEN POST OPERASI DI RUMAH

Setelah pasien menjalani operasi jenis apapun, tidak mungkin perawatan dirumah sakit sampai semuanya baik. Dari sisi rumah sakit, hal ini sebagai upaya mengontrol biaya pelayanan pasien sedangkan dari sisi pasien berdampak lebih mendekatkan pasien dengan keluarga sehinga dengan adanya keluarga terdekat setiap hari diharapkan dapat mendukung kesembuhan pasien dari sisi psikologis.
Pasien setelah menjalani pembedahan, apapun jenis operasinya secara umum tinggal memulihkan kondisinya, dan menyembuhkan luka operasinya. Proses ini dapat dilakukan dirumah dengan memperhatikan beberapa hal antara lain :
1. Kecukupan Aktifitas
Aktifitas dibutuhkan untuk mendorong agar proses penyembuhan luka dapat berjalan dengan optimal. Diharapkan dengan aktifitas sesuai dengan kondisi pasien dapat meningkatkan suplay darah ke daerah luka, sehingga penyembuhan luka dapat berjanan sesuai tahapan fisiologisnya.
Aktifitas harus dilatih sejak dirumah sakit agar batasan – batasan aktifitas yang diperbolehkan dan yang mendukung proses penyembuhan pasien dapat dilaksanakan dirumah. Kecukupan aktifitas pasien mempengaruhi kecepatan proses penyembuhan namun untuk jenis operasai tertentu seperti patah tulang harus ekstra hati – hati. Pada saat pemulangan pasien harus dipastikan bahwa pasien dan keluarga sudah memahami aktifitas yang diperbolehkan dan mendukung proses penyembuhan.
2. Diit tinggi protein.
Protein dibutuhkan sebagai zat pembangun, dimana bekas sayatan butuh pertumbuhan jaringan untuk menyatukan lagi jaringan yang tersayat selama proses operasi. Perlu edukasi yang sabar dan pelan – pelan kepada pasien dan keluarga terutama penanggung jawab pasien, karena di beberapa masyarakat masih meyakini/ beranggapan bila seseorang mengalami luka maka makanan yang boleh dimakan hanya nasi dan sayur seadanya, bahkan tempe baleh dimakan yang melalui proses masak dibakar (dalam bahasa jawa disebut ngayeb). Tentu mitos ini harus diluruskan agar asupan nutrisi pasien cukup.
3. Perawatan luka.
Ini adalah hal yang sangat penting. Perawatan luka pada operasi bersih dapat dilakukan 2 hari sekali. Hal ini dimaksud untuk menciptakan kondisi luka yang mendukung proses penyembuhan, mencegah infeksi dan meningkatkan kenyamanan pasien, karena salah satu efek dari fase penyembuhan luka adalah gatal – gatal. Hal ini dapat diturunkan dengan kebersihan luka.
Pada luka kotor, seperti luka pada pasien abses, baik karena infeksi primer maupun infeksi pada Diabetes Militus, perawatan luka sebaiknya dilakukan tiap hari bahkan pada kondisi tertentu dianjurkan sehari 2kali.
Perawatan luka sebaiknya dilakukan oleh tenaga yang memiliki keahlian kusus dalam perawatan luka. Pada beberapa rumah sakit menyediakan unit home care, atau praktik perawat home care di bebrapa kota besar juga sudah ada. Namun jika fasilitas home care belum tersedia dapat menghubungi perawat yang domisili disekitar pasien untuk membantu melakukan perawatan luka.
4. Kontrol ke Klinik.
Kontrol ke klinik spesialis sesuai bidangnya dilaksanakan sesuai jadwal yang tertera pada surat kontrol pasien. Pasien perlu mamatuhi jadwal kontrol tersebut, karena untuk menjaga keseimbangan pelayanan pada klinik spesialis klinik spesialis yang dituju. Apabila tanggal yang ditetapkan tidak dipatuhi bisa pada suatu hari pasien sedikit dan dihari lain pasien menumpuk. Selain itu dari fihak penjamin (BPJS) juga memberikan tolerasi mundur sampai 1 minggu dari jadwal yang sudah ditetapkan.
5. Bila batuk, lindungilah luka dengan cara menekan balutan luka dengan telapak tangan, agar tekanan pada luka berkurang.
Demikian tips praktis sebagai petunjuk perawatan pasien post operasi setelah menjalani rawat inap.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar