Personal Blog

Just another Blog UMY site

Sebagai seorang perencana, profesi arsitek yang berhubungan dengan rumah dan perencanaannya, bagaimanapun punya tanggungjawab untuk memberikan informasi dan masukan-masukan yang positif yang berguna bagi khalayak ramai. Apapun informasi itu, selama berhubungan dengan profesi arsitek, maka seorang arsitek hendaknya memberikan layanan gratis, baik berupa artikel-artikel maupun kiat-kiat yang bermanfaat. Sebagai contoh dalam hal kiat atau tips sebelum membeli rumah.

Kita tahu bahwa rumah merupakan produk yang dibutuhkan bagi semua orang, terutama bagi pasangan muda yang baru menikah ataupun pasangan suami istri yang sudah saatnya ingin meninggalkan PMI (Pondok Mertua Indah). Dan berdasarkan survey dari berbagai lembaga kredibel terkait termasuk dari profesi arsitek sendiri, kebutuhan akan rumah dari tahun ke tahun semakin meningkat, jauh melebihi kebutuhan orang akan produk mewah lainnya seperti motor, mobil, gadget dan lain sebagainya. Namun sayangnya banyak orang yang membeli rumah tanpa memperhatikan hal-hal yang sebenarnya wajib untuk diketahui.

Menurut Arsitek Online tempat dimana penulis bekerja, tips sebelum membeli rumah ini penting untuk diketahui masyarakat agar dalam membeli rumah tidak seperti membeli kucing dalam karung, dimana setelah dibeli, rasa kecewa yang didapat.

Nah, apa-apa saja hal penting yang wajib diketahui itu sebelum membeli rumah? Berikut ulasannya satu per satu:

  1. Tentukan Lokasi Yang Sesuai

Sebelum membeli rumah, biasanya seorang arsitek menyarankan untuk menentukan lokasinya terlebih dahulu. Hal ini karena lokasi merupakan hal krusial yang harus jadi pertimbangan pertama. Ini penting karena berkenaan dengan lingkungan yang akan Anda tempati nanti dalam kesehariannya. Bila Anda ingin membeli rumah, saran arsitek adalah pilihlah lokasi yang dekat dengan tempat kerja Anda. Setidaknya tidak terlalu jauh dan tidak membutuhkan waktu lama untuk menempuhnya. Dan mengenai lokasi ini, bisa Anda kembangkan sendiri sesuai kebutuhan dan keperluan Anda masing-masing. Apakah mencari dekat dengan kantor, atau lokasi yang dekat dengan rumah orang tua, atau lokasi yang dekat dengan sekolah anak dan sebagainya.

  1. Ketahui Kondisi Keamanan Di Sekitar Lokasi

Saran arsitek yang kedua adalah masalah keamanan. Lokasi yang aman dan nyaman, tentu menjadi pilihan setiap orang. Ini sangat penting karena bila Anda membeli rumah yang ternyata berada di sekitar kawasan yang sering terjadi tindak kejahatan, tentu akan membuat Anda stress dan selalu dalam keadaan was-was saat akan meninggalkan rumah. Untuk itu, sebaiknya Anda ketahui juga faktor keamanan di lokasi dimana rumah tersebut.

  1. Harga Yang Sesuai

Nah, setelah faktor eksternal yakni lokasi dan keamanan Anda ketahui, sekarang arsitek baru menyarankan untuk masuk ke faktor internalnya. Faktor internal yang pertama harus Anda ketahuil adalah masalah harga. Buatlah kriteria rumah yang sesuai dengan budget Anda. Jangan memaksakan diri membeli rumah yang berada di atas budget yang sudah Anda siapkan. Ini bisa berakibat fatal dan ujung-ujung malah akan menyusahkan Anda sendiri.

  1. Tentukan Model Desain Yang Diinginkan

Saran arsitek berikutnya adalah masalah model desain. Model desain rumah yang akan dipilih haruslah model desain yang sesuai dengan selera Anda dan keluarga. Jangan sampai Anda yang suka dengan desain rumah klasik atau tradisional, bertolak-belakang dengan selera istri Anda yang lebih menyukai desain rumah minimalis modern. Bila ini tidak dibicarakan, tentu tidak baik ujungnya. Memang benar, model desain rumah yang lagi ngetren saat ini adalah desain rumah minimalis. Banyak website yang menyajikan berbagai model dan desain rumah minimalis ini di internet, seperti di blog.arsitekonline.com dan lain sebagainya. Namun musyawarah dan rembukan harus tetap dilakukan agar tidak sekedar ikut-ikutan. Yang terpenting, apapun model desain rumahnya, baik itu model desain rumah minimalis, tradisional, klasik, mediteranian dan lain sebagainya, saran arsitek agar persetujuan pilihan harus diambil dan diputuskan bersama.

  1. Kelengkapan Fasos dan Fasum

Saran arsitek yang kelima adalah mengenai sarana dan prasarana yang ada. Bila Anda membeli rumah di perumahan, sebaiknya cek juga fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) yang terdapat di perumahan tersebut. Misalnya adanya taman bermain, masjid, lapangan olahraga dan sebagainya. Bila Anda merasa hal itu perlu, maka pilihlah rumah yang memiliki kelengkapan fasos maupun fasum yang lengkap.

  1. Konsultasi Dengan Arsitek

Berkonsultasi dengan arsitek merupakan jalan terakhir yang sebaiknya Anda lakukan. Biasanya kalau sekedar konsultasi tidak dipungut biaya alias gratis, seperti pada salah satu konsultan arsitek tempat penulis bekerja yakni di Arsitek Online. Ini penting karena penilaian suatu rumah dari kacamata kita yang awam tentu berbeda dengan penilaian seorang arsitek profesional. Penilaian yang dilakukan arsitek, tentu bukan hanya apa yang telah diterangkan diatas itu saja, namun jauh daripada itu seperti menilai faktor sirkulasi udara di dalam rumah, faktor pencahayaan, kelembaban di setiap sudut ruang, kekuatan struktur rumah dan sebagainya.

Anda tidak perlu khawatir kena biaya konsultasi bila menghubungi seorang arsitek untuk sekedar berkonsultasi seperti ini, karena tidak semua jasa arsitek selalu ingin dibayar untuk setiap konsultasi. Banyak kok jasa desain rumah atau arsitek yang tidak menarik biaya untuk konsultasi seperti ini alias gratis seperti di tempat penulis bekerja ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir untuk menghubungi mereka sekedar untuk berkonsultasi.

Demikianlah point-point penting yang wajib Anda ketahui sebelum membeli rumah. Penulis selaku seorang arsitek sangat berterima kasih bila Anda bersedia men-share artikel ini ke teman Anda yang lain sekedar untuk berbagi. Semoga bisa bermanfaat bagi yang lain.***

—————————————

Penulis:

Ajeng Shintia

Ajeng Shintia adalah seorang arsitek yang peduli dengan lingkungan hijau yang sehat dan sosial masyarakat bawah. Arsitek muda ini dengan beberapa rekan arsitek yang lain bergerak dalam upaya social untuk mengupayakan ketersediaan rumah bagi masyarakat miskin yang hidup di perkotaan, agar mendapat tempat tinggal yang layak dan lebih manusia. Melalui gerakannya ini, walaupun belum banyak, tapi sudah ada beberapa warga miskin di beberapa kawasan di Jakarta yang sudah memiliki rumah layak huni yang sehat.

Selain bersama rekan arsitek yang lain, Ajeng begitu biasa beliau dipanggil juga membina beberapa lingkungan perumahan yang kumuh menjadi lebih sehat dan hijau, walaupun belum rampung seratus persen. Namun, dengan tekad yang kuat, arsitek muda ini akan terus bergerak demi tercapainya kehidupan yang lebih baik bagi warga yang kurang mampu dan terpinggirkan.

 

Saat ini, Ajeng Shintia bekerja sebagai Arsitek Manager di salah satu konsultan Arsitek di Jakarta, yakni Arsitek Online.

Bagi yang ingin konsultasi atau sekedar tanya-tanya seputar rumah dan jasa arsitek, bisa lansung via email: ajengshintia.com@gmail.com

Categories: Rumah

PROFIL AKU

20120120094


Popular Posts

Indigo, Startup Incu

Perkembangan startup dewasa ini mengalami peningkatan yang cukup pesat. Tiap ...

Kandungan Nutrisi Pa

Mungkin anda sering mendengar tentang manfaat spirulina untuk kesehatan , ...

12 Laptop Lenovo Ter

Para pencinta game online tentunya membutuhkan komputer ataupun laptop dengan ...

Manfaat Masker Spiru

Masker Spirulina – Spirulina atau biasa di sebut dengan ganggang ...

Ini Loh Berbagai Mac

Bagi seorang wanita, selaput dara merupakan sesuatu yang sangat sensitif ...