Personal Blog

Just another Blog UMY site

Tak bisa dipungkiri bahwa banyak ibu hamil yang masih belum tahu bagaimana cara menghitung usia kehamilan dalam minggu. Meskipun setiap kali memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan sang ibu akan diberitahu, tapi tidak ada salahnya kalau ibu juga belajar bagaimana cara menghitung usia kehamilan. Lagi pula caranya juga sangat mudah dan praktis. Sebagian ibu mungkin beranggapan bahwa mengingat dan mengetahui usia kehamilan tidak penting. Tapi sebenarnya banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan mengetahui usia kandungan.

Diantaranya ibu bisa mengetahui perkembangan janin di dalam kandungan tanpa melakukan USG. Bagaimana caranya? Ibu bisa mencari informasi perkembangan janin pada minggu-minggu tertentu dari buku, majalah atau dari internet. Praktis, bukan? Lalu bagaimana cara menghitung usia kehamilan dalam minggu? Ada satu cara yang paling sederhana untuk mengetahui usia kandungan. Tapi mungkin tingkat keakuratannya tidak 100 persen. Caranya adalah dengan memperkirakan gerakan janin.

Biasanya jika ibu sudah mulai merasakan gerakan janin, itu artinya usia kehamilan sudah mulai memasuki minggu ke-18 atau 20. Tapi gerakan janin ini juga bisa terjadi pada minggu ke-16 atau 18. Hasilnya memang kurang akurat, karena hanya berupa perkiraan saja. Jadi ibu lebih disarankan untuk menggunakan aplikasi kalkulator masa subur. Aplikasi ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di komputer atau di gadget Anda. Cara ini biasanya menjadi jalan keluar yang paling praktis apabila Anda lupa dengan kapan hari pertama haid terakhir. Tanpa menggunakan hitungan yang rumit, angka usia kehamilan Anda bisa keluar secara otomatis.

Bahkan pada aplikasi tertentu yang fiturnya lengkap, Anda bisa mengetahui kapan hari perkiraan lahir dan bagiamana perkembangan janin di dalam kandungan. Khusus untuk memperkirakan kapan hari lahir, sebenarnya ada cara lain yang bisa Anda lakukan tanpa menggunakan aplikasi. Jika Anda tidak mau repot mengunduh aplikasi di gadget, maka Anda bisa menggunakan rumus hitungan kalender atau rumus Naegele.

Berikut rumusnya dengan format hari/bulan/tahun: HPHT-7/Bulan Haid-3/Tahun+1

Bagaimana? Sederhana sekali, bukan? Ok. Sekarang kita simulasikan HPHT adalah 25 Mei 2016. Maka hari perkiraan lahirnya adalah: (25-7) / (5-3) / (2016+1) = 18/2/2017. Apabila bulannya tidak bisa dikurang 3, seperti bulan Januari, Februari dan Maret, maka tambahkan bulannya dengan 9 dan tidak usah tambah 1 pada tahunnya. Selain itu karena ini adalah perkiraan, jadi biasanya hari perkiraan kelahiran diberi toleransi waktu 7 hari sebelum dan sesudah tanggal yang didapatkan. Jadi pada contoh barusan, kemungkinan hari kelahirannya adalah antara tanggal 11 s.d. 25 Februari 2017.

Ada satu lagi cara menghitung usia kehamilan dalam minggu yang mungkin lebih praktis ketimbang metode hitungan, yakni dengan sistem fundus uteri. Caranya adalah dengan mengukur jarak tulang kemaluan dengan puncak rahim. Bagi Anda yang berat badannya tidak normal seperti kegemukan atau terlalu kurus, Anda disarankan mengukurnya dengan menggunakan alat bantu ukur. Setiap 1 cm sama dengan 1 minggu usia kehamilan. Jadi jika jarak tulang kemaluan sampai puncak rahim adalah 14 cm, maka usia kandungan adalah 14 minggu. Atau Anda yang berat badannya normal bisa menggunakan dua jari Anda. Setiap dua jari sama dengan 2 minggu usia kehamilan. Cara ini terbukti cukup efektif dan sering digunakan oleh dokter kandungan atau bidan. Sekian tips kali ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Categories: Kesehatan