Hari-Hari Harri

Berbagi dan Bersuka Ria

Akhirnya saya bisa sedikit bertanya-tanya ketika di lampu merah selanjutnya.

Sebenarnya saya sudah penasaran dengan sosok pria bersepeda satu ini. Semenjak saya melihat bendera merah putih sekaligus dengan tiangnya, yang tentunya berukuran lebih kecil dari tiang bendera pada umumnya, tanpa diminta dalam otak saya timbul beberapa pertanyaan.

“Siapa orang ini?”

“Sedang apa orang ini?”

“Dan apa tujuannya?
Bukan hanya bendera itu saja yang menyedot pandangan saya. Di tiang yang sama tempat ia mengikat merah-putih, di bawahnya berjejer beberapa bendera lain (yang setelah saya lihat melalui jarak pandang yang lebih dekat ternyata adalah bendera-bendera dari berbagai institusi).

Mungkin bendera-bendera kecil itu adalah cindra mata yang didapatnya dari tempat-tempat yang sudah ia singgahi. Karena setelah saya tanya langsung, ternyata ia sedang menjalankan suatu misi: keliling Indonesia. Lebih tepatnya lagi: keliling Indonesia menggunakan sepeda!

Saya tidak punya kesempatan untuk bertanya banyak. Sebenarnya dari perempatan pertama (tempat saya pertama kali melihat pesepeda itu) sampai perempatan kedua (tempat saya akhirnya berbincang-bincang kecil dengannya) saya berusaha mencuri-curi kesempatan dan mencari-cari waktu yang tepat untuk sekedar bertanya-tanya. Ya, mungkin sekedar menghilangkan rasa penasaran saja. Soalnya, sebelum saya sempat bertanya, saya melihat pesan singkat di belakang sepedanya yang intinya ingin menyerukan kesatuan bangsa lewat bersepeda keliling Indonesia. Dari itu lah, rasa penasaran saya semakin menggebu-gebu.

Sempat merasa sedikit frustasi karena tidak menemukan celah yang tepat untuk bertanya. Saya pun mengambil foto pria bersepeda itu yang nantinya saya ketahui bernama Roni itu, secara diam-diam.

Pertama saya menyalip Roni. Ketika ia sudah agak jauh tertinggal, saya berhenti di tepi jalan. Kedua, saya pura-pura menelpon. Sambil menunggu ia lewat. Ketiga dan yang paling penting, saya mengarahkan handphone berkamera 2 megapixel kepunyaan adik saya ke arah jalan. Dan Jepret! Roni tanpa ia sadari, telah diambil gambarnya oleh seorang paparazi.

Nah, setelah pengambilan foto secara diam-diam itu. Ternyata saya yang ngeyel ini, masih saja penasaran. Kalau tidak sempat bertanya rasanya kurang srek aja gitu!

Saya mengambil keputusan yang sulit dengan membututi Roni sepanjang jalan wates yang memang nggak terlalu panjang. Sampai akhirnya lampu merah membaca harapan saya. Tepat setelah lampu hijau baru berganti menjadi merah Roni berhenti di depan lampu lalu lintas (perempatan wirobrajan). Dengan gesit saya langsung nyempil di sebelahnya. Begitu pedenya dan tanpa basa-basi saya langsung melemparkan pertanyaan.

“Mau kemana mas?”

“Ke Solo.” jawabnya singkat.

“Beneran mau keliling Indonesia?”

“Iya, sambil membawa pesan sederhana.”

Lalu saya mengulurkan tangan untuk berkenalan. Herannya saya malah tidak kepikiran buat nanya langsung pesan yang mau disampaikannya. Mungkin saya pikir, tanpa nanya langsung, toh saya bisa tau itu dari tulisan singkat di belakang sepedanya.

“Roni.”

“Saya Harri Mas.”

“Udah dari mana aja mas?”

“Udah ke 8 propinsi.”

“Masnya dari mana?”

“Dari Lampung. Mesuji.”

Kira-kira dialog singkatnya kurang lebih seperti itu.

Dan ternyata, di antara 80 detik lampu merah itu, kami sempat-sempatnya berbasa-basi. Dia tanya kuliah saya di mana. Saya menjawab. Ternyata, di baru saja dari kampus saya.

Kok saya bisa nggak tahu ya? Kalau tahu kan nggak usah capek-capek buntutin kayak mata-mata gini, pake acara menfoto diam-diam lagi!

Akhirnya seiring waktu berjalan, 80 detik yang singkat itu pun berlalu. Saya ucapkan semoga sukses kepada Roni. Ia berkata terimakasih. Lalu ia mengayuh sepedanya lurus ke arah Jalan Ahmad Dahlan. Dan saya belok kiri (orang-orang di belakang mungkin pada heran, kenapa saya berhenti padahal saya ingin belok kiri).

Di perjalanan pulang, saya baru ingat, kenapa saya nggak minta fotonya secara legal! Ah, dasar pelupa!

PROFIL AKU

harri fajri


Popular Posts

Tikus Mati di Lumbun

Sebuah video pendek tentang pencurian kaca spion mobil cukup sering ...

UMY Blog Contest: Ca

Saya agak terkesima ketika membaca selembar poster di lobi kampus ...

Dari Mesuji untuk In

Akhirnya saya bisa sedikit bertanya-tanya ketika di lampu merah selanjutnya. Sebenarnya ...

UKM pun Dapat Jatah!

Satu lagi dari kampus saya yang juga menjawab pertanyaan di ...

Revolusi Bioskop

Efek domino yang diprediksi oleh beberapa pengamat hubungan internasional terkait ...