KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN

Kalau ada 3 orang atau lebih, maka sebaiknya salah satu diantara mereka dijadikan menjadi pemimpin. Begitu juga dalam pelayanan keperawatan di Rumah Sakit. Pemimpin ini sangat penting karena dialah yang harus menciptakan Visi, memandu pencapaian Visi, dan mengevaluasi target pelayanan sesuai Visi yang ditetapkan. Disisi lain karena jumlah tenaga keperawatan merupakan profesi yang paling banyak anggotanya di Rumah sakit maka fungsi – fungsi kepemimpinan menjadi sangat penting agar keperawatan dapat menjadi satu kesatuan tim yang memberikan pelayanan dengan optimal sesuai dengan Visi dan Misi Rumah Sakit.
Pemimpin hadir setidaknya untuk membentuk perilaku dan pola pikir yang mendukung optimalinya kinerja. Dalam hal ini saya menggolongkan pemimpin dalam Keperawatan menjadi 2 digolongkan yaitu:
1. Posision Power
Pemimpin model pertama ini adalah pemimpin formal yang ditetapkan oleh Pimpinan Rumah Sakit atau pemilik Rumah Sakit, sesuai dengan Hospital by Low Rumah Sakit masing – masing, yang dituangkan dalam Surat Keputusan. Baik sebagai Kepala Bidang Keperawatan, Kasie Keperawatan maupun Kepala Ruang. Dengan Surat Keputusan ini, yang bersangkutan menjadi legal untuk memberikan reward kepada karyawan yang berkinerja baik maupun punishment bila melakukan pelanggaran, dengan tujuan untuk membentuk sikap, perilaku dan kinerja terbaik. Saat ini reward jarang dilakukan oleh pemimpin, terutama penghargaan terhadap kebaikan – kebaikan kecil yang dilakukan stafnya. Misalkan dengan memberikan reinforcement positif seperti mengucapkan bagus, terimakasih, dikasih jempol atau yang lain.
Pada posisi ini juga terkadang ada pemimpin yang menggunakan ancaman untuk memotivasi karyawan. Misalkan ketika pada situasi sulit dimana pendapatan Rumah sakit turun, maka pemimpin dapat menekankan kepada karyawan untuk menggunakan peralatan dan secara efisien, bila tidak dilakukan maka bisa mengganggu keuangan Rumah Sakit, sehingga bila hal itu terjadi dapat memaksa Rumah Sakit melakukan Pemutusan Hubungan Kerja kepada karyawan. Maka dari pada terjadi hal seperti itu, lebih baik bersama sama melakukan efisiensi.
Informasi yang lebih. Seorang pemimpin dalam keperawatan penting sekali mempunyai informasi yang lebih daripada anggotanya. Sebagai contoh seorang kepala ruangan. Sangat membutuhkan informasi yang lebih luas termasuk akses informasinya. Informasi dapat diperoleh dari rapat – rapat, dari media, jurnal, dari personal yang dapat dipertanggung jawabkan, dan lain – lain. Informasi ini bisa menjadi bahan untuk memberikan pengarahan kepada stafnya pada saat meeting morning. Disinilah salah satu pemimpin dalam keperawatan melakukan pengendalian agar proses pelayanan sesuai dengan Visi Rumah Sakit.
2. Manajer
Seorang manajer energy yang keluar dari personalnya. Dia merupakan pribadi yang rajin, sopan, disiplin, baik, sehingga menjadi inspirasi bagi teman sesama perawat. Apa yang dibicarakan menjadi acuan dan selalu diikuti oleh temannya. Hal ini terjadi setelah berinteraksi dalam waktu yang cukup lama manajer dapat mengelola pekerjaan dengan baik. Biasanya dia memiliki keahlian dalam bidang tertentu. Banyak juga pemimpin posision power ini berawal dari manajer yang mempunyai kekuatan personal. Pemimpin keperawatan kedepan diharapkan memiliki kompetensi dalam bidang manajemen keperawatan yang bagus, relationship yang bagus serta mimiliki keahlian sesuai area keperawatannya.
Pemimpin keperawatan fokus kepada kinerja di unit yang dipimpin, dengan mengupayakan dan menjaga kerjasama tim. Selain itu pemimpin harus memiliki tarjet untuk perubahan supaya tidak berhenti dalam zona nyaman.
Yogyakarta, 6 September 2018

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


Skip to toolbar